Kamis 9 April 2009, perubahan dari apa ke apa

Ya, Kamis 9 April 2009 adalah pelaksanaan Pemilihan Legislatif. Beberapa pihak mengklaim bahwa hasil dari Pemilu ini akan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia. Mereka yang mengklaim akan adanya perubahan itu, kebanyakan adalah elit politik yang bertarung untuk mendapatkan kursi di DPR dan DPRD. Dalam kampanye yang resmi maupun tidak resmi para elit politik itu menjanjikan “perubahan”.  Pertanyaannya adalah seberapa besar perubahan yang akan terjadi ??.

Sebagian orang yakin, bahwa tidak akan ada perubahan yang signifikan dari Pemilu kali ini. Siapapun pemenangnya, partai manapun yang akan menjadi juaranya, sesungguhnya perubahan yang akan dirasakan rakyat secara keseluruhan akan sangat kecil. Banyak indikator yang bisa dilihat selama masa kampanye dan sebelum kampanye. hampir semua memang menjanjikan perubahan, tapi hampir tak ada yang menjelaskan apanya yang akan berubah, bagaimana mewujudkan perubahan.

Dibidang Lingkungan Hidup, kecil kemungkinan para elit politik akan bisa membawa perubahan. Selama hampir 9 bulan kampanye (terbuka, tertutup, terselubung, diam-diam, resmi dan tidak resmi), saya nyaris tidak pernah melihat ada partai yang benar-benar mau memperbaiki kualitas lingkungan. Apalagi caleg, nyaris tidak ada yang membaw isu lingkungan. Padahal bencana lingkungan ada di depan mata. Mestinya, para caleg itu bisa memberikan tanggapannya terhadap bencana yang terjadi, dan bagaimana usulannya untuk memperbaiki kalau dia terpilih.

Jadi perubahan apa yang mungkin bisa diharapkan. Paling-paling yang akan terjadi hanya sekedar PERGESERAN orang-orang. Tadinya anggota DPR adalah si A, nanti setelah Pemilu, akan menjadi si B. Kalau sebelum Pemilu, Partai Anu yang dominan, nanti setelah Pemilu, mungkin PartaiPolan yang akan menjadi leading. Business is remaing as usual.

Jadi apa makna Pemilu bagi perbaikan kualitas lingkungan di Indonesia. Berharap akan terjadi perubahan yang berarti, mungkin seperti “jauh panggang dari api”. Mestinya ada caleg dan partai yang membawa perubahan signifikan di bidang lingkungan.

Padahal yang harus disiapkan Indonesia adalah bagaimana mewujudkan “Low carbon society“.  Bagaimana mengajak masyarakat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Banyak yang sudah memahami, what to do, and how to do. Tapi, belum cukup besar dukungan politik untuk memasyarakatkan   “Low carbon society“.

Sampai kapan kitaharus menunggu ???

2 thoughts on “Kamis 9 April 2009, perubahan dari apa ke apa

  1. Saya sependapat dengan apa yang bapak katakan…
    Pertarungan di kancah politik ternyata masih mengambil porsi terbesar di Indonesia…
    Dan masalah lingkungan hanyalah dipandang sebagai masalah apabila sudah banyak yang menjadi korban…
    Sama yang seperti bapak utarakan, seringkali pada saat kampanye, caleg2 berkoar-koar masalah perubahan yang akan dia sajikan pada saat terpilih nanti…Tapi misalnya dia terpilihpun, Don,t know what kind of change that He/She had made…
    Hmmm…sebagai warga negara Indonesia, saya turut mendoakan Indonesia khususnya pada masa2 pemilu ini agar siapapun yang terpilih nanti punya tujuan yang mulia, visi-misi, serta aktualisasi yang jelas…
    Terima kasih.

    Like

  2. Satu yang saya cermati bahwa dari sekian banyak caleg yang ada taidak ada yg membawa isu lingkungan.. sangat disayangkan..

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s