Kali ini Evert Mokodompis, besok lusa bisa anak kita jadi korban bom

Chef banquet hotel JW Marriot, Evert Mokodompis, tidak sempat melihat anak keduanya, bahkan tidak sempat mengucapkan sesuatu kepada istrinya. Blaa….aaaarrrrrr, dalam hitungan detik nyawa Evert pun melayang di Jumat pagi ketika ia sedang bertugas.

Tidak ada yang pernah menduga, kalau hotel Marriot Kuningan kembali di bom. Di hotel itu Evert bekerja sebagai chef. Dia tidak pernah punya persoalan dengan sipembom, Evert menjalankan tugas untuk menghidupi keluarganya. Tapi ia dibunuh oleh pembom laknat yang tak berperikemanusiaan.

Padahal Evert sedang menanti kelahiran anak keduanya. Jumat itu mestinya ia menemai istrinya yang harus berangkat ke rumah sakit untuk proses persalinan kelahiran anaknya. Tapi pembunuh laknat yang biadab membom tempat kerja Evert, istrinya harus melahirkan tanpa ditunggui Evert. Sang anak lahir, tapi Evert harus menghadap Sang Pencipta. Delapan orang lainnya juga tewas bersama Evert Mokodompis.

Pembunuh laknat dan komplotannya masih bergentayangan, kabur melarikan diri. Para pembunuh laknat tak bertanggung jawab itu menyelinap dikeramaian orang. Mereka menyamar bagaikan serigala berbulu domba, membohongi warga yang tak mengerti apa-apa.

Sebagian warga tertipu oleh bujuk rayu teroris pembunuh. Jangankan melawan si pembunuh mereka malah terjebak, tertipu, melindungi para pembunuh. Warga termakan tipu daya sipembunuh laknat, anak muda, orang polos dijadikan pengikut si pembunuh. Pembunuh laknat lihai menipu orang, merekrut orang-orang polos, menjadikan mereka sebagai robot untuk membunuh saudaranya sendiri. Pembunuh laknat merusak anak bangsa.

Kini si pembunuh laknat menyebar teror ke mana-mana. Anak bangsa dicekam bayangan teror tiada habisnya. “Robot pembom” siap mati masih bergentayangan di tengah warga. Mereka serigala berbulu domba, menyamar sehingga warga tak siaga. Kita semua bisa jadi korbannya.

Besok atau lusa mereka bisa membom lagi. Kalau itu terjadi, bisa-bisa kita yang jadi korban menambah panjang daftar orang yang terbunuh seperti Evert Mokodompis. Mereka bisa membom di tempat yang tak bisa kita duga, pada waktu yang tidak kita sangka. Anak, suami, istri, keluarga, dan orang-orang terkasih kita, bisa jadi korban-korban teroris pembunuh laknat.

Karena itu mereka harus kita lawan, kita satukan tekad anak bangsa. Kita bersama menumpas teroris pembunuh laknat. Jangan diberi kesempatan merayu dan menipu kita. Anakmu, saudaramu temanmu, tetanggamu, kita semua bersatu padu melawan teroris. Jangan terbujuk tipu daya serigala berbulu domba. Ayo kita lawan. </em>

One thought on “Kali ini Evert Mokodompis, besok lusa bisa anak kita jadi korban bom

  1. Menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap orang2 di sekeliling kita ya pak?
    Pernah lihat di TV, mereka yg mau dikelabui untuk jadi pembawa bom bunuh diri itu sudah dicuci otaknya. Dan proses pencucian itu butuh 2 – 3 tahun.
    Jadi mari kita pedulu dengan sekeliling, kalau ada yg hiang cepet lapor, kalau ada yg mencurigakan cepat lapor. Yg penting perduli akan sekeliling…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s