Ledakan super dahsyat Danau Toba bersamaan dengan siklus jaman es (ice-age) ??

Sebuah artikel di website ScienceNow mengatakan bahwa ada kemungkinan jaman es yang terjadi ribuan tahun lalu adalah akibat dari beberapa peristiwa yang terjadi secara bersamaan. Sejumlah ahli mengatakan bahwa ledakan super dahsyat yang membentuk Danau Toba 74.000 tahun lalu, secara bersamaan dengan siklus terjadinya jaman es, sehingga menimbulkan jaman es yang sangat drastis.

Menurut sejumlah ahli, terbentuknya Danau Toba (klik disini) adalah dikarenakan ledakan super dahsyat sekitar 74.000 tahun lampau. Ledakan itu sedemikian hebat sehingga awan ledakan menutupi hampir seluruh permukaan bumi selama beberapa waktu. Akibatnya sinar matahari tidak dapat dapat menembus permukaan bumi, sehingga temperatur bumi menurun cukup besar. Inilah yang disebut dengan jaman es, atau kebalikan dari global warming.

Sebuah artikel yang dirilis 7 Juli oleh ScienceNow menyatakan bahwa proses penurunan temperatur bumi akibat ledakan gungun Danau Toba bersamaan dengan siklus alam 1.000 tahunan terjadinya jaman es. Para peneliti di University of New Brunswick, New Jersey, memperkirakan bahwa  ada siklus alam yang menjadikan penurunan temperatur bumi setiap 1000 tahun. Kejadian ledakan super dahsyat gunung Danau Toba diperkirakan bersamaan dengan siklus itu sehingga terjadi penurunan temperatur yang sangat besar.

Elen Mosley-Thompsom dari Ohio University bahkan mengatakan, kemungkinan penurunan temperatur sanagat besar dipengaruhi siklus itu.

“The results virtually eliminate mega volcanic eruptions as one of the key drivers of global-scale glaciation,” says climatologist Ellen Mosley-Thompson of Ohio State University in Columbus, who was not involved in the study. So, paleoclimatologists should focus on more likely climate coolers, she says, such as changes in ocean circulation or cyclical variations in Earth’s orbit around the sun.

Perkiraan University of New Brunswick, agak berbeda dengan analisa DR. Rampino dari University of New York, dan Zielinski dari University of New Hampshire. Kedua ahli terakhir meyakini bahwa ledakan Danau Toba telah menjadikan jaman es yang merubah kondisi bumi ribuan tahun lalu.

Jika saat ini terjadi ledakan luar biasa besar, maka akibatnya bisa terjadi penurunan temperatur bumi, bila ledakan itu sampai menutupi atsmosfir sehingga sinar matahari tidak bisa sampai ke bumi. Para ahli tersebut nampaknya membuat analisa andai-andai, bagaimana jika terjadi kebalikan dari proses global warming yang sekarang. Para ahli menyusun berbagai teori tentang jaman es, disisi lain, sejumlah ahli menyusun teori tentang global warming.

Akan tetapi teori bahwa jaman es akan terjadi lagi dimasa depan, nampaknya belum cukup diyakini oleh banyak orang. Meski begitu, seandainya terjadi penurunan temperatur bumi secara mendadak, hal itu akan menjadi malapetaka bagi kehidupan mahluk di muka bumi. Dari segi teori kemungkinan, terjadinya jaman es dimasa datang atau global warming, tetaplah menjadi fenomena yang patut dicermati.

Untuk artikel orisinil ScienceNow, silahkan klik disini.

==================================================

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s