Jus semangka bisa jadi bahan bakar alternatif

Untuk mendukung upaya perlindungan lingkungan, berbagai upaya harus dilakukan. Salah satunya adalah dengan mencari bahan bakar alternatif, untuk  mengganti bahan bakar fossil yang kurang ramah lingkungan. Sejumlah ahli di berbagai belahan dunia mencoba kemungkinan pemanfaatan semangka untuk menjadi sumber bahan bakar alternatif.

Departemen pertanian Amerika, sedang mengembangkan pemanfaatan semangka untuk menjadi bahan baku etanol. Hal ini dilatar belakangi bahwa banyak petani semangka di Amerika yang membiarkan hasil pertaniannya membusuk, karena harga yang terlalu rendah. Jumlah semangka yang dibiarkan membusuk dilahan pertanian bisa mencapai 40 persen dari produksi semangka Amerika.

Kondisi yang demikian menimbulkan pemikiran untuk memanfaatkan semangka busuk tersebut. Idenya sederhana, bahwa semangka mengandung gula (glukosa) yang cukup besar. Glukosa inilah kemudian diolah menjadi etanol, sebagai sumber bahan bakar (biofuel). Teknologi untuk mengubah glukosa menjadi etanol, sudah sangat baik, sehingga pemanfaatan semangka bisa menjadi hal yang sangat menjanjikan.

Sebagaimana diketahui, glukosa dalam semangka mengandung 10 persen gula per satuan volume. Hampir separuh dari glukosa itu bisa diolah menjadi etanol. Selain itu semangka mengandung banyak air, yang justru dibutuhkan dalam proses fermentasi glukosa menjadi etanol. Jadi termasuk menghemat air.

Meski begitu, untuk Amerika, hingga saat ini pemanfaatan jagung sebagai bahan baku etanol, tetap belum digantikan. Di Amerika, jagung dinilai masih memiliki potensi yang tinggi sebagai bahan baku etanol. Pemanfaatan jagung untuk bahan baku biofuel, telah mendapatkan kritikan, karena beberapa pihak mengharapkan, jagung diprioritaskan sebagai bahan pangan.

“This is not going to replace corn. In that sense it will remain a niche source of biofuel,” said Jim Rausch, president of the College Station, Texas-based company Common Sense Agriculture, LLC, which is developing a prototype watermelon juice-to-ethanol processing plant. 

Pemanfaatan semangka diyakini bisa lebih baik daripada pemanfaatan algae sebagai sumber etanol. Alasannya, adalah bahwa teknologi pemrosesan glukosa menjadi etanol jauh lebih sederhana daripada teknologi pemanfaatan algae menjadi etanol. Semakin sederhana teknologinya, berarti biaya produksinya semakin rendah.

Sumber ide disini

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s