“Hacking” virus flu babi dengan Antivirus

Sekitar satu dekade yang lalu dunia dikagetkan dengan penyebaran virus berbahaya dari Afrika, yang disebut “Ebola“. Ketika itu, banyak negara yang panik dan kebingungan karena penyebaran virus Ebola yang sangat cepat. Amerika panik, karena konon virus itu berjangkit sampai ke negeri Paman Sam itu.

Kepanikan berbagai pihak atas penyebaran virus Ebola, yang berasal dari kera, cukup beralasan. Korban yang dilaporkan tewas akibat virus Ebola cukup banyak. Kepanikan menghadapi virus Ebola, bahkan menjadi inspirasi bagi pembuatan sebuah film di Hollywood. Dalam film Hollywood tsb (saya lupa judulnya), digambarkan kepanikan luar biasa yang terjadi di Amerika.

Beberapa tahun kemudian, terjadi lagi virus yang juga menggemparkan dari Cina. Virus SARS, secara cepat mengambil banyak korban. Virus ini dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru. Korban-korban virus SARS berjatuhan di beberapa negara. Meski tidak semua korban sampai tewas, tapi wabah virus SARS menguras banyak tenaga, enerji dan uang.

Belum lepas dari virus SARS, muncul lagi virus Flu Burung (Avian Flu, H5N1) yang tak kalah berbahaya. Korban berjatuhan di banyak negara. Indonesia salah satu negara yang sudah terjangkit flu burung. Korban sudah jatuh, meski berbagai upaya pencegahan dan pengendalian dilakukan. Merebaknya serangan flu burung di Indonesia membuat instansi Departemen Kesehatan kelabakan.

Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari sampai menulis buku yang menuding bahwa wabah flu burung adalah hasil “rekayasa” dari pihak-pihak tertentu untuk menangguk untung. Tudingan Menteri Kesehatan itu tentulah tidak main-main. Sayangnya Menteri Kesehatan nampaknya masih belum menindaklanjuti tudingan itu dengan upaya hukum. Kalau Siti Fadilah Supari benar-benar mau berjuang, maka jalur yang paling tapat adalah kalau membawa persoalan itu ke ranah hukum.

Sekarang, di akhir bulan April 2009, Meksiko menggegerkan dunia dengan berkembangnya Virus flu babi (H1N1). Konon virus flu babi jauh lebih berbahaya dari flu burung. Hampir seluruh wilayah dunia sekarang sedang gencar bahkan panik dengan penyebaran flu babi. Indonesia juga sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan.

***
Penyebaran virus, apakah virus flu SARS, flu burung dan flu babi, biasanya deiatasi dengan pemberian vaksin kepada korban yang sudah tertular, maupun upaya pencegahan bagi yang belum tertular. Sistim kerja vaksin alias antivirus flu burung, hampir sama dengan sistim kerja antivirus komputer.

Kalau mencermati analogi virus komputer, maka upaya penggunaan antivirus atau vaksin adalah ibarat kejar-kejaran yang tak kunjung selesai seperti yang dilakukan oleh tikus hampster berlari di lingkaran. Sang hampster tak pernah berhenti berlari dalam lingkaran sampai ia kelelahan. Virus komputer menyebar sangat cepat ke seluruh jaringan komputer. Penyebaran virus nyaris tak dapat dibendung. Yang dapat dilakukan hanyalah memperbaharui antivirus setiap saat. Virus dan antivirus komputer adalah hasil “kerja” para “hacker“. Ada hacker yang positif, ada hacker yang negatif.

Kalaulah analogi virus komputer sama dengan virus flu burung dan flu babi, maka virus ini akan menyebar tak terhindarkan. Meski kemudian nanti ditemukan vaksin untuk flu babi. Maka dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada virus baru. Bisa jadi nantinya adalah virus ikan, virus buah, virus sayur dan virus antah berantah. Kalau virus flu babi adalah hasil kerja hacker medis“, maka ini adalah kejahatan kemanusiaan yang sangat kejam. Karena itu perlu diupayakan langkah-langkah hukum untuk menindak para “hacker medis” tersebut.

2 thoughts on ““Hacking” virus flu babi dengan Antivirus

  1. untuk kepentingan bisnis, kdng menggunakan cara yg sangat kejam. Perang sengaja dibiarkan, agar pabrik senjata ttp berproduksi, dmkn jg dengan virus2 yg menyebar ke seluruh dunia… flu burung, flu babi ntar ada flu gajah

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s