“Down sizing cost” deklarasi di Bantar Gebang, untuk apa ?, simpati masyarakat ??

Sebuah stasiun TV melaporkan bahwa deklarasi pasangan Calon Presiden -Wakil Presiden, Megawati-Prabowo menghabiskan biaya sekitar Rp. 412 juta. Stasiun TV mengutip ucapan salah seorang Tim Sukses Mega-Pro. Deklarasi yang dilangsungkan di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi direncanakan dihadiri 10.000 orang. Stasiun TV tersebut metayangkan gambar-gambar persiapan yang memperlihatkan pemadatan lapangan dengan alat berat, penyiapan panggung dan pemadatan tanah untuk jalan. Saya agak sulit mempercayai, bahwa biaya deklarasi itu “cuma” 412 juta rupiah saja.

Saya jadi tergelitik untuk secara sederhana menghitung “matematika” tentang angka-angka yang dinyatakan tersebut. Saya menduga ada yang tidak konsisten antara dua nilai yang disebutkan, yaitu 10.000 orang peserta dengan biaya Rp.412 juta. Kalau kedua nilai itu tidak konsisten, berarti salah satu diantara angka itu ada yang salah, atau boleh jadi kedua angka itu sama-sama salah.

Kalau benar peserta deklarasi itu berjumlah 10.000 orang, atau setidaknya direncanakan akan dihadiri oleh sebanyak itu, maka dibutuhkan suatu lapangan terbuka yang cukup luas. Untuk bisa menampung sebanyak 10.000 orang berbaris rapi dalam suatu upacara di lapangan terbuka, minimal dibutuhkan lapangan seluas dua kali lapangan sepakbola, atau sekitar 20.000 meter persegi (2 hektar). Lapangan seluas itu untuk peserta berbaris dan untuk panggung serta ruang terbuka antara peserta dengan panggung.

Menurut salah satu koran terbitan Senin 25 Mei, peserta deklarasi itu “konon” hampir 50.000 orang. Wah banyak sekali. Rasanya lapangan seluas 2 hektar tidak mungkin bisa menampung massa sebanyak itu.

Saya pernah mengunjungi tempat pengolahan sampah TPA Bantar Gebang, di Bekasi. Dalam kondisi “normal”, tidak ada lahan seluas 2 hektar yang sudah siap digunakan untuk sebuah tempat “upacara” yang berupa lapangan. Di lokasi TPA itu yang ada adalah beberapa “bukit sampah“. Itulah sebabnya panitia deklarasi terpaksa menyiapkan lapangan dengan menguruk tanah.

Dalam tayangan stasiun TV, terlihat alat-alat berat seperti bulldozer dan alat pemadat tanah hilir mudik menyiapkan lapangan. Agak sulit melihat melalui tayangan TV, luas yang sesungguhnya lahan yang dipakai untuk acara itu.

Jenis tanah di TPA Bantar Gebang, sangat liat, dan bila terkena air karena hujan, menjadi becek. Karena itulah lapangan yang dipersiapkan ditimbun dengan campuran pasir-batu (sirtu). Kalau ketebalan lapisan “sirtu” sekitar 5 sentimeter saja, maka untuk lapangan seluas 20.000 meter persegi dibutuhkan sejumlah 1.000 meter kubik sirtu. Kalau harga material sirtu (ditempat) per meter kubik sebesar Rp. 100.000,-. Maka untuk menyediakan sirtu penutup lapangan menghabiskan Rp.100 juta. Kalau ketebalan “sirtu” mencapai 10 sentimeter, maka biaya pengurukan menjadi dua kali lipat.

Untuk meratakan sirtu sejumlah 1.000 meter kubik, setidaknya dibutuhkan 2 buah bulldozer dan sebuah pemadat yang bekerja selama 2 hari. kalau sewa buldozer per hari sekitar Rp. 3 juta, maka untuk dua buah buldozer selama 2 hari dibutuhkan biaya Rp. 12 juta. Anggaplah sewa alat berat pemadat dan buldozer, nilainya sama, maka untuk sewa pemadat dibutuhkan Rp 6 juta untuk dua hari. Jadi total sewa alat berat menjadi Rp. 18 juta.

Kalau diperhatikan tayangan stasiun TV, panggung yang disiapkan cukup besar, yaitu panggung yang biasa digunakan untuk pertunjukan konser musik di lapangan terbuka. Tentulah deklarasi Capres-Cawapres akan dilengkapi dengan hiburan musik panggung. Biaya sewa panggung berukuran sedemikian, anggaplah setidaknya dibanderoli Rp. 12 juta untuk sewa selama 8 jam.

Menurut berita, peserta deklarasi adalah “masyarakat kecil” seperti buruh, petani, pedagang pasar dan lain sebagainya. Tentu untuk mengerahkan mereka datang ke lokasi deklarasi dibutuhkan alat pengangkutan. Tidak realistis mengundang kelompok “kurang mampu” masyarakat itu, dan disuruh membiayai sendiri. Anggap saja mereka yang membutuhkan angkutan sebanyak 8.000 orang, dan sisanya 2.000 lagi datang dengan kendaraan sendiri, karena mereka golongan “mampu”. Untuk mendatangkan 8.000 orang, setidaknya dibutuhkan sejumlah 160 buah bis berkapasitas tempat duduk 50. Anggaplah sewa bis sekali untuk 4-8 jam setidaknya Rp. 1,5 juta per unit (harga minimum daerah Jakarta). Maka total biaya angkutan bis adalah kurang lebih Rp. 240 juta. Kalau yang hadir deklarasi jumlahnya 50.000 orang, dan separuhnya menggunakan bis, maka jumlah bis untuk 25.000 orang menjadi 3 kali dari hitungan diatas, yaitu mencapai hampir Rp. 720 juta.

Tentulah panggung harus dilengkapi dengan sound system yang bisa untuk peserta 10.000 orang. Biaya sewa sound system yang baik, bisa agak mahal. Kalau sound system tidak berdaya besar, maka acara menjadi tidak terdengar oleh peserta sebanyak itu.

Jadi kalau dihitung-hitung biaya deklarasi bisa berkisar dari Rp.500 juta sampai Rp. 1,5 milyar, tergantung dari kebenaran jumlah peserta yang datang ke Bantar Gebang. Boleh jadi biaya sebesar itu ditanggung bersama oleh berbagai pihak. Tapi ongkos perhelatan itu tidak mungkin cuma Rp.412 juta.

Perkiraan diatas belum menghitung berapa pendapatan para peserta yang hilang karena meninggalkan pekerjaan mereka selama hampir sehari. Para pemulung di TPA Bantar Gebang, terpaksa banyak yang tidak bisa mencari nafkah karena kesibukan di TPA bantar Gebang.

Buruh akan kehilangan penghasilan selama sehari. Kalau rata=rata penghasilan buruh sehari di sekitar Jabotabek adalah Rp. 50.000, maka bila ada 1.000 orang buruh yang hadir, penghasilan yang hilang sudah mencapai Rp. 50 juta. Para pedagang pasar juga banyak yang ikut acara deklarasi, mereka juga tidak bisa berjualan untuk sementara.

Hitungan-hitungan, masih bisa diperpanjang. Yang penting adalah bahwa pernyataan yang mengatakan biaya deklarasi cuma Rp. 412 juta, rasanya jauh dari kebenaran.

3 thoughts on ““Down sizing cost” deklarasi di Bantar Gebang, untuk apa ?, simpati masyarakat ??

  1. saya sempat mempertanyakan soal biaya itu…
    bener2 kepikiran
    tapi saya memang ndak jago matematika seperti bapak
    yang benaran dihitungiiin !!

    Salut sekaligus terima kasih😉
    menjawab penasaran saya….

    jika jumlah org benar… heeem byk sekali ya dana deklarasi itu…
    alamaaak !! Bikin bisnis bisa jalan setahun tuuuch !

    Like

  2. setuju pak togar, sy juga bingung kenapa dana deklarasinya cuma 412jt, sehari sebelumnya sy lihat di tv7, reporternya bilang dana deklarasi habis 900jt, 400jt utk konsumsi, 400jt untuk panggung, 100juta utk menutup tanah bekas sampah.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s