Pemerintah tak bisa apa-apa….

Sering menjadi sulit menjelaskan bagaimana peran pemerintah (pusat dan daerah) di era sekarang ini. Hal itu menjadi  lebih rumit terutama kalau dalam menyoal lingkungan hidup.  Sebagian orang beranggapan bahwa pemerintah punya kemampuan besar untuk melakukan perbaikan dan pembangunan. Saya berpikir bahwa kapasitas pemerintah sebenarnya sangat terbatas. Nah, lalu bagaimana.

Persoalan lingkungan yang semakin hari semakin tidak sederhana, kadang membuat kita ingin mengambil jalan pintas. Dalam sebuah dialog tentang BBM ramah lingkungan, kemarin, seorang teman sampai bilang:

“Singapura, bisa berhasil menjadi kota yang sangat bersih dan lingkungannya baik, karena mereka tegas dan konsisten. Kenapa kita tidak meniru saja cara-cara Lee Kwan Yew”.

Pada waktu lalu PM Lee Kwan Yew (Yu), bahkan melakukan pembenahan Singapura dengan “tangan besi”. PM Lee memerintah bahkan bagai “bulldozer”, apa saja yang dianggap menghalangi, akan di terabas. Hasilnya, Singapura, selain berhasil secara ekonomi, juga berhasil mengelola lingkungan hidup dengan baik. Singapura bahkan menjadi salah satu kota terbersih dunia.

Seorang rekan lain mengusulkan: “Tangkap saja para pengendara kendaraan bermotor yang mencemari udara, jebloskan ke penjara”.

Saya menjawab pertanyaan dan pernyataan teman-teman itu bahwa, cara yang dilakukan Lee Kwan Yew di Singapura itu tidak bisa dilakukan di Indonesia, atau tepatnya di kota besar Indonesia  sekarang ini. Selain karena masalah kekhususan Singapura, tapi juga bahwa di alam demokrasi seperti di Indonesia sekarang ini, tidak bisa lagi menggunakan cara-cara seperti Lee Kwan Yew. Pemerintah tak bisa apa-apa, kalau masyarakat tidak mendukung upaya peningkatan lingkungan hidup.

Pemerintah berkewajiban melindungi rakyat dari dampak lingkungan hidup yang buruk. Tapi pemerintah juga tak bisa berbuat banyak, kalau sebagian masyarakat tetap mencemari, dalam kehidupan sehari-harinya. Peraturan sudah dibuat, pemerintah harus menegakkan aturan. Tapi kalau ada orang yang tak peduli, ada orang yang tidak mau tau tentang lingkungan maka meski aturan dan undang-undang cukup banyak, tetap tidak akan membawa hasil yang diinginkan.

Dalam dialog itu, saya mengatakan bahwa kunci utama penanganan lingkungan hidup adalah kesadaran bersama untuk perbaikan dan peningkatan lingkungan hidup. Penegakan hukum dan aturan, hendaknya langkah terakhir yang ditempuh. Tanpa kesadaran bersama, Pemerin tah tak bisa apa-apa…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s