Global city indicator, sebuah permulaan dari perjalanan panjang

Tuntutan akan akuntabilitas, menjadikan perlunya suatu indikator yang menunjukkan kinerja suatu kota. Tuntutan itu di respon oleh World Bank dengan mengambil inisiatif dengan memperkenalkan Global City Incicator Facility, serta melakukan serangkaian pengkajian. Program ini mencoba memberikan ukuran penilaian terhadap kemajuan kota dari waktu ke waktu.

World Bank mengkaji dan melaksanakan proyek percontohan pengembangan global city indicator program di beberapa kota di Asia dan Amerika Latin. Agar program tersosialisasikan lebih luas di Asia, World bank mengadakan workshop di Tokyo 22 Juni 2009.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

           Workshop bertujuan untuk mengajak kota-kota di Asia untuk bersama-sama mengembangkan sistem indikator kinerja perkotaan terutama untuk indikator gas rumah kaca. Tujuan akhir adalah mengajak kota-kota di Asian menjadi kota rendah emisi karbon (Low Carbon Cities) melalui pengembangan sistem indikator perkotaan untuk gas rumah kaca (City Green House Inddicator). Kota-kota Asia yang diundang dalam workshop tersebut adalah Surabaya dan Bogor dari Indonesia, Urayasu dari Metropolitan Tokyo, Jepang, kota Haipong, Vietnam dan beberapa lembaga internasional dari Jepang.

 

        The Global City Indicators Facility (GCIF) adalah sebuah lembaga internasional yang bekerja memfasilitasi kota-kota untuk mengukur dan melaporkan serta meningkatkan kinerja dengan memperkenalkan indikator kinerja (performance indicators) skala kota yang dikenal luas secara global (internasional).  Lembaga ini didukung oleh  Bank Dunia (the World Bank), dan saat ini operasional sekretariatnya dilaksanakan oleh University of Toronto, Canada.

 

        Hingga saat ini, sudah ada 21 kota di seluruh dunia di negara Columbia, Brazil, the United States, Canada, Iran, Jordan, United Arab Emirates, Italy, South Africa, Nigeria, and India, yang menjadi anggota dari GCIF. Banyak kota-kota lain di dunia, saat ini sedang dalam proses menjadi anggota dan menjalin network dengan GCIF.

 

        Pengembangan indikator kinerja perkotaan global (Global City Indicators Program) dimaksudkan untuk mendapatkan kesefahaman tentang penilaian kinerja perkotaan yang dapat diberlakukan secara global. Dengan demikian, diharapkan ada pemahaman yang sama tentang metoda penilaian kinerja perkotaan. Meski demikian, GCIF tidak bermaksud untuk membandingkan kinerja antara satu kota dengan kota lainnya, dan GCIF juga tidak bermaksud untuk melakukan ranking (urutan kinerja) atas kota-kota. Sebaliknya GCIF bermaksud agar masing-masing kota membandingkan kemajuan indikatornya sendiri dari waktu ke waktu.

 

        Untuk saat ini, indikator kinerja perkotaan yang dikembangkan oleh GCIF masih bersifat umum. Karenanya GCIF mengharapkan masukan dari masing-masing kota yang menjadi anggota GCIF. Selain itu, kota-kota yang sudah mengembangkan indikator kinerja diharapkan dapat mengembangkan lebih lanjut.  Indikator kinerja perkotaan global, tidak hanya sebatas statistik, tetapi indikator yang mencerminkan kemjuan (progres) dan perkembangan kota secara keseluruhan.

 

         Kota Surabaya (Ka-BLH) mempresentasikan tentang indikator program yang ada pada RPJMD Kota Surabaya 2006-2010.  Indikator kinerja pada RPJM kota Surabaya, memang belum sepenuhnya merupakan indikator perkotaan seperti yang diharapkan oleh GCIF, karena indikator kinerja RPJMD terbatas pada penilaian pencapaian APBD. Sementara GCIF menilai indikator perkotaan dalam skala yang lebih luas, yang mencerminkan perkembangan kota secara menyeluruh.

 

        Pada kesempatan workshop ini GCIF mengundang kota Surabaya untuk menjadi anggota GCIF, sehingga bersama-sama dengan anggota GCIF lainnya dapat meberikan kontribusi lebih banyak pada GCIF. Untuk menjadi anggota GCIF tidak dipungut biaya.

 

         Untuk mengetahui informasi lebih lanjut silahkan klik website GCIF, kalau berminat menjadi anggota, kirim email ke gcifcoordinator@daniels.utotronto.ca;  atau menghubungi Ms. Helen Ng, PhD.  di Helen.Ng@daniels.utoronto.ca

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s