Antisipasi “serangan fajar” dimasa tenang

Seperti biasa sepulang kantor, saya lihat ada sebuah amplop di meja dekat pesawat telepon. Amplop putih dengan tujuan nama dan alamat saya secara lengkap, dikirim melalui pos karena dilengkapi dengan perangko yang cukup. Ketika, saya balik amplopnya tertera nama si pengirim yang beralamatkan Surabaya. Saya tidak mengenal nama pengirim dan tidak tau alamat tersebut. Kalau saja nama pengirim dan nama saya diketik rapi dengan komputer, saya akan berkesimpulan kalau surat seperti itu adalah promosi produk.

Tapi amplop putih yang saya dapat kemarin, sampulnya ditulis dengan tulisan tangan. Jadi saya agak penasaran, apa gerangan isi surat itu. Ternyata isinya adalah sebuah surat yang mengajak untuk memilih calon legislatip DPRD Surabaya dari sebuah partai. Surat itu dilengkapi dengan kurikulum vitae si caleg. Si caleg masih sangat muda, berusia 23 tahun menurut CV nya. Di surat itu dia mengutip pergerakan pemuda mulai dari tahun 1908, sampai 1998. Bahwa pemuda sangat berperan dalam perjuangan bangsa ini. Dari segi peran pemuda itu saya setuju.

Dari segi aturan main kampanye, tentu surat itu sudah melanggar, karena sampai ditangan saya dikala “masa tenang”. Saya tidak mengenal si caleg, partainya adalah partai gurem yang sudah ikut Pemilu tahun 2004. Jadi bukan partai baru.

Kampanye di masa tenang nampaknya banyak dilakukan. Bahkan pada Pemilu dimasa lalu, sering terjadi “Serangan Fajar”, yaitu bagi-bagi sembako atau bagi-bagi uang pada pagi sebelum saat pemungutan suara (pencoblosan kala itu). Pemilu kali ini juga terjadi kampanye terselubung dimasa tenang.

Dua hari lalu pada hari pertama masa tenang, di pagar rumah saya diselipkan lembaran brosur salah satu partai. Tidak tanggung-tanggung, jumlah brosurnya hampir 15 buah. Partai yang iklannya sangat luar biasa banyaknya di media itu meminta mencontreng partai, bukan mencontreng caleg. Agaknya partainya tidak “pede” dengan calegnya, sehinga mengusulkan mencontreng partainya. Kalau saja biaya iklan partai itu dibuat membangun ruangan sekolah, mungkin sudah ribuan ruang kelas yang terbangun. Selama berbulan-bulan partai itu beriklan di TV. Sehingga ada yang bilang namanya PARTAI IKLAN.

5 thoughts on “Antisipasi “serangan fajar” dimasa tenang

  1. Kenapa tidak ada yang kirim amplop seperti itu ke rumah saya ya… ?? Heem..

    Namun, fenomena serangan fajar ini adalah lagu usang dari pemilu ke pemilu berikutnya. Saking usangnya sampai sudah mati rasa melihatnya.

    Tapi setuju pak, jika saja mereka mau memberikan belanja iklan di tipi itu untuk membangun sekolah… alangkah mulianya (namun itu mustahil)

    Like

  2. salah satu bukti kepongahan sang “pejuang”
    menyatakan dirinya pantas meskipun belum ada bukti konkrit yg bisa dirasakan orang lain.

    sudah tau masa tenang, masih aja main mata. gimana klo kepilih besok, ndak deh…

    Like

  3. Syalom,. dimaklumi ajalah seperti, yang penting tidak menghasut yang tdh baik, mungkin kita juga suka terima sms dari caleg atau lembaga lain. yah kita tentukan pilihan kita sendiri. GBU

    Like

  4. Kita yakin rakyat sekarang telah cerdas dan cukup dewasa dalam berdemokrasi, dapat menilai dengan baik Caleg dan partai politik yang akan diberikan hukuman dan penghargaan darinya dibilik suara, nyatanya kita telah dapat melihat hasil pemilu versi quick count, itulah realita suara rakyat..control rakyat dalam money politik…uang diterima tapi jangan harap memilih anda..karena rakyat merasa disogok!!

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s