Manajemen bandara dan passenger service charge

Mungkin sudah tidak banyak diantara kita yang memperhatikan kupon airport tax, atau yang sekarang dalam kuponnya disebut sebagai “pasengger service charge“. Kita baru memperhatikan ketika besarnya nilai airport tax untuk Cengkareng meningkat dari Rp. 30.000, dan sekarang menjadi Rp. 40.000. Di Surabaya besarnya masih Rp. 30.000.

Airport taxSekarang ini di Cengkareng, kupon airport tax, dicetak pada saat penumpang “check-in” di konter perusahaan penerbangan. Dikupon, (seperi di gambar), selain nilai rupiah, juga tertera tanggal pencetakan, dan kupon itu dilengkapi dengan bar-code, yaitu semcam identifikasi terhadap kupon tersebut. Kalau terbang dengan Garuda, di kupon airport tax, nama penumpang juga tercetak.

Dengan sitim “bar-code” tersebut, data lengkap tentang penumpang dan informasi lainnya di kupon airport tax terekam dalam komputer. Artinya, data itu akan tersimpan dengan baik, dan dapat digunakan kapan saja.

Akan tetapi setiap penumpang yang sudah check-in, ketika memasuki ruang tunggu, maka masih harus menunjukkan kupon airport tax untuk di scan dengan komputer di pintu ruang tunggu. Inilah yang saya anggap lucu dan salah kaprah. Mestinya scanning di pintu masuk ruang tunggu, tidak diperlukan lagi, karena ketika kupon airport tax dicetak sewaktu check-in, semua data dan informasi tentang penumpang dan pembayaran airport tax, secara otomatis sudah terekam kedalam komputer, dan bisa diakses setiap saat.

Sanning kupon airport tax dilakukan oleh pengelola bandara, PT Angkasa Pura. Maksud scanning, mungkin adalah untuk mengetahui dengan persis berapa jumlah penumpang yang melewati dan menggunakan fasilitas bandara. Pencetakan kupon dilakukan oleh perusahaan penerbangan. Secara teknis, bila PT Angkasa Pura, ingin mengetahui jumlah penumpang yang sudah check-in, cukup dengan mengakses data dari komputer perusahaan penerbangan, tanpa melakukan scanning sendiri.

Tapi nampaknya disitulah permasalahannya, sistim informasi di PT Angkasa Pura, sebagai pengelola bandara, tidak bisa mengambil data dari sistim informasi perusahaan penerbangan. Padahal, secara teknis, sistim komputer memungkinkan untuk “tapping” (mengambil) data dari sistim informasi perusahaan penerbangan.

Yang menjadi masalah barangkali adalah apakah antara sistim informasi dari perusahaan penerbangan dengan sistim informasi pengelola bandara bisa di integrasikan. Ada kemungkinan, manajemen PT Angkasa Pura “tidak percaya” pada sistim informasi perusahaan penerbangan. Dan kalau hal ini benar, maka ini sangat konyol. Dari segi manajemen, ini merupakan kegagalan manajemen yang sangat parah pada pengelola bandara, PT Angkasa Pura.

Dulu, bertahun-tahun yang lalu, mekanisme pembayaran airport tax disatukan dengan harga tiket. Apabila tiket terjual, sebenarnya pengelola bandara sudah mendapat pembayaran dari airport tax. kala itu, dengan sistem demikian manajemen informasi antara pengelola bandara dan perusahaan penerbangan berlangsung cukup baik.

Integrasi manajemen pengelola bandara dan perusahaan penerbangan, menjadi buruk ketika kemudian pengelola bandara menarik airport tax langsung dari penumpang pada saat check-in di bandara. Konon penyebabnya adalah, ketika itu ada sebuah perusahaan penerbangan yang tidak membayarkan komponen airport tax kepada pengelola bandara. Komponen airport tax yang tidak dibayar itu cukup besar, sampai-sampai mengganggu performace PT Angkasa Pura di seluruh Indonesia. PT Angkasa Pura tidak mampu berbuat apa-apa, karena pemilik perusahaan penerbangan tersebut adalah kelompok “royal family“.

Ternyata dengan berjalannya waktu, manajemen antara perusahaan penerbangan dan pengelola bandara, bukannya menjadi lebih baik, sekarang malah lebih buruk. Dengan pelaksanaan scanning di pintu masuk ruang tunggu, hal ini membuktikan bahwa kordinasi dan integrasi antara pengelola bandara dan perusahaan penerbangan menjadi lebih buruk. Di era informasi sekarang, mestinya sistim informasi menjadi alat bantu untuk peningkatan integrasi manajemen yang lebih efisien.

One thought on “Manajemen bandara dan passenger service charge

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s