Unas yang bocor dan dibocorkan

“Pa, tadi disekolah ada teman yang bilang bisa dapat jawaban UNAS”.
“Ah masa’, soalnya saja belum tau kayak apa, kok udah ada jawabannya”.
“Bener lho pa, kalau mau bayar, nanti dikasi kunci jawabannya. Cuma 150 ribu, nanti dikasi kunci jawaban waktu mau ujian”.
Itulah potongan pembicaraan saya dengan anak saya kurang lebih dua bulan lalu. Anak saya Dennis sejak kemarin sampai Kamis ini ikut UNAS.

Dua bulan sebelum UNAS SMP sudah banyak orang yang kasak-kusuk menawarkan kunci jawaban Unas. Provokator yang ingin menyesatkan anak-anak sekolah itu bergerilya ke sekolah-sekolah. Para perusak moral anak-anak ini memanfaatkan situasi psikologis anak dan orang tua yang kebingungan menghadapi Unas. Ada banyak anak yang mungkin tergoda dengan tawaran-tawaran itu. Ada juga orang tua murid yang tidak mau tau lagi, baginya, yang penting anaknya lulus.

Inilah ironi dunia pendidikan kita, dan ironi bangsa. Ditengah keterpurukan dari krisis multi dimensi, sebagian orang memanfaatkan kegelisahan orang tua murid dengan menawarkan kunci jawaban Unas, bahkan dengan harga yang sangat murah. padahal sangat besar kemungkinan kunci jawaban itu adalah palsu. Dengan cara-cara yang licik para penjual kunci jawaban Unas mempengaruhi anak-anak.

Kalau menilik kejadian-tahun-tahun sebelumnya, memang ada kunci jawaban yang benar beredar. Setelah di cek ulang memang kunci jawaban itu sesuai dengan soal-soal Unas. Artinya, memang ada soal Unas yang bocor atau dibocorkan atau dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Anak-anak sekolah dipengaruhi bahwa tahun-tahun sebelumnya juga ada kunci jawaban yang bisa diperjualbelikan.

Sekali anak terjebak membeli kunci jawaban soal, hampir bisa dipastikan, sepanjang hidupnya ia akan menjadi orang yang “terbiasa” curang. Dia tidak akan pernah punya rasa percaya diri. Seterusnya ia akan berusaha “membeli” apa saja dengan cara yang tidak terpuji untuk mendapatkan hasil yang ia inginkan. Anak SD, anak SMP yang dijebak menjadi korban penyesat ini, ibarat terkena narkoba. Terjebak, dan tak bisa keluar dari situasi yang buruk. Inilah akibat ulah segelintir orang yang demi mendapatkan sedikit uang, mau mengorbankan anak didik bangsa.

**
Kalau dilihat persiapan Unas, distribusi soal ujian dikawal oleh polisi mulai dari saat pembuatan soal, sampai pelaksanaan Unas di sekolah-sekolah. Pengawalan pelaksanaan Unas oleh polisi sebenarnya adalah cerminan dari bobroknya sistem pendidikan. Guru dan institusi pendidikan tidak lagi dipercaya untuk dapat melaksanakan Unas tanpa bocor. Padahal guru dan institusi pendidikan semestinya adalah “bagian terdepan” dalam menjaga kepercayaan pelaksanaan Unas.

Pada masyarakat yang menghargai peradaban, soal ujian mestinya tak perlu disegel untuk menjamin kerahasiaan dan tidak bocor. Masyarakat beradab tinggi mestinya cukup bisa menahan diri untuk tidak melakukan kecurangan dalam ujian. Tidak diperlukan pengawalan polisi untuk menjaga soal jangan bocor.

Saya jadi tak habis pikir, begitu rendahnya kah sistem masyarakat kita, sehingga soal ujian harus dikawal polisi sampai ke dalam kelas ??. Oh Tuhan, ampuni kami yang sudah jauh tersesat ini.

2 thoughts on “Unas yang bocor dan dibocorkan

  1. bibit2 ketidakjujuran secara sengaja maupun tidak sengaja diajarkan di lembaga pendidikan, membocorkan kunci jawaban contoh nyata setiap tahun, ironisnya dilakukan oleh para pendidik yang nota bene org yg memberikan teladan bagi anak didiknya.
    Nanti, ketidakjujuran itu akan terbawa terus pada mental generasi penerus bangsa, ketika mereka bersempatan memimpin negeri ini.

    Like

  2. Realitas yang sungguh mengenaskan.
    Saya setuju kata bapak, bangsa yang beradap tinggi punya budaya malu dan menjaga kelakuan tetap bersih.

    Masih jauh rasanya bangsa ini dari hal tersebut… tapi saya berusaha mulai dari diri sendiri. Berusaha selalu mendengarkan nurani, karena ialah penjaga hati.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s