Dua Puskesmas Akan Punya IPAL

Senin,  9 February 2009
SURABAYA (SINDO) – Boleh jadi 2009 ini merupakan awal gerakan pembangunan instalasi pembuangan air limbah (IPAL) di puskesmas-puskesmas di Surabaya.

Rencananya ada dua puskesmas yang akan memiliki IPAL. Setelah dua puskesmas itu, puskesmas lain akan menyusul bertahap.Semua puskesmas diharapkan ber-IPAL. ”Sudah ada anggaran. Pada 2009 akan dibangun duaIPAL,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Togar Arifin Silaban saat dikonfirmasi kemarin. Sayang, Togar tidak ingat puskesmas mana yang akan segera memiliki IPAL tahun ini.

Kondisi ini memang memprihatinkan. Dari 53 puskesmas yang ada, tidak satu pun dilengkapi IPAL. Puskesmas hanya memiliki incenerator (alat pembakar limbah kering), itu pun hanya 15 puskesmas. Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air, IPAL jadi syarat wajib bagi industri maupun instansi layanan publik yang menghasilkan limbah cair. Kebutuhan ini harus segera dicukupi, tapi membuat IPAL bukan pekerjaan murah.

”Paling tidak, untuk membuat sebuah IPAL butuh Rp200 juta.Itu baru investasi awal, belum termasuk pemeliharaan,” ujar Togar.Biaya ini juga sangat tergantung teknologi IPAL yang digunakan. Biasanya IPAL dengan teknologi yang bagus butuh biaya mahal tapi perawatannya murah. Sebaliknya, jika teknologinya rendah, biaya awal memang murah, tapi biaya pemeliharaan mahal. Kata Togar, Pemkot akan lebih memilih IPAL dengan teknologi bagus agar biaya pemeliharaan rendah.

Togar memang tidak dapat memastikan sampai kapan 53 puskesmas bisa memiliki IPAL.”Kita hitung saja,kalau setahun minimal dua puskesmas. Syukur-syukur tahun selanjutnya bisa lebih dua IPAL yang kami bangun,”ujar Togar. Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya M Alyas mendukung upaya Pemkot jika ingin membangunIPAL. Alyas mengakui, saat ini kebutuhan IPAL di puskesmas memang tidak sangat mendesak. Tapi ke depan, puskesmas juga harus dipersiapkan menampung pasien rawat inap sehingga kebutuhan IPAL harus dipenuhi.

“Bangunan puskesmas memang tidak didesain sebagai puskesmas sejak awal.Jadi, tidak dipersiapkan adanya IPAL,” kata Alyas. Tapi idealnya, ujar Alyas, ke depan semua puskesmas harus dilengkapi IPAL. “Selama bisa dipertanggungjawabkan dan kebutuhannya mendesak, pasti kami dukung,”ujarnya. Seperti diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Esty Martiana Rahmie mengakui kondisi tersebut. Namun, untuk ukuran puskesmas, IPAL belum keharusan. Apalagi kebanyakan pasien puskesmas adalah pasien rawat jalan, bukan rawat inap. Limbah yang dihasilkan pun tidak banyak.

Dari pengakuan warga yang tinggal di sekitar Puskesmas Kecamatan Rungkut, memang tidak pernah ada masalah meski tanpa dilengkapi IPAL. “Sudah sejak kecil tinggal di sana. Kalau sakit,ya berobat ke puskesmas itu. Soal limbah,tidak ada masalah. Paling-paling yang buangan air dari kamar mandi itu saja,”kata Noto,warga Kedung Baruk,Rungkut.

Secara kasatmata saluran pembuangan air dari puskesmas tersebut menuju sungai yang ada di depannya.“Di belakang puskesmas itu memang masih ada rawa-rawa. Tapi setahu saya, pembuangannya ke sungai depan puskesmas,” ucap Noto. Ditambahkan, selama ini tidak pernah ada masalah terkait limbah cair dari puskesmas tersebut. Karena itu, Noto menilai untuk sementara kebutuhan IPAL tidak terlalu mendesak. (zaki zubaidi)

3 thoughts on “Dua Puskesmas Akan Punya IPAL

  1. Selamat siang Pak.
    Pak bisa berbagi tentang desain IPAL nya kah?
    Puskesmas di tempat kami di Kalsel mau coba merencanakan.
    Siapa tahu cocok dan disetujui.

    Terima kasih ats perhatiannya.

    Like

  2. untuk pak doni
    dengan hormat, sayatidak sengaja membaca blog ini. untuk sekedar informasi. saat ini saya sedang mengerjakan IPAL bogasaridi surabaya. saya bekerja di BPPT jakarta.jika ingin design mengenai IPAL kami punya banyak orang ahli yang menangani ini. dari design hingga ketahap pelaksanaan.
    semoga informasi ini bermanfaat.

    Like

  3. haduh 200 juta ?
    di tempat saya ada pembagian dari propinsi untuk alat incenerator .. ngga bs dimanfaatkan karena harus ada bangunannya .. sedangkan pemda ngga lagi membuatkan bangunan. Pdahal perlunya cuma 5-6 juta rupiah saja

    Apalagi kalo diminta 200 juta .. wuihh ..

    Nice blog thou .. saya senang disini .. bersih kesannya .

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s