Keran air siap minum di Taman Bungkul, Surabaya

Pada tanggal 11 Agustus 2009, Walikota Surabaya, Bambang DH, meresmikan pengoperasian keran air siap minum (KASM) di Taman Bungkul Surabaya. Peresmian itu ditandai dengan minum langsung dari keran  oleh Walikota. Pada kesempatan itu Walikota berjanji akan menyiapkan beberapa KASM lagi di taman-taman di Surabaya.

Setiap hari Minggu, Taman Bungkul selalu ramai dikunjungi masyarakat. Di areal taman, dilengkapi dengan permainan anak-anak seperti ayunan, seluncuran dan lain-lain. Ibu-ibu membawa anak-anaknya ke taman Bungkul untuk menikmati kesegaran udara pagi. Para penggemar sepeda pancal, menggunakan Taman Bungkul sebagai tempat berkumpul sebelum melanjutkan mengayuh mengelilingi kota.

KASM ditempatkan di dekat pos Dinas Kebersihan dan Pertamanan, di bagian belakang Taman Bungkul. Penempatan itu disengaja, agar petugas taman dapat mengawasi keran dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dilokasi KASM, ditempatkan sebuah spanduk (T-banner) yang menjelaskan proses “pengolahan” air di KASM. Dalam spanduk itu, dijelaskan bahwa sebelum dialirkan ke KASM air dari jaringan PDAM, terlebih dahulu disaring dengan filter mikro sehingga, kuman dan partikel tidak bisa lolos. Setelah itu, air melalui lapisan karbon, untuk membunuh kuman (kalau-kalau ada yang lolos), dan untuk memberikan  “rasa segar”,  kemudian air masih harus melalui proses ozonisasi, barulah air bisa diminum.   Dalam spanduk juga disertakan hasil uji laboratorium yang memeriksa kualitas KASM, selain itu juga dilengkapi dengan sertifikat laik minum dari Dinas Kesehatan.

Setelah beroperasi selama  hari, ternyata pemanfaatan KASM masih belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat. Untuk melihat pengoperasian KASM tersebut, saya melakukan survey kecil-kecilan. Saya melakukan pengamatan di lokasi KASM selama 1 jam dari jam 06.15 – 07.15 pada hari Minggu 16 Agustus 2009. Saya duduk sambil mencatat, di kursi taman, yang berjarak sekitar 5 meter dari KASM.

Dari hasil “survey kecil-kecilan”  tersebut, saya mendapatkan data yang menarik. Ternyata meski KASM dilengkapi dengan informasi yang lengkap, banyak warga masyarakat yang belum berani minum dari KASM. Selama 1 jam, KASM dimanfaatkan untuk diminum sebanyak 16 kali, 8 kali oleh petugas Taman Bungkul, dan 8 kali lagi oleh masyarakat awam. Petugas Taman, adalah mereka yang memakai baju seragam petugas.

Dari 8 warga yang meminum,  2 orang diantaranya minum setelah membaca keterangan/informasi yang ada di lokasi KASM. Satu orang lagi minum, setelah melihat orang lain minum, baru kemudian orang tersebut mau minum. Salah satu diantara warga yang minum, seorang diantaranya dua kali minum, pertama ia minum setelah membaca, setelah berkeliling taman, ia datang lagi untuk minum.

Selama 1 jam, ada 21 orang yang berhenti dan membaca informasi tentang KASM. Ada banyak orang, yang hanya menoleh ke KASM sambil terus berjalan, mungkin karena melihat ada sesuatu yang baru di taman itu. Diantara yang membaca informasi KASM, ada yang tidak yakin bahwa air dari keran KASM aman untuk diminum. Seorang pria bertanya kepada pasangannya, apa berani minum KASM, si wanita pasangannya mengatakan tidak berani. Pria lain, malah berkata kepada pasangannya: “Timbangane mari minum nggeletak, malah gak dadi rioyo” (ketimbang habis minum tergeletak, nanti tidak jadi Lebaran). Salah satu yang membaca informasi KASM, hanya menggunakan air KASM untuk kumur-kumur, lalu orang tersebut menyemburkan air ke taman disekitarnya.

Seorang ibu pengunjung taman, memperhatikan KASM, mencoba memutar-mutar keran, dan akhirnya tak berhasil memencet tombol, agar air keluar dari keran. Ia rupanya hanya penasaran dengan bentuk keran yang tidak seperti biasanya. Seorang gadis, yang menggunakan KASM hanya untuk berfoto, dan menyuruh temannya untuk memotret dirinya di samping keran yang airnya muncrat. Selama satu jam itu, ada 9 anak yang coba-coba menggunakan KASM sebagai alat mainan.

Hal lain, adalah, bahwa dalam sejam, pagi itu KASM dibersihkan sekali oleh petugas Taman Bungkul, dan kemudian sekali petugas taman menjelaskan KASM kepada pengunjung taman. Petugas itu cukup  trampil menjelaskan fungsi KASM, nampaknya pengunjung memahami penjelasan si petugas, karena kemudian pengunjung mencoba minum dari KASM.

KASM di Taman Bungkul, nampaknya belum banyak difahami orang. Perlu sosialisasi yang lebih intens, sehingga masyarakat benar-benar percaya bahwa KASM aman untuk dikonsumsi. Untuk meningkatkan pemanfaatan KASM, perlu didesain sedemikian rupa, terutama ketinggiannya, karena dengan ketinggian seperti sekarang, anak yang kurang dari 1 meter tidak dapat menggunakan KASM.

One thought on “Keran air siap minum di Taman Bungkul, Surabaya

  1. untuk KASM standar kualitas airnya menggunakan peraturan yang mana Pak?
    Terima kasih sebelumnya.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s