Benarkah Indonesia bisa menjadi ladang subur pertumbuhan teroris ??

Untuk kesekian kalinya bom meledak di Jakarta. Tidak bisa ditolak pengeboman ini nampaknya rangkaian dari pengeboman yang tarjadi yang dilakukan oleh teroris di Indonesia. Apakah bom di Marriot dan Ritz Carlton akan menjadi yang terakhir di Indonesia ???.

Berdasarkan catatan harian Kompas (18/6), rentetan pengeboman di Indonesia antara lain:

    1 Agustus 2000, kediaman Duta Besar Filipina di Jakarta, 2 orang tewas, 21 luka-luka.
    13 September 2000, Gedung Bursa Effek Jakarta, 10 tewas, 90 luka-luka.
    24 Desember 2000, Sejumlah gereja dan sekitar gereja pada malam natal di Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Mojokerto, Mataram, Pematang Siantar, Medan, Batam, Pekan Baru; 16 tewas, 96 luka-luka.
    12 Oktober 2002, Legian Kuta; 200 tewas, 300 luka-luka.
    5 Desember 2002, Makassar Sulawesi Selatan, 3 tewas, 11 luka-luka.
    27 April 2003, bandara Soekarno Hatta; 3 tewas, 11 luka-luka.
    5 Agustus 2003, Marriot Jakarta; 11 tewas, 152 luka-luka.
    9 September 2004, Kuningan Jakarta; 6 tewas, 168 luka-luka.
    1 Oktober 2005, Bali; 22 tewas, 107 luka-luka.
    17 Juli 2009, Marriot; Ritz Carlton Jakarta; 8 tewas, 53 luka-luka.

Rangkaian kejadian pengeboman itu, hampir mempunyai pola yang sama, dan sebagian besar mempunyai target yang sama pula. Tidak heran, sejumlah pengamat intelijen menduga kalau kejadian pengeboman di Indonesia dilakukan oleh kelompok yang sama. Atau setidaknya kelompok-kelompok teroris Indonesia berasal dari dari kelompok yang sama.

Kalau dicermati kegiatan teroris di Indonesia, agak berbeda dengan kegiatan teroris di luar negeri. Di luar negeri, rangkaian kegiatan teror biasanya diakui dengan suatu pernyataan dari pihak-pihak yang menjadi pelaksana dan dan penanggung jawab kegiatan teror. Ada yang mengklaim, bahwa teror itu adalah perbuatan mereka. Selain itu, kegiatan teror biasanya diikuti dengan tuntutan tertentu dari kelompok teroris.

Akan tetapi di Indonesia, sejauh ini dari sejumlah kegiatan teror bom, tidak ada satu pihak pun yang menyatakan sebagai pelaku dari kegiatan teror. Agaknya teroris Indonesia, memang berbeda dengan teroris di luar negeri. Gerakan teror di Indonesia seolah seperti “hantu gentayangan“.

Orang awam seperti saya hanya bisa menduga-duga. Mengapa gerakan teroris Indonesia berbeda dengan luar negeri dalam metoda kerja nya. Apa motif sesungguhnya pengeboman di Indonesia. Apakah pengeboman masih akan terjadi lagi di Indonesia. Benarkah Indonesia menjadi ladang subur pertumbuhan kelompok teroris. Sejumlah pertanyaan besar seolah tak dapat dijawab.

Ada orang yang berpendapat bahwa di Indonesia mudah membangkitkan gerakan teroris, terutama untuk melakukan pengeboman. Cermatilah metoda kerja Noordin M.Top. Noordin tak perlu membina calon anggota teroris dari awal, dia tak perlu memobilisasi banyak orang. Noordin cukup mendekati orang yang tepat dan melakukan rekrutmen calon teroris dengan metoda yang sederhana.

Noordin, atau siapapun dalang teroris, tau, bahwa di komunitas tertentu sudah tersedia calon kader-kader militan, bahkan kader-kader siap mati demi pemimpin mereka. Dalang teroris semacam Noordin atau Azahari tinggal berbaik-baik dengan pemimpin komunitas tertentu, berpura-pura menyamakan misi, maka dia akan dapat merekrut calon anggota militan. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, setelah brainwashing” dan latihan merakit bom, calon anggota itu sudah siap menjadi “bomber” siap mati.

Penemuan Tim Densus 88 yang terakhir didaerah Cilacap memberikan beberapa informasi umum yang mudah difahami. Dengan menikahi anak Baridin, Noordin mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus. Sebagai menantu, Noordin dapat bersembunyi dengan dibantu oleh Baridin, dia juga dapat akomodasi gratis, bahkan (maaf) Noordin mendapat pemuas libido gratis, dan tentu saja dia mendapatkan anggota baru.

Dalang (“master mind“) gerakan teroris tau betul, banyak “Baridin-Baridin” lain di Indonesia yang bisa dimanfaatkan. Indikasinya bahkan mudah dipantau di media massa. Ada komunitas semacam Baridin bahkan secara terbuka mendemonstrasikan diri di depan umum.

Dengan memperhatikan kondisi seperti itu, pemberantasan gerakan teroris di Indonesia seolah menjadi never ending activities“. Enerji, waktu, uang akan terkuras banyak untuk meberantas gerakan-gerakan itu. Sementara disisi lain, di komunitas tertentu yang secara sadar atau tidak sadar “tersedia” bibit-bibit calon anggota teroris. Ada juga pihak-pihak yang untuk kepentingan tertentu menjadi dalang teroris. Seolah kloplah kondisinya, bila ada kepentingan sesaat dari dalang teroris, dalam waktu relatif singkat dan biaya tidak terlalu besar, sejumlah teroris bisa didapatkan.

Di luar negeri, untuk mendapatkan anggota teroris yang mempunyai militansi tinggi, membutuhkan waktu lama, biaya besar dan sistem kompleks. Di negara lain, tidak mudah mendapatkan “bomber” siap mati untuk kepentingan tertentu.

Semoga bangsa Indonesia mendapat pencerahan, sehingga secara bertahap, seluruh elemen bangsa secara bersama-sama memberantas kegiatan teroris.

4 thoughts on “Benarkah Indonesia bisa menjadi ladang subur pertumbuhan teroris ??

  1. Saya juga turut berdoa agar pelakunya cepat di ketemukan. agar tidak banyak yang menjadi korban selanjutnya.

    Like

  2. Since I have see the overall blogg in addition to I actually acquired the Idea of Your wonderful blogg in addition to I personally surely have by now store it towards via the web bookmarked as their favorite web site and will see it early. I have a blogg could you give me some reviews please🙂

    Like

  3. Since I provide examine the full blogg and then As I experienced the Decision of Your trusty excellent blogg in addition to I truly possess actually bookmark it onto internet added web site and will see it in the future. I have a blogg could you give me some reviews please🙂

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s