University of Hiroshima, Japan, meneliti Car Free Day Surabaya

Car Free Day (CFD = Hari Tanpa Kendaraan Bermotor), yang diselenggarkan di Surabaya, menarik perhatian University of Hiroshima, Jepang. Sejak 22 Februari 2009, seorang peneliti dari Universitas itu, Mr. AHM Mehbub Anwar, pria kelahiran Bangladesh, melakukan riset tentang CFD dan implikasinya di Surabaya. Hasil penelitian itu dipresentasikan di Surabaya 20 Maret 2009 dihadapan supervisor dari University of Hiroshima, Jepang, Professor Akimasa Fujiwara.

Mr. Mehbub Anwar melakukan penelitian tentang respon masyarakat terhadap pelaksanaan Car Free Day di Surabaya. Ia melakukan wawancara dan membagikan kuesioner dengan sejumlah responden. Responden yang dipilih secara acak, adalah warga masyarakat yang pada saat riset berada di sekitar Jalan Raya Darmo. Selain dengan masyarakat, Mr. Mehbub Anwar melakukan wawancara dengan Dinas Perhubungan, Bappeko dan BLH Kota Surabaya. Dalam pelaksanaan risetnya, Mr. Mehbub Anwar yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu di bantu oleh staf dari Badan Lingkungan hidup Kota Surabaya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University of Hiroshima itu, 88 persen responden mengetahui pelaksanaan CFD. Sebagian besar diantara mereka mengetahui CFD melalui koran (42,54%). Sisanya mengetahui melalui teman (23 persen), dan 20,15 persen mengetahui melalui “gethok tular“, dari mulut ke mulut. Meski kegiatan CFD juga dipublikasikan melalui internet, ternyata tidak ada responden yang mengetahui lewat internet.

Sebagian besar pengguna jalan di Surabaya menggunakan sepeda motor untuk bepergian (bekerja atau yang lainnya), sebanyak 58 persen masyarakat tidak mempunyai mobil. Berarti persentase penduduk yang memiliki mobil mencapai 42 persen.

Yang mengejutkan adalah bahwa didapat 93 persen masyarakat mempunyai sepeda motor. Hanya 7 persen masyarakat yang tidak memiliki sepeda motor.  Jumlah ini suatu angka yang sangat penting diperhatikan.

Jika waktu pelaksanaan CFD ditambah dari 4 jam, masyarakat yang tidak setuju dan yang setuju tidak terlalu berbeda besar. Sebanyak 44 persen masyarakat mengatakan setuju kalau waktu pelaksanaan CFD diperpanjang, sementara 46 persen mengatakan tidak setuju.  Sementara 10 persen tidak memberi pendapat. Sehingga bila pelaksanaan CFD ingin diperpanjang, harus dilakukan secara bertahap.

Ketika masyarakat ditanya apakah setuju untuk melaksanakan CFD pada hari kerja, ternyata sebagian besar tidak setuju. Saat ini CFD di Surabaya dilaksanakan pada hari Minggu. Sejumlah 70 persen masyarakat menolak bila CFD dilakukan pada hari kerja, dan sebanyak 20 persen menghendaki agar CFD dilaksanakan pada hari kerja. Sisa 10 persen tidak memberi pendapat bila CFD dilakukan di hari kerja.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s