Pengacara Antasari Azhar dan “pertemuan” Kebayoran

Saya sesungguhnya tidak berminat mengupas soal kasus Antasari yang sedang ditahan karena diduga tersangkut pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Kasus itu sendiri spepertinya masih belum jelas akan bergulir kemana, banyak kemungkinan yang akan terjadi. Tapi pernyataan pengacara Antasari (Ari Yusuf Amir) di TV One tgl 5 Mei 2009, pada acara “Kabar Petang” TV One, sungguh ingin menyesatkan opini publik.

Saya menyebut ingin menyesatkan publik, karena pengacara itu ingin membulak-balik persoalan sesuai keinginannya. Supaya agak sedikit jelas ceritanya kurang lebih begini. Anchor TV One (TVO) bertanya kepada Ari Yusuf Amir (AYA).

TVO: “Apakah betul pak AA bertemu dengan gadis Rani Juliani (RJ) di hotel dibilangan Kebayoran.?”
AYA: “Memang ada pertemuan itu, tapi jangan dilihat secara sepotong-sepotong. Masalah itu harus dilihat secara utuh”.
TVO: “Maksudnya bagaimana pak?”.
AYA: ” Pak AA dijebak untuk menghancurkan karirnya”.
TVO: “Tapi bagaimana kok RJ ketemu AA di kamar hotel?”.
AYA: “Kebetulan pak AA sedang ada di hotel itu, lalu ditelepon oleh RJ untuk ketemu”.
TVO: “Apakah sebegitu mudahnya untuk minta pak AA ketemu dikamar hotel? oleh seorang gadis caddy yang menawarkan asuransi.”
AYA: ” Pak AA itu kan ketua KPK, jadi harus terbuka terhadap semua orang”.

Potongan wawancara TVOne itu tidak bisa saya tulis lengkap, karena saya tidak sempat merekam. Tapi apa yang dilakukan oleh pengacara Antasari Ashar, sepertinya merupakan upaya pembelokan opini dan pembelokan masalah.

Menurut “aturan main” KPK, seorang pejabat atau staf KPK tidak boleh bertemu dengan seseorang di tempat umum seperti hotel, restoran dll. Seorang staf atau pejabat KPK juga tidak boleh menerima tawaran makan, atau sejenisnya dari pihak lain. Hal itu termasuk kategori “gratifikasi”.

Jadi sangat tidak masuk akal kalau seorang Ketua KPK sampai mau datang ke kamar hanya karena ditelepon oleh sorang caddy, kalau tidak ada “apa-apanya”. Kecuali pengacara AYA mau mengatakan bahwa ketentuan Gratifikasi tidak berlaku bagi Antasari Azhar, atau dengan kata lain, Antasari Azhar kebal hukum. Apakah “aturan main” gratifikasi yang diagung-agungkan oleh KPK itu hanya berlaku untuk orang lain, dan tidak berlaku untuk Antasari Azhar ??.

Pengacara itu mengatakan kalau Antasari Azhar dijebak oleh suatu konspirasi jahat yang menghancurkan. Tapi yang terjadi sekarang adalah pengacara itu ingin mengacau opini publik dengan pernyataan yang membingungkan dan menyesatkan. Mungkin ini salah satu “strategi” pengacara untuk membela kliennya dengan “mengobok-obok” opini di mas media. Mereka yang mengklaim sebagai pembela kebenaran, tapi malahan secara sengaja membolak-balik dan menyesatkan “kebenaran” sesuai tujuan sempitnya.

Ya ampun, mau kemana kita ini …

4 thoughts on “Pengacara Antasari Azhar dan “pertemuan” Kebayoran

  1. saya cuma menunggu agar kejadian sebenernya cepat terungkap..
    soal pengacara itu… sulit komentarnya…
    tapi ya sudah mengendus ada pembodohan publik sich..

    Like

  2. mari kita berpikiran jernih ,jangan berprasangka kuarang baik terhadap sesama yang menghadapi masalah okkkk

    Like

  3. rekan-rekan sekalian…

    orang bodohpun tahu kalau pak antasari azhar itu DIJEBAK! Istilahnya, pak antasari sedang “digiring” ke pinggir jurang, dan dia tidak menyadari hal itu. Kalau saya sih ngeliatnya kayak film-film hollywood..he..he..

    Motifnya bisa aja sakit ati, bayangin aja..udah berapa banyak pejabat-pejabat yang udah dibongkar borok-boroknya selama kepemimpinan antasari di KPK. “Orang jahat,banyak dosanya…..orang baik, banyak musuhnya..”

    moga pak antasari bisa tabah dalam menghadapi ujian ini…percayalah kebenaran tidak akan mungkin dapat dihilangkan, dan pasti akan muncul..

    Like

  4. Menurut liputan detik.com dan Metro TV, “pertemuan’ itu adalah di kamar 808 Hotel Gran Mahakam. Metro TV menampilkan ruangan 808, yang merupakan “suite room” yang mempunyai “ruang rapat”, mezanine, dan kamar tidur. (Ada kemungkinan kamar itu adalah “Presidential Suite” Gran Mahakam).

    Lebih aneh lagi, kalau Rani, seorang alumi caddy “mampu” menyewa sebuah (presidential) suite room hanya untuk “menawarkan produk asuransi”.

    Weleh..weleeehh… weleeehhh…
    Apa hubungan semua itu.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s