Think globally, act locally, atau, Think locally, act globally ??

Selama ini banyak aktivis lingkungan yang sering mempopulerkan dan mengkampanyekan moto “Think globally, act locally”. Interpretasi terhadap motto ini adalah bahwa upaya pengelolaan lingkungan hidup harus mempertimbangkan faktor-faktor global. Pendekatan ini terutama digunakan untuk menjelaskan fenomena pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Pada saat bersamaan dengan mempertimbangkan faktor global, kita diajak untuk melakukan tindakan nyata dalam skala lokal.

Dengan pendekatan pertama, “Think globally, act locally”, orang beranggapan bahwa tindakan-tindakan peningkatan lingkungan hidup dalam skala lokal akan dapat menyelesaikan permasalahan global secara bertahap. Tindakan skala lokal, dilakukan sebagai bagian dari penyelesaian global. Karena itu diharapkan agar tindakan dilakukan sebagai rangkaian dari penyelesaian global. Pendekatan ini dilatar belakangi pemikiran bahwa persoalan global adalah akibat dari persoalan skala lokal yang terakumulasi menjadi permasalahan global. Penyelesaian masalah-masalah lokal, dengan sendirinya akan menyelesaian permasalahan global. Asumsi tersebut tentu saja tidak selalu benar.

Kini, beberapa aktivis lingkungan mengembangkan pendekatan kedua, “Think locally and act globally“. Kalau dibandingkan dengan pendekatan pertama, seolah oleh pendekatan kedua bertentangan dengan pendekatan pertama. Akan tetapi sesungguhnya perbedaan kedua pendekatan itu bukan dalam hal pertentangannya, melainkan bagaimana “cara” menyelesaikan persoalan yang sesungguhnya.

Pendekatan “Think locally and act globally“, memfokuskan pada analisa permasalahan lokal dan mencari solusi terhadap persoalan lokal tersebut. Kemudian, penyelesaian masalah lokal tersebut dilakukan secara global, yaitu secara massif di seluruh dunia. Maka bila hal itu dilakukan dalam volume atau jumlah yang sangat besar, secara global, maka persoalan global akan dapat diselesaikan.

Pendekatan kedua beranggapan yang penting adalah penyelesaian segera terhadap masalah-masalah lokal, tanpa harus terlalu membuat analisa global. Aksi-aksi skala lokal memang harus dilakukan dalam skala dan jumlah yang besar sehingga berdampak luas dan kemudian berskala global. Dengan begitu persoalan global secara bertahap akan terselesaikan juga.

Sesungguhnya kedua pendekatan tidaklah bertentangan. Keduanya tetap merupakan sesuatu yang diperlukan. Efektifitas dari masing-masing pendekatan, akan tergantung seberapa jauh komitmen untuk melakukan aksi untuk menyelesaikan persoalan. Yang terutama kemudian adalah seberapa cepat aksi dilakukan, dan seberapa besar dapat segera direplikasi di berbagai kawasan untuk mendapatkan dampak dalam skala global.

Jadi yang terpenting adalah tindakan, dan tindakan, sekali lagi tindakan.

One thought on “Think globally, act locally, atau, Think locally, act globally ??

  1. Benar masyarakat yang berpikir global untuk menyelamatkan lingkungan dengan aksi nyata daripada hanya ngomong tanpa aksi nyata,di Indonesia sudah banyak masyarakat yang berbuat tanpa ngomong gue tanam 1000 pohon,tapi tidak dipelihara lebih baik tanam pohon 10 tapi sampai besar dan hidup.
    Di Bali ada masyarakat yang menyelamatkan penyu dan melepaskan liar kan kembali tukik tukik nya seperti Kuta dan Tegal besar ,Klungkung.mereka berbuat demi kelangsungan penyu-penyu di pantai mereka dengan demikian pantai mereka bebas dengan sampah plastik.
    masyarakat inilah yang melakukan “Think locally and act globally“

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s