Kalau Mbah Surip menggendong Manohara

Selesai sudah tugas Mbah Surip. Dia sudah menghadap Sang Khalik, tak perlu lagi susah menggendong kemana-mana. Selamat jalan Mbah, semoga Tuhan memberi yang terbaik buatmu. Kini tinggal kami yang masih melanjutkan tugas menggendong orang lain kemana-mana.

Mbah Surip memang fenomenal, ia mencapai puncak ketenaran pada usia senja bahkan pada saat menjelang mengahadap Tuhan Sang Pencipta. Sosok sederhana yang tak punya keinginan macam-macam.

Mbah Surip adalah seniman sederhana, polos tidak berprasangka apa-apa. Ia menyanyi dan mencipta lagu sesuai keinginan hatinya. Lagu-lagunya sederhana. Kalau kemudian ia menjadi terkenal, itu semata karena kehendak Tuhan.

Sayangnya banyak pihak yang dengan sengaja mengeruk keuntungan sendiri dari popularitas Mbah Surip, tanpa mau “membagi” kepada Mbah Surip sendiri. Para pengusaha media dan infotainment itu “memeras” Mbah Surip habis-habisan. Tidak memberi kesempatan baginya untuk beristirahat, terus bekerja dari satu show ke show lainnya.

Meski, sudah tenar, ketika stasiun TV mengundang Mbah Surip, si mbah tidak mendapat bayaran yang pantas, alasannya karena Mbah Surip adalah dalam rangka promosi. Sejumlah stasiun TV memanfaatkan ketenaran Mbah Surip untuk meraup untung dari iklan yang luar biasa. Bahkan saat kematiannya, klip Mbah Surip ditayangkan sejumlah media, dengan embel-embel “In memoriam Mbah Surip“, tapi ternyata adalah untuk jualan iklan.

Operator telepon, juga kebagian rejeki dari Mbah Surip melalui nada sambung (RBT). Tapi apa lacur, operator yang diwawancarai Metro TV, mengatakan “belum tau” berapa penghasilan Mbah Surip dari RBT lagu-lagunya.
Hampir bisa dipastikan, ahli waris Mbah Surip, hanya akan menerima “ampas” dari ketenaran Mbah Surip.

Mbah Surip bukannya tidak faham, kalau ia diperas. Di salah satu koran ia bilang: “Yo wis, gak opo, nek aku diapusin” (biarin aja, kalau aku dibohongin). Itulah kepolosan si Mbah. Sekarang Mbah Surip sudah meninggalkan semua itu. Mbah Surip sekarang “menyanyi untuk para malaikat“, meninggalkan manusia-manusia yang “ngapusin” dia. Tuhan tau, itulah yang terbaik untuk Mbah Surip.

***
Lalu apa hubungan Mbah Surip dengan Manohara, sebagaimana judul posting ini. Secara emosional dan aspek lain, saya tidak tau apa ada hubungan antara Mbah Surip dan Manohara. Karena post ini tak ada pretensi membahas itu. Hanya sekedar membandingkan sepenggal kisah Mbah Surip dan sepenggal kisah Manohara.

Sampai beberapa bulan lalu, meski selebriti muda dan cantik, sesungguhnya sepak terjang Manohara tidak banyak diketahui orang. Barulah ketika ibu dari Manohara, Daisy Fajarina, “mencak-mencak“, bahkan sampai pingsan di depan para wartawan menjelaskan kalau putrinya “disekap” oleh kerabat kerjaan Kelantan, yang tidak lain adalah suami Manohara sendiri.

Sejak itu, seolah tak henti, Daisy menjual” cerita yang langsung diterkam oleh berbagai media infotainment. Seolah ingin “menaikkan rating” Manohara, Daisy Fajarina menjadikan isu Manohara tidak saja sebatas persoalan suami-isteri, bahkan seolah menjadi isu krusial hubungan dua negara Indonesia-Malaysia.

Puncaknya adalah “kepulangan” Manohara ke Indonesia yang didramatisir sedemikian rupa, dan semua dilahap dengan rakusnya oleh hampir semua media. Hasilnya kemudian “dipetik” oleh Manohara dan ibunya, yang menjual wawancara eksklusif dengan tarif jutaan rupiah.

Bahkan, tawaran sinetron, langsung berdatangan. Media berlomba-lomba “mengeruk” keuntungan dari persoalan rumah tangga Manohara, dengan mengemas sedemikian rupa termasuk menyiapkan sinetron yang berjudul Manohara. Semua ujung-ujungnya adalah untuk mengeruk fulus, gemerincing uang, bagi Manohara dan ibunya, serta untung yang paling besar adalah untuk dunia bisnis infotainment dan sinetron.

Cerita Manohara dengan cerita Mbah Surip, bagaikan bumi dengan langit.

HAAAAA…….haaaaaa….. haaaaa…….haaaaa ……….
(masih boleh gak ya ketawa ala Mbah Surip??).

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s