Krisis Air Dunia pada 2050

Pekan ini mulai tanggal 16 Maret sampai 22 Maret 2009, di Istambul Turki, dilaksanakan The Fifth World Water Forum.  Forum ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari air sedunia (World Water Day), 22 Maret. Sejumlah pejabat dari berbagai negara, termasuk para kepala daerah dan para ahli berkumpul di Turki untuk mencari terobosan perbaikan pengelolaan air dunia.  Bersamaan dengan itu PBB menerbitkan sebuah dokumen tentang permasalahan air, kependudukan dan perubahan iklim. Akan bagaimana dunia menghadapi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, krisis air, krisis finansial dunia dan perubahan iklim.

Sebuah laporan PBB setebal 348 halaman, memberikan gambaran yang suram tentang kondisi lingkungan khususnya ketersediaan air pada tahun 2050. Laporan itu disiapkan oleh sebuah tim berdasarkan kompilasi dari 24 lembaga/badan organisasi PBB. Negara-negara miskin digambarkan akan menghadapi masalah yang sangat mengkhawatirkan. Berbagai krisis yang saat ini melanda, menambah beban negara-negara berkembang menjadi semakin sengsara.

Krisis air sangat erat kaitannya dengan krisis perubahan iklim, krisis enerji, krisis pangan, pertumbuhan penduduk, dan krisis finansial global, demikian laporan PBB itu. Bila masyarakat dunia tidak melakukan tindakan signifikan, maka krisis itu semakin multi dimensi sampai kepada krisis politik. Bukan tidak mungkin pula, bahwa krisis itu bisa menjadi krisis teritorial antar negara. Sengketa perebutan air, adalah suatu ancaman yang bisa timbul, terutama bagi negara-negara yang memiliki badan air yang digunakan secara bersama, seperti di Afrika, Asia, Eropa, atau Amerika Latin.

Pertumbuhan penduduk, adalah salah satu faktor yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 2000, jumlah penduduk dunia mencapai 6 miliyar jiwa. Jumlah itu sudah menjadi 6,5 milyar jiwa pada saat ini. Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan menjadi 9 milyar jiwa. Populasi penduduk dan pertumbuhan paling besar justru berada di negara-negara miskin.

Berdasarkan laporan PBB itu, pertumbuhan penduduk yang tinggi memberikan tekanan yang sangat besar pada sumber-sumber air, khususnya di negara-negara berkembang. Penduduk dunia bertambah hampir 80 juta orang setiap tahun, dan 90 persen diataranya (sekitar 72 juta) berada di negara-negara berkembang. Kebutuhan air dunia bertumbuh sebanyak 64 milyar juta meter kubik pertahun. Jumal ini setara dengan kebutuhan seluruh negara Mesir selama setahun.

Selama 50 tahun terakhir, pemanfaatan air dari sungai, danau dan air tanah sudah 3 kali lipat, untuk memenuhi kebutuhan pertambahan penduduk. Secara rata-rata, 70 persen  air tersebut dimanfaatkan untuk pertanian. Dinegara-negara berkembang kebutuhan air untuk pertanian bahkan bisa mencapai 90 persen.

Kerusakan lingkungan yang timbul akibat pertumbuhan penduduk yang sangat besar mencapai milyaran dolar Amerika. Kerusakan lingkungan di Afrika Utara dan Timur Tengah, sebagai kawasan yang paling parah dalam kerusakan lingkungan, nilainya sudah mencapai 9 milliar dolar per tahun. Jumlah ini hampir mencapai 2,1 – 2,7 persen dari GDP kawanan itu. Angka ini adalah suatu angka yang sangat luar biasa besar. 

Krisis air semakin diperparah oleh prubahan iklim. Dengan kecenderungan kerusakan yang demikian besar, maka kemungkinan terjadinya konflik air bisa terjadi secara luas. Ancaman konflik regional dan internasional karena krisis air bukanlah sekedar wacana, tapi hal itu benar-benar ancaman yang semakin nyata. Dengan perubahan iklim, akan terjadi suatu “gegar hidrologis” (hydrogical shock) yang akan bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Untuk mencegah, atau setidaknya mengurangi, kemungkinan terjadinya bencana air dunia, diperkirakan diperlukan investasi yang luar biasa besar untuk perbaikan pengelolaan air, pengelolaan sanitasi dan untuk irigasi. Setiap tahun dibutuhkan kurang lebih 100 – 150 milliar US dollar investasi untuk mencegah krisis air yang parah di 2050. Jumlah ini bisa semakin besar bila upaya nyata untuk mengatasi krisis terlambat dilakukan.

Komitmen luar biasa diperlukan untuk mencegah manusia menuju kehancuran di 2050.

Dari berbagai sumber dan : http://news.yahoo.com/s/afp/20090312/sc_afp/unenvironmentwater

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s