Ini dia perusahaan peduli global warming

Mulai Senin kemarin saya diminta bicara tentang pemanasan global didepan karyawan PT Campina Rungkut. Seluruh karyawan dari tingkat manajer sampai pengemudi mobil diikutkan dalam penyuluhan tentang global warming. Inisiatif untuk mengadakan kampanye lingkungan itu datangnya dari pimpinan perusahaan PT Campina.

Sebenarnya permintaan untuk presentasi di depan karyawan itu sudah sekitar dua bulan lalu. Tapi karena pengaturan jadwal,  acaranya baru bisa disepakati pelaksanaannya minggu ini.  Perusahaan yang punya karyawan kurang lebih 300 orang itu, menjadwalkan 6 (enam) kali penyuluhan. Hal itu karena keterbatasan ruangan yang dimiliki, dan juga agar proses produksi tidak terganggu dengan adanya kampanye lingkungan ini.

Tentu saja saya dan teman-teman di kantor menyambut gembira permintaan pabrik pembuat es krim tersebut. Inilah pertama kalinya kami diminta oleh sebuah perusahaan untuk melaksanakan kampanye lingkungan pada seluruh karyawannya. Permintaan seperti ini adalah bukti tingginya komitmen perusahaan tersebut terhadap kepedulian pelestarian lingkungan.

Senin kemarin untuk pelaksanaan pertama kampanye lingkungan, difokuskan pada fenomena pemanasan global.  Saya dan teman-teman kantor sudah punya banyak bahan untuk acara kampanye semacam ini, jadi menyiapkan materi paparan untuk acara sejenis itu tidak masalah. Tinggal menyesuaikan berapa lama waktu yang disediakan dan bagaimana karakteristik peserta penyuluhan.

Meski begitu, hari pertama kemarin sekitar 5o orang terpaksa agak menunggu, karena saya dan teman-teman tiba di lokasi terlambat sekitar 10 menit. Saya kedatangan tamu, yang ternyata menyita waktu lama, barulah setelah tamu pulang, saya berangkat ke lokasi pabrik di SIER. Sudah itu, ada kendala teknis menyesuaikan komputer dengan proyektor LCD, yang makan waktu sekitar 10 menit. Entah kenapa komputer saya tidak kompatibel dengan proyektor yang tersedia.

Di hari kedua, saya menebus keterlambatan sehari sebelumnya dengan datang 45 menit lebih awal dari jadwal. Sehingga manajemen perusahaan sempat menunjukkan bagaimana pabrik yang sedang bekerja. Dari peninjauan singkat itu saya mendapat beberapa penjelasan tentang proses produksi sampai mengapa mereka mengundang kami untuk memberikan penyuluhan lingkungan.

Pimpinan perusahaan yang beroperasi 24 jam sehari itu, menyadari bahwa mereka perlu “melakukan sesuatu”  untuk lingkungan. Tadinya direncanakan untuk melakukan “community development” atau “corporate social responsibility” dengan melakukan kegiatan sosial dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar pabrik. Tapi kemudian timbul pemikiran, mengapa tidak mengajak karyawan sendiri yang peduli pelestarian lingkungan. Akhirnya diputuskan untuk “mendidik” karyawan tentang upaya perbaikan lingkungan dengan mengundang kami untuk berbicara di depan seluruh karyawan. Itulah awal sehingga saya dan teman-teman kantor “manggung” di pabrik tersebut.

Peninjauan singkat saya di pabrik tersebut, saya melihat bahwa saat ini pabrik sudah dilengkapi dengan sarana untuk menerima “pengunjung” yang ingin melihat proses pembuatan es krim. Tadinya pabrik ini tidak dirancang untuk dikunjungi oleh orang luar. Tapi sejak beberapa tahun belakangan, manajemen perusahaan mengambil keputusan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama pelajar untuk menyaksikan proses produksi.

Untuk kebutuhan itu perusahaan harus mengeluarkan biaya membangun fasilitas bagi pengunjung. Ruangan yang semula dibatasi oleh dinding tembok beton, kini dindingnya didominasi oleh kaca, supaya pengunjung bisa melihat bagaimana karyawan bekerja. Selain fasilitas dinding kaca, disiapkan juga beberapa alat peraga. Selain itu disiapkan personil yang dilatih khusus untuk menjadi pemandu bagi pengunjung. Pemandu bertugas untuk memberikan penjelasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pabrik dan proses produksi.

Dan tentu saja agar “citra” pabrik bagus dimata pengunjung, maka fasilitas pendukung perusahaan juga dibenahi termasuk furniture, bentuk ruangan, kebersihan ruangan dan perlengkapan perkantoran. Untuk ini tentulah perusahaan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hal ini diakui oleh salah seorang manajer perusahaan, Pak Ronny, yang mengatakan bahwa “penampilan” pabrik saat ini sangat berbeda dengan 4 tahun lalu.

Hal lain yang menarik adalah fasilitas kantin yang disiapkan bagi karyawan. Pada jam makan siang, karyawan dari semua tingkatan makan dengan menu yang sama. Dari direktur sampai pegawai paling rendah makan di kantin yang sama. Ini dilakukan untuk membina hubungan antar pekerja bisa lebih akrab. Saya memang menyaksikan keakraban karyawan perusahaan tersebut.

Diatas semua itu,  inisiatif pimpinan perusahaan untuk “mendidik” karyawannya agar “melek lingkungan” patut diacungi jempol. Inilah perusahaan yang peduli global warming. Semoga kegiatan penyuluhan ini bisa ditingkatkandengan kegiatan lain untuk mengajak lebih banyak orang peduli dengan pelestarian lingkungan hidup.

4 thoughts on “Ini dia perusahaan peduli global warming

  1. Terima kasih Bapak Togar.

    Kami, PT Campina Ice Cream, juga merasa tersanjung dengan sikap Bapak sendiri, yang sebagai Kepala Dinas, masih legawa untuk datang sendiri ke pabrik kami dan memberikan penyuluhan.
    Mungkin ini bedanya antara environmentalist dengan businessman dan politicians.

    Di TIME disebut dengan explicit bhw world leaders lebih concern pada ‘terpilih ulang’ pada pemilu depan dari pada prihatin membahas lingkungan.

    Saya tambahkan sbb:
    -Design kantor yang banyak kacanya didesign dengan tujuan tidak menyalakan lampu pada siang hari.

    -Sejak bulan lalu kita telah berhenti membeli aqua galon. Kami sudah memasang R/O drinking water secara central dgn piping line khusus.

    Salam sejahtera,
    Hendro H

    Like

  2. Yth. Bapak Togar
    Terima kasih atas penyuluhan yg diberikan, “Every Body Stop Global Warming” , di PT Campina khusus-nya bisa diterapkan mulai dari diri sendiri terkait pekerjaan masing-masing, salah satu contoh adalah minimalisasi print-out / paper less dan menjaga peralatan kerja, lingkungan kerja tetap bersih, sehat, seiring dengan upaya mencapai food safety sebagai perusahaan ice cream.

    Di sisi lain secara makro diperlukan sikap tegas dari pemerintah dalam implementasinya atau regulasi yg mencakup penalty terhadap penebangan hutan, perambahan hutan,dll yang biasanya dilakukan dalam skala besar.

    Rgds : Dining Retnowati

    Like

  3. pak kira2 perusahan yang mau mendukung gerakan global warming di kampus saya siapa ya???
    dari segi sponsor dana

    Like

  4. Randy: ini lah sedihnya. Jarang sekali perush yg bener bener peduli GW.
    Perush yg berduit banyak malahan perush yang merusak alam spt pertanian sawit, Mc Donald, KFC, pabrik kertas, Freeport, BP Oil.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s