Manusia pengecut biadab, bisanya cuma ngebom dan kabur

Bom meledak lagi di Kuningan, Indonesia tercabik. Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban. Semoga korban yang masih dirawat, segera disembuhkan luka badannya, dan Tuhan memberi kedamaian kepada mereka. Kiranya Tuhan menguatkan keluarga yang berduka, dan dapat melewati masa yang sulit ini.

Tidak banyak yang bisa dikatakan, alias “speechless” melihat kenyataan bahwa ada lagi bom meledak. Bangsa dan rakyat yang sudah terpuruk karena krisis keuangan global, diperparah dengan bom yang merenggut nyawa manusia yang tak berdosa. Korban manusia terbunuh dan luka-luka, kepercayaan Internasional kepada Indonesia turun ke titik terendah. Krisis ekonomi Indonesia akan semakin buruk. Rakyat miskin akan semakin tambah miskin.

***
Sulit menuliskan rasa kekecewaan yang amat sangat menyaksikan kenyataan teror bom di Jakarta Jumat pagi. Apa yang ada dibenak kelompok teroris pelaku bom itu. Selain pelaku lapangan, kelompok itu mesti ada pengawasnya, perancang kegiatan, perakit bom, pendukung logistik, penghapus jejak, otak alias pencetus, bahkan ada juga semacam penasehatnya. Mereka pasti terorganisir, pemboman itu mesti sudah dirancang dengan matang. Tapi mereka adalah manusia biadab, pengecut, tak bertanggung jawab, tidak berani melawan musuh mereka secara jantan. Mereka adalah manusia paling hina.

Adakah kepuasan yang mereka dapatkan ketika darah berhamburan, daging manusia terpanggang ?. Bisakah mereka istirahat memejamkan mata senjenak, manakala ada ayah kehilangan anak, istri kehilangan suami, anak kehilangan orang tua, karena bom yang mereka ledakkan. Tujuan apakah yang bisa membenarkan seseorang mencabut nyawa orang lain. Kalaulah benar bom Kuningan dilakukan dengan cara bunuh diri. Alasan apakah yang bisa membenarkan orang membunuh sesamanya dengan sadis.

Tidak, tidak ada argumentasi apapun yang bisa diterima untuk membenarkan pemboman itu. Perbuatan keji seperti itu menodai kebenaran, mencabik-cabik kemanusiaan. Membom adalah perbuatan terkutuk yang tidak bermoral.

Para pengebom itu tak layak disebut manusia, mereka lebih rendah dari binatang. Anjing saja kalau berjuang dan berperang, menghadapi musuhnya secara terang-terangan. “Berjuang” dengan cara mengebom lebih pengecut dari anjing. Pengebom berani mati, bunuh diri meledakkan dirinya bersama-sama orang lain. Tapi pengebom tidak berani berhadap-hadapan dengan “musuh”nya sendiri.

One thought on “Manusia pengecut biadab, bisanya cuma ngebom dan kabur

  1. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Duka cita yang dalam.
    Bunga Bukan Bom….
    Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s