Anti klimaks rencana pembentukan propinsi Tapanuli

Saya sungguh kaget ketika pulang kantor menyaksikan berita TV tentang demo anarkis di DPRD Sumatera Utara. Puncak tragisnya dengan meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara H. Abdul Aziz Angkat. Polisi secepatnya harus mengusut tuntas kejadian ini dan menyeret yang bersalah kedepan hukum. Kejadian ini menjadi antiklimaks rencana pembentukan propinsi Tapanuli. Ini merupakan kejadian yang amatmemalukan. Melalui kesempatan ini saya pribadi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diberi kekuatan untuk menghadapi musibah.

Mereka yang melakukan anarkis harus ditindak dengan tegas, penanggung jawab demo harus mendapatkan ganjaran yang setimpal. Para pedemo harus bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas umum yang ada di gedung DPRD Sumut. Tindakan anarkis yang dilakukan pendemo tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

Keinginan untuk mendirikan propinsi Tapanuli tidak dapat dilakukan dengan membabi-buta sehingga menghalalkan segala cara. Dalam negara Indonesia ada aturan yang harus dipatuhi agar keinginan tersebut bisa diwujudkan. Para penggagas pembentukan propinsi Tapanuli, agaknya sudah tidak bisa melihat jernih persoalan untuk menempuh prosedur yang berlaku. Mereka yang haus kekuasaan sudah buta hati dan mata, melakukan segala hal demi tercapainya ambisi kekuasaannya.

Rencana pembentukan propinsi Tapanuli sejak awal penuh dengan kontroversi. Para penggagas mengklaim berbagai alasan demi terbentuknya propinsi baru. Padahal pembentukan propinsi Tapanuli hanya untuk kepentingan sekelompok elite saja. Peningkatan kesejahteraan rakyat yang digembar-gemborkan hanya alasan semata.

Saya pribadi tidak melihat perlunya pembentukan propinsi Tapanuli. Tulisan saya disini, disini, disini dan disini, menjelaskan kenapa Propinsi Tapanuli tidak diperlukan. Saya sangat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan rakyat Tapanuli. Tapi saya meyakini bahwa pembentukan Propinsi Tapanuli bukan cara untuk mencapai tujuan itu.

Dengan peristiwa 3 Februari 2009 ini, kondisi Sumatera Utara menjadi kurang kondusif secara soaial politik. Mudah-mudahan saja Gubernur Syamsul Arifin bisa menjadi penengah yang bisa mengakomodir dan menenangkan kondisi di Sumatera Utara. Semoga semua pihak kembali pada keinginan untuk menjaga kerukunan dan kekompakan yang diperlukan Sumatera Utara agar maju dimasa yang akan datang.

Sekali lagi, turut berduka cita atas meninggalnya Ketua DPRD Sumatera Utara Drs. H. Abdul Aziz Angkat. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran yang digunakan oleh kita semua kedepan.

7 thoughts on “Anti klimaks rencana pembentukan propinsi Tapanuli

  1. Situasi yang emosional membuat para pendemo jadi loss control. Keluar deh aslinya ! Main jotos, maki2, teriak2. Semua terekam dan disiarkan secara luas di TV. Heran, koq mahasiswa yang demo itu lebih mengedepankan otot ketimbang otak !!

    Like

  2. Saya pribadi sih ingin Propinsi Tapanuli… saya 4thn di Medan merantau kita lihat pembangunan di kota Medan hingar bingar tetapi ke daerah seakan tidak di perhatikan… sebenarnya Medan terkenal keluar sono karena Daerah wisata Danau Toba… tapi pembangunan itu tidak merata.. coba dulu lae jalan ke daerah Humbahas masih banyak Desa yg belum ada PLN… jalan tak beraspal, antara Kec Pakkat – Parlilitan… Tapi sesungguhnya demo itu tidak brutallah… miris yaaa

    Like

  3. Apapun keinginan mereka, kalau memang mereka mengaku mengerti Demokrasi, kejadian di Medan tidak akan terjadi.

    Kita dukung Penegak Hukum, untuk menindak semua pihak yang terlibat , mulai dari perencana aksi sampai kepada mahasiswa yang terlibat aksi, supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali

    Kita sudah muak melihat aksi-aksi penyampaian aspirasi yang terjadi di Indonesia , khususnya Bonapasogit yang dilakukan dengan anarkis.

    Saya putra Tapanuli dilahirkan di Dairi, sangat mendukung, kalau Dairi tidak ikut-ikutan bergabung dengan PROTAP. Belum apa2 udah berantam masalah ibu kota Propinsi.

    Kenapa ga buat negara Tapanuli aja sekalian ???
    Ha ha ha………..

    Like

  4. Horas…
    persatukan orang batak dengan budaya batak,baik batak toba,karo,simalungun,pakpak,dairi dan lainnya jangan dengan budaya orang lain atau agama !!!
    Orang batak bisa mendirikan sebuah negara karena simbol-simbol negara seperti bendera,tatanan hukum,wilayah sudah ada sejak Raja Sisingamangaraja dan orang jaman dulu sudah menyebutnya dengan bangso (bangsa ) batak dan itu merupakan fakta sejarah.Karena satu nasib selama penjajahan belanda dengan wilayah yang lain di nusantara sekarang indonesia,para pejuang bangsa khususnya orang
    batak mau bergabung dengan proklamator bung Karno dan Hatta.Dalam perjalanannya masa Sukarno adanya ketimpangan pembangunan timbullah pemberontakan PRRI / PERMESTA,dalam masa orde baru pemberontakan tidak ada tapi pembangunan tidak sehebat di pulau jawa,masa reformasi sudah ada perobahan sedikit dengan pemekaran kabupaten. Yang banyak di sangsikan orang-orang yang bermukim di luar sumut khususnya di tapanuli mampukah atau sanggupkah orang batak secara sumber daya manusia??? dari hasil penelitian banyak orang batak yang pintar tinggal bagaimana mengatur dan memberdayakan (umumnya orang batak sulit di atur ).
    Dari sumber daya alam sanggupkah menghidupi ??? sawah -sawah yang menghampar,danau toba,tambang batubara di siborong-borong dan dolok sanggul,tinggal bagaimana mengelola dan mengembangkan.
    Dari segi pengalaman aparatur itu tinggal bagaimana belajar dari propinsi yang sudah ada.
    Letak permasalahannya di mana???
    Kerusuhan demo di DRPD Sumut adalah efek negatif dari demonstrasi,pertanyaanya kenapa orang sampai beringas di luar batas kewajaran??? apakag ada yang salah dengan polisi dan intelijen polisi sehingga tidak bisa mengantisifasi demonstrasi anarkis.
    Hukum orang yang berbuat anarkis tapi jangan melupakan subtansi pembentukan propinsi tapanuli.Buat rekan -rekan yang tinggal di bonapasogit (kampung halaman) buatlah berupa dokumen foto atau film fakta-fakta ketertinggalan pembangunan di tapanuli untuk di muat di website lae mula harahab untuk sebagai bahan pembanding dengan daerah lain,karena banyak orang yang di perantauan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di bonapasogit,setelah itu orang akan melihat kebenaran atau kebohongan,karena alasan utama pemekaran propinsi tapanuli adalah ketertinggalan pembangunan.
    Salah satu contoh untuk ngurus pensiun guru di tarutung harus ke pematang siantar,coba bayangkan waktu yang di tempuh 4 – 5 jam sekali jalan ,berapa ongkos yang dibutuhkan sementara uang pensiun tidak seberapa, anda bisa membayangkan!!!
    Dengan luas wilayah propinsi sumatra utara apakah merata dalam anggaran pembangunan yang jumlahnya sedikit,tidak lebih efektifkah dengan luas wialayah yang sempit dengan anggaran yang sedikit untuk biaya pembangunan sarana dan prasarana dengan catatan TIDAK DI KORUPSI ???
    Untuk orang – orang tapanuli yang pintar dan kaya di perantauan pedulilah akan kampung halaman semboyan mantan gubernur sumut “masi pature hutanabe”
    HORAS TANO BATAK

    Like

  5. Bagaimana dengan SDM? silahkan mengadakan Evaluasi terhadap PNS di wilayah kabupaten/kota yang akan menjadi bagian ProTap.

    Korupsi memang dapat ditanggulangi, namun bagaimana dengan hal Kolusi ataupun Nepotisme?

    Maka dari itu ProTap masih terlalu jauh dari sudut pandang saya, alangkah baiknya para stakeholder dan elite ProTap mengkaji kembali berdasarkan 3 unsur (SDM, Pendapatan Daerah, SDA).
    Bila perlu mengundang para cucut buyut Batak diseluruh Indonesia yg berkompeten dan memiliki kapabilitas dalam hal Sosial-Pemerintahan dan Hukum. Setelah itu diadakan pembahasan mengenai Pengembangan dan Pemberdayaan Alam serta Pariwisata.

    mungkin itu saran saya demi kemajuan tanah leluhur saya juga.. Kampung Aruan (LAGUBOTI,red)

    Jesus Christ blessed us……!!!

    Like

  6. @ Amang Syariffuddin Hutabarat
    Saya setuju dengan amang/abang…
    Kerusuhan DPRD Sumut jangan dijadikan manuver untuk melupakan tuntutan awal dari Pembentukan Protap. Jika kemarin terjadi kerusuhan, tangkap dan hukum pelakunya, asalkan jangan tebang pilih. Jangan cuma kawan mahasiswa yang ditangkap, tapi dalang di balik itu juga di tangkap. Dan pertanggungjawaban polisi juga harus dipertanyakan kenapa sampai bisa terjadi kerusuhan, apakah ada sikap pembiaran dari aparat?
    Dan buat para perantau Tapanuli yang sudah sukses ataupun yang belum sukses, jangan cuma bicara ngalur-ngidul, sesekali intip lah ke Bonapasogit, lihat apa yang terjadi. Aku yakin Protap akan tetap berdiri, asalkan kita perjuangkan dengan cara-cara yang benar.

    Horas….

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s