Kenapa ya kualitas produk kita sering rendah

Beberapa hari lalu, saya berkesempatan meninjau sebuah pabrik pembuatan es krim di Surabaya. Dari peninjauan itu saya sempat bincang-bincang dengan salah seorang manajer perusahaan tersebut. Salah satu yang saya tanya adalah sumber bahan baku pembuat es krim.

Kunjungan saya ke pabrik es krim tersebut adalah dalam rangka memberikan pembelajaran tentang global warming dan dampaknya. Sebelum memberikan ceramah, saya sempat omong-omong dengan manajer produksi. Saya menjadi terkejut ketika manajer produksi mengatakan bahwa pada umumnya bahan baku es krim di pabriknya masih impor.

Bahan baku es krim yang terutama adalah susu bubuk, gula, fat. Selain itu masih ada bahan tambahan untuk memberikan flavour, seperti kokoa, dan perasa lainnya. Semua bahan yang digunakan pabrik itu didatangkan dari luar negeri.

“Kita sudah beberapa kali coba susu bubuk dalam negeri, tapi kualitasnya selalu berubah-ubah setiap pengiriman. Sehingga proses di pabrik harus ditambah dan itu membuat ongkos produksi menjadi tinggi”
. Begitu penjelasan Ronny, manajer produksi.

“Karena itu kami memutuskan untuk menggunakan susu bubuk dan gula impor, agar tidak perlu proses tambahan untuk memperbaiki mutu bahan baku.”

“Kami juga pernah mencoba gula lokal, tapi setiap kali datang kiriman bahan baku, selalu banyak noda dan kurang bersih untuk membuat es krim yang baik. Akhirnya kami putuskan menggunakan gula impor yang kualitasnya stabil.”

“Kami harus mempertahankan mutu produk, kalau tidak kami akan dilibas oleh kompetitor.” Pak Ronny menambahkan.

Saya jadi tercenung-cenung mencermati penjelasan manajer produksi itu. Kalau kita perhatikan gula yang dijual di pasaran, warnanya memang agak keruh, tidak terang dan jernih. Warna keruh itu, karena proses pemurnian yang kurang sempurna di pabrik gula. Agak berbeda dengan gula impor yang warnanya terang.

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah melihat sebuah pabrik gula. Di pabrik gula, tebu yang dibawa dari lahan pertanian, masih beserta dengan kulit batang tebu dan daun keringnya. Bahkan pada batang-batang tebu itu masih banyak tanah dan lumpur yang menempel. Batang tebu yang diangkut dengan truk langsung dimasukkan ke wadah penggilingan, tanpa dibersihkan terlebih dahulu.

Dalam proses berikutnya, ampas tebu dipisah, kemudian cairan tebu yang diperoleh, dipisahkan dengan kotoran dengan suatu proses pemisahan fisika. Setelah proses pemisahan, cairan tebu dipanaskan untuk menjadikan kristal gula.

Semestinya dalam proses pemisahan fisika, semua, ampas, kotoran dan noda yang terbawa dari pertanian harus terbuang, sehingga cairan tebu menjadi jernih. Tapi kadang-kadang ada pabrik yang “memotong” proses pemisahan sehinga tidak terjadi secara sempurna. Hasilnya bisa diduga, cairan tebu yang masuk ke proses pemanasan menjadi kurang jernih, sehingga kristal gula yang terbentuk juga tidak jernih. Pemotongan (bypass) proses itu biasanya dilakukan untuk menekan ongkos produksi, tapi akibatnya kualitas produk menjadi rendah.

Untuk diketahui pabrik gula yang ada di Indonesia pada umumnya masih BUMN. Seringkali kualitas produksi belum menjadi perhatian yang serius. Kalau saja kualitas gula dari pabrik BUMN cukup baik, tentu pabrik es krim akan menggunakan produk lokal dan tidak perlu mengimpor gula.

Mengurangi barang impor tidak hanya menghemat devisa, tapi juga membantu pelestarian lingkungan. Barang impor melalui “proses perjalanan” yang sangat panjang sehingga enerji yang digunakan menjadi lebih besar, dan “ecological footprint” nya juga ikut lebih besar. Semakin besar enerji yang digunakan, berarti semakin besar limbah yang dikeluarkan. Itu sebabnya produk impor kurang ramah lingkungan dibanding produk lokal.

3 thoughts on “Kenapa ya kualitas produk kita sering rendah

  1. ya habis mikirnya untung gede sih, mikir kesehatan itu belakangan. biarlah kualitas diturunin dikit asal untung banyak, gt pada mikirnya.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s