Unggul di pengurangan sampah di sumber, Surabaya raih Adipura

Surabaya mendapatkan satu lagi kado ulang tahun , yaitu berhasil meraih penghargaan Adipura 2009. Meski penghargaan Adipura bukanlah tujuan dan target kota Surabaya, tetapi dengan anugerah Adipura, setidaknya upaya warga Surabaya bisa menunjukkan seberapa besar kepedulian warga kota.

Undang-Undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, mewajibkan setiap orang untuk melakukan pengelolaan sampah. Pengelolaan yang dimaksud dalam undang-undang itu termasuk pengurangan, pemilahan, pemanfaatan kembali (daur ulang), dan pengolahan akhir. Implikasi dari pengelolaan sampah sebagaimana yang dimaksudkan oleh undang-undang tersebut diterapkan dalam penilaian Adipura tahun 2008-2009 sebagai salah satu komponen yang mempunyai bobot tinggi.

Untuk kota Surabaya, pemilahan sampah dan pengurangan di sumber sudah dilakukan secara intens. Agenda tahunan Surabaya Green Clean adalah puncak kepedulian warga kota dalam pengelolaan sampah. Sehingga ketika tim penilai Adipura melakukan penilaian di Surabaya, penilai sangat puas menyaksikan kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan warga di wilayah masing-masing.

Teknis Penilaian Adipura

Sesungguhnya, proses dan teknis penilaian Adipura, tidaklah mudah, terutama untuk kota-kota besar seperti Surabaya. Kriteria penilaian sudah disusun sedemikian rupa, sehingga subyektifitas penilaian, ditekan sekecil mungkin. Penilaian didasarkan pada sejumlah komponen yang harus di beri bobot dan skor. Misalnya, pengoperasian TPA mempunyai bobot yang cukup tinggi. Demikian juga pemilahan dan daur ulang sampah.

Masing-masing komponen dinilai berdasarkan beberapa unsur atau sub komponen. Tiap sub komponen dinilai dengan skor dari nilai terrendah = 0 dan nilai tertinggi = 100. Sebagai contoh, komponen jalan yang dinilai meliputi : badan jalan,  median jalan (dapat berupa taman atau batas pemisah permanen), dan daerah milik jalan termasuk saluran tepi jalan dan “kegiatan” di daerah milik jalan seperti PKL (pedagang kaki lima). Unsur yang dinilai adalah kebersihan dan keteduhan.

Bila badan  jalan cukup bersih, tapi saluran tepi jalannya dipenuhi sampah, maka nilainya termasuk kategori jelek. Begitu pula bila median jalan dipenuhi sampah dan tidak ada pohon peneduh, maka nilainya juga jelek, yaitu nilai dibawah 45. Untuk mencapai nilai baik, yaitu diatas 70, suatu lokasi jalan yang dinilai, maka jalan harus benar-benar bersih, trotoir juga bebas dari sampah trotoir, tidak ada gulma dan sampah di saluran tepi jalan, kalau ada PKL, maka PKLnya tertata dengan rapi dan baik, dan dilengkapi dengan pohon peneduh yang rapi.

Untuk mencapai nilai sangat baik, yaitu diatas 81, maka jalan dan seluruh unsurnya harus mempunyai nilai estetika yang tinggi. Misalnya pohon nya terawat, mediannya dilengkapi dengan pohon dan tanaman yang sesuai dan selaras. Jalan dilengkapi marka dan rambu yang baik. Terdapat tempat-tempat penampungan sampah sementara.  Sarana dan prasarana jalan tidak ada yang cacat.

Untuk Surabaya, selain komponen jalan, ada 16 komponen keseluruhan yang dinilai, termasuk pasar, pertokoan, sekolah, rumah sakit, perkantoran, perairan terbuka, pelabuhan, stasiun, rumah sakit, puskesmas, pantai, perumahan, taman, hutan kota, TPA. Selama beberapa tahun terakhir, komponen yang mendapatkan nilai terendah adalah pasar.

Di Surabaya, jumlah pasar tradisional yang dinilai untuk Adipura kurang lebih 20 lokasi pasar.  Banyak pasar yang nilai keseluruhan untuk satu lokasi pasar tidak mencapai 50. Hal itu karena kondisi sarana dan prasarana pasar yang kurang baik, serta kebiasaan pedagang pasar yang kurang bersih. Kalau saja komponen pasar secara rata-rata bisa mencapai nilai 60-65, maka nilai keseluruhan untuk Surabaya akan menjadi jauh lebih tinggi. (Tantangan bagi jajaran Direksi PD Pasar Surabaya untuk menjadikan pasar tempat yang bersih).

Jadi kalau Surabaya dianugerahi Adipura, hal tersebut sudah merupakan suatu pencapaian yang tinggi mengingat banyaknya komponen yang dinilai.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s