Professor Pantur Silaban, Ph.D yang saya kenal

Ahli fisika Pantur Silaban mengaku merasa terkejut meraih Penghargaan Achmad Bakrie 2009 kategori sains. Alasannya, selama menggeluti dunia fisika, Pantur justru merasa semakin kecil di hadapan Sang Pencipta Alam. “Saya masih merasa tidak ada apa-apanya,” kata Pantur kepada VIVAnews usai acara Penghargaan Achmad Bakrie di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat kemarin, 14 Agustus 2009.
Saya mengenal Prof. Pantur Silaban sebagai seorang scientist yang sangat idealis, pekerja yang tekun dan keras, ia juga seorang perokok berat. Ia punya selera humor yang cukup tinggi.

Perkenalan saya dengan Prof. Pantur Silaban, Ph.D, terjadi ketika saya menjadi mahasiswa di Bandung. Ketika itu, Pantur Silaban Ph.D belum mendapatkan gelar profesornya. Sebagai mahasiswa yang bermarga Silaban, saya dan senior saya sering bertandang ke rumah beliau di kompleks perumahan dosen ITB di Jl. Sangkuriang, Bandung. Di rumahnya, ia mempunyai perpustakaan pribadi yang cukup besar. Berbagai buku fisika dan matematika lengkap disana.

Meski sama-sama bermarga Silaban, secara struktur kekerabatan (partuturan), hubungan saya dengan beliau lebih dekat melalui Ny. Pantur. Berdasarkan struktur partuturan, ibu saya yang boru Sihombing marnamboru kepada Ny. Pantur. Sehingga dengan begitu saya harus memanggil “ompung” kepada beliau. Dari garis “partuturan marga” Silaban, secara struktur, saya sudah “cukup jauh” dengan Prof. Pantur.

Dalam pertemuan-pertemuan kami yang terjadi dalam selang beberapa tahun, sering terjadi diskusi mulai dari yang ringan-ringan, sampai ke hal-hal yang mendalam tentang beberapa hal. Kala itu kami sering menyebutnya “Pak Doktor” (karena beliau bergelar Ph.D dari Syracuse University, New York). Tentu saja yang kami diskusikan kebanyakan adalah masalah-masalah umum, bukan spesialisasi beliau di bidang fisika kuantum.

Pak Doktor” memang adalah ahli fisika kuantum pertama di Indonesia. Tanpa sadar, kadang-kadang diskusi kami bisa nyerempet ke masalah ilmu fisika. Kalau sudah begitu saya dan teman-teman, segera melakukan “switching” pembicaraan ke hal-hal lainnya. Siapa yang sanggup berdiskusi masalah ilmu fisika kuantum dengan beliau, dia memang pakarnya.

Menurut saya ilmu fisika kuantum sangat sulit dicerna, ilmu itu memerlukan pemahaman matematika dan ilmu fisika tingkat tinggi. Membayangkan rumus-rumus fisika yang rumit itu, saya sudah tak mampu. Meski begitu, belakangan, Prof. Pantur sering tampil sebagai pembicara di berbagai seminar, dan beliau bisa menjadikan ilmu fisika kuantum dan ilmu fisika relativitas, terasa semakin “membumi“. Beliau sering menerangkan teori relativitas dengan bahasa orang awam.

Keseharian Prof. Pantur, sangat sederhana, ia ceplas-ceplos dalam berbicara. Ia adalah pengikut Yesus yang rajin dan taat. Kemampuan Pak Doktor tidak hanya dalam ilmu fisika, tapi ia juga bisa menjadi “ulama” untuk mengajak umat mengenal Tuhan lebih dekat. Ia bisa menjelaskan isi Alkitab dengan rinci dan bagaimana melaksanakannya.

Sekarang ini, Professor Pantur menikmati masa pensiunnya dengan santai. Ke empat putrinya sudah “jadi orang“, sehingga ia punya banyak waktu untuk melakukan hobbynya main catur. Saya ingat, kalau sudah main catur, Pak Doktor sanggup main terus menerus selama beberapa jam. Ia akan mengajak siapa saja untuk bermain catur. Dalam berbagai pertemuan keluarga, seperti arisan, sering beliau pulang berjam-jam setelah peserta arisan lainnya sudah pulang. “Ompung“, Ny. Pantur dengan setia menunggui suaminya, sampai selesai bermain catur. Selama itu pula, Pak Doktor tak henti merokok. Ia adalah perokok berat.

Bagi orang yang baru mengenal beliau, orang mungkin akan merasa bahwa Pak Doktor orang yang agak arogan. Tapi, kalau sudah semakin lama, mengenalnya, ia adalah pribadi yang enak diajak bicara. Prof. Pantur punya selera humor yang tinggi, ia sering membuat orang terkekeh-kekeh dengan joke-joke nya. Ternyata ada banyak joke yang berbau ilmiah, dan berbau fisika.

Ia adalah sosok yang idealis, ulet bekerja. Penghargaan Achmad Bakrie, yang diterimanya tahun ini, adalah suatu hal yang wajar, mengingat keahlian beliau di bidangnya. Professor Pantur Silaban, Ph.D adalah ahli fisika yang sangat langka di negeri ini.

Lihat juga artikelnya disini.

3 thoughts on “Professor Pantur Silaban, Ph.D yang saya kenal

  1. Professor Pantur Silaban, Ph.D …. sudah kami pakai bukunya sewaktu kuliah dulu. Memang beliau seorang ilmuan sejati.

    Eh …. ngomong-ngomong ternyata link RItool sudah tercantum disini, terimakasih lae .
    Link Catatan Togar Silaban baru kami cantumkan di weblog RItool.

    Salam !

    Like

  2. skrg Beliau mengajar di kampusku, sya akui dya mmg org yang jenius.
    tpi, yg saya msh tdk bsa mgerti knapa setiap dya memberi materi.. gg pernah ada bilangan” psti, selalu sja variabel yg mesti d turunkan tak ada batasnya.
    sya merasa bangga bisa d ajar oleh beliau, calon peraih nobel😀

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s