Gerakan “Stop Cemari Kali Surabaya” Dimulai; Pencemaran Mengancam Jutaan Warga

Harian Surya, Rabu, 21 Januari 2009

SURABAYA, Pencemaran disepanjang kali Surabaya sudah sangat mencemaskan. Selain ribuan warga yang bermukim dibibir kali, puluhan perusahaan dan industri ikut memberi kontribusi terjadinya pencemaran. Ini sangat membahayakan karena kali Surabaya merupakan sumber baku air minum jutaan warga Surabaya dan sekitarnya. Hal itu mengemuka dalam acara launching Stop Cemari Kali Surabaya (SCKS) yang dipusatkan di kantor Perum Jasa Tirta (PJT) 1 Gunungsari, Surabaya, Selasa (20/1). Gerakan ini melibatkan sejumlah instansi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perusahaan/industri sepanjang sungai, perguruan tinggi, masyarakat dan Harian Surya.

Acara launching yang dihadiri Pj Gubernur Jatim Setia Purwaka berlangsung meriah. Tampak pula Bupati Sidoarjo Wien Hendrarso, Direktur Utama PJT I, Ir Tjoek Walujo Subijanto CES, Direktur Executive ECOTON, Prigi Arisandi, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim Dewi J Putriatni, Kepala Dinas PU Pengairan Pemprov Jatim Mustofa Kamal. Direktur PT Antar Surya Jaya Rusdi Amral dan sejumlah pejabat Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Gresik.

Sebelum dilokasi acara, Gubernur meninjau Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) milik warga RT 4, RW 6, Kelurahan Karah, Surabaya. Proyek ini diprakarsai dan dibimbing BLH dan Dinas PU Pengairan. Seluruh limbah rumah tangga dari sekitar 40 rumah yang ada di daerah ini dialirkan ke satu aliran got. Kemudian ditampung dibak penampungan. Dari bak penampungan tersebut, sampah plastik dan padat lainnya dikeluarkan dan dibuang. Selanjutnya air dialirkan ke delapan bak bersekat. Sekatnya terdiri dari sabut kepala, pasir, dan batu kerikil. Di bak penampungan terakhir, mengalirlah air limbah yang telah bersih dan bening.

”Air inilah yang kemudian dibuang ke sungai. Sebagian lagi dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di sekitar rumah warga dan bantaran sungai,” jelas Dewi J Putriatni. Selanjutnya rombongan gubernur menaiki perahu milik PJT I untuk meninjau kondisi kali Surabaya hingga di tempat kantor PJT I Gunungsari. Di tengah perjalanan, gubernur dan rombongan menebarkan bibit ikan. ”Bila ikan ini hidup dan berkembang biak, berarti kali Surabaya menjadi lebih sehat,” ujarnya.

Sesampainya di kantor PJT I Gunungsari, Gubernur disambut Direktur PDAM Kota Surabaya, Ir Muhamad Selim, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Surabaya, Ir Togar Arifin Silaban, serta undangan lainnya.

Direktur PT Antar Surya Jaya, Rusdi Amral, mengemukakan gerakan Stop Cemari Kali Surabaya ini tidak hanya berlangsung secara seremonial saja. ”Tapi untuk selanjutnya, Sterring Committe (SC) bersama Harian Surya mengadakan lomba kampung bersih di bantaran sungai. Tujuannya memberikan edukasi dan mengubah perilaku masyarakat yang ada di bantaran Kali Surabaya untuk tidak mencemari,” ujar Rusdi yang juga Pemimpin Redaksi Harian Surya tersebut.

Lomba itu, jelas Direktur ECOTON, Prigi Arisandi, mengikutkan 12 desa atau kelurahan dari tiga daerah, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Desa/kelurahan ini akan didampingi berbagai instansi sesuai kompetensi masing-masing. Nantinya akan muncul kampung bebas limbah rumah tangga. Mereka juga akan sadar untuk tidak membuang sampah/limbah ke kali Surabaya secara langsung.

”Pendampingan itu dengan mencari potensi warga di daerah bantaran tersebut, kemudian mengajak mereka melakukan kegiatan yang bisa mengurangi terjadinya pencemaran kali. Mulai dari penghijauan, pendaur ulang air limbah, ataupun kegiatan lainnya,” jelas Prigi.

Kepala BLH Jatim Dewi J Putriatni menambahkan, BLH menyiapkan dana untuk pembangunan 20 IPAL domestik di titik-titik sepanjang kali Surabaya. Dana itu berkisar Rp 150 juta – Rp 200 juta per unit IPAL.
Selanjutnya selama tiga bulan, hasil edukasi tersebut akan dinilai. Puncak acara akan digelar pada Hari Bumi 22 April 2009 mendatang.

SC kegiatan gerakan SCKS tersebut, selain Harian Surya dan ECOTON, sebagai0 motornya adalah
Sementara itu, anggota SC dari Universitas Airlangga (Unair), Drs Abdul Rochim Tualeka Mkes, menyebutkan kondisi kali Surabaya yang saat ini menjadi satu-satunya sumber baku air PDAM sudah tidak sehat lagi. Karena itu, lanjutnya, gerakan seperti ini sangat diperlukan untuk mengembalikan air kali Surabaya bebas limbah dan menjadi layak untuk diambil PDAM.

Perusahaan Nakal

Gubernur Jatim Setia Purwaka mengakui sejumlah perusahaan dan industri di pinggir kali punya kontribusi pada pencemaran kali Surabaya. Namun, pihaknya tidak bisa menyeret perusahaan nakal ke pengadilan.
“Yang mempunyai wewenang untuk menyeret perusahaan nakal itu hanya polisi dan kejaksaan,” tegasnya.

Gubernur mengakui utnuk menyeret pengusaha pencemar kali itu tidak mudah. Karena saat diperiksa mereka tidak membuang limbahnya ke sungai. Tetapi ketika tidak ada pemeriksaan dari petugas mereka diam-diam membuang limbahnya ke sungai. Untuk mengatasi masalah itu, Setia Purwaka mengimbau perusahaan yang berlokasi dekat sungai untuk tidak membuang limbahnya ke sungai. Karena tindakan seperti itu merupakan kejahatan yang merugikan banyak orang.

Gubernur menegaskan, kali Surabaya mempunyai peran yang sangat vital bagi kehidupan warga kota Surabaya dan sekitarnya, khususnya sebagai penyedia utama untuk air baku air minum.

“Pada saat ini kali Surabaya dimanfaatkan untuk keperluan air minum 300 juta m3 per tahun dan industri 38 juta meter kubik per tahun,” tegasnya.

Di sepanjang kali Surabaya terdapat 87 perusahaan dan industri yang memanfaatkan air kali Surabaya sebagai penunjang kegiatan produksinya serta sebagai tempat pembuangan limbah cair.  Selain itu terdapat 21.930 jiwa penduduk yang bertempat tinggal di sempadan kali Surabaya yang memberikan kontribusi terjadinya pencemaran kali.  rie/jos
Sumber : Surya

One thought on “Gerakan “Stop Cemari Kali Surabaya” Dimulai; Pencemaran Mengancam Jutaan Warga

  1. sangat baik kegiatan seperti di atas, tetapi tidak kalah penting bisa mengendalikan pembuangan limbah industri ke sungai surabaya. Penelitian tentang monitoring pembuangan limbah di sungai perlu ditingkatkan untuk bisa menjawab pernyataan gubernur, sehingga kapanpun industri membuang limbah dapat dideteksi.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s