Kapan saatnya sustainable urban retrofitting diterapkan di Indonesia ??

Kota-kota yang sudah maju, terutama yang sistem infrastrukurnya sudah baik, pada umumnya dibangun puluhan tahun berselang. Pada waktu itu sebagian besar sistim infrastruktur dan fasilitas perkotaan termasuk properti perkotaan dirancang tanpa memperhatikan keberlanjutan kota dari segi lingkungan.

Kota Tokyo misalnya, dalam beberapa dekade terakhir dibangun sedemikian rupa, sehingga sistem transportasinya dianggap cukup baik. Integrasi moda transportasi dirancang dengan baik, sehingga dari segi transportasi, banyak pihak mengakui bahwa sistem transportasi kota metropolitan Tokyo, termasuk paling efisien di dunia.  Di Tokyo, sejumlah kereta api lokal, regional, long distance, dilengkapi dengan subway bahkan juga monorail. Sistem transportasi itu umumnya menggunakan listrik sebagai sumber enerji.

Gedung-gedung pencakar langit dibangun pada era kejayaan Jepang setelah perang dunia kedua hingga hari ini. Jumlahnya sangat banyak. Perancangan gedung-gedung itu pada umumnya belum mempertimbangkan penghematan air dan penghematan enerji. Demikian pula rancang bangun infrastruktur dan sarana pendukungnya masih belum mempertimbangkan penghematan yang terstruktur.

Kini dengan semakin derasnya tuntutan terhadap kepedulian lingkungan, banyak orang mulai mempertanyakan keberlanjutan sistim infrastruktur. Kota-kota di negara maju, saat ini mulai menyiapkan sistim penghematan enerji dan air secara terstruktur. Sebagian besar kota-kota modern sedang menyiapkan aturan perundang-undangan dan guidlines tentang retrofitting sarana kota. Dengan aturan itu ditetapkan target-target pencapaian penghematan enerji dengan menarapkan bangunan dan sarana yang ramah lingkungan dan hemat enerji.

Salah seorang pakar lingkungan hidup dari Jepang, Prof. Dr. Hidefumi Imura, dari  Nagoya University, Department of Urban Environmental Studies, mengatakan bahwa kota-kota di Jepang saat ini sedang mengembangkan instrumen insentif bagi properti yang merehabilitasi bangunannya menjadi hemat enerji dan hemat air. Insentif tersebut akan diatur dalam suatu Building Code, atau semacam Peraturan Daerah.  Prof. Imura mengatakan hal itu ketika saya berkesempatan berdiskusi dengan beliau pada workshop Global City Indicator Program di Tokyo tgl 22 Juni 2009. Kota-kota di Wales, Inggris dan California juga sudah mengembangkan sistem instrumen penghematan enerji dan ramah lingkungan.

Pengembangan instrumen insentif untuk sustainability seperti di Wales, California dan Jepang itu adalah bagian dari apa yang disebut sebagai urban retrofitting for environmental sustainability. Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, menuntut perlunya sarana kelembagaan termasuk peraturan dan pedoman teknis pelaksanaan. Berbarengan dengan itu, langkah-langkah praktis di masyarakat tetap harus ditingkatkan untuk melestarikan lingkungan.

Dalam konteks Indonesia, urban retrofitting belum dilakukan secara sistematis. Wacana sudah banyak dikembangkan, tetapi kegiatan nyata untuk mewujudkannya masih bersifat sporadis. Indikator yang mudah dilihat adalah belum adanya suatu panduan teknis pelaksanaan urban retrofitting. Apalagi aturan dan aspek legal, masih jauh panggang dari api. Padahal, untuk hal semacam ini, kota-kota di Indonesia, semestinya sudah harus menyiapkan instrumen pelaksanaan.

Gerakan masyarakat untuk keberlanjutan lingkungan sudah cukup banyak dilakukan. Gerakan-gerakan itu perlu dukungan legal dan perlu panduan teknis agar kegiatan masyarakat bisa terintegrasi dan membawa manfaat yang lebih nyata. Para pengambil keputusan di tingkat strategis dan tingkat praktis, harus mau memberikan perhatian dan komitmen sungguh-sungguh. Jangan sampai pada suatu saat masyarakat sangat antusias, tapi karena arahan dan panduan yang tidak ada, gairah masyarakat malah jadi berbalik arah.

Baca juga artikel dari Haley Paul, tentang urban retrofitting.

One thought on “Kapan saatnya sustainable urban retrofitting diterapkan di Indonesia ??

  1. Saat ini sedang dibuat kajian upaya mewujudkan Kota Jakarta yang berkelanjtan pak. Smoga saja, nantinya juga bisa terealisasi .. tidak hanya kajian semata ^^;

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s