Menteri Lingkungan Hidup cuma kaplingan parpol doang

Beberapa waktu lalu salah satu stasiun TV menayangkan hasil dari sebuah lembaga survey. Lembaga itu membuat survei kepada sejumlah responden di berbagai kota tentang calon Menteri yang akan mengisi Kabinet Presiden SBY yang akan datang.  Salah satu yang sempat saya lihat adalah hasil survey untuk posisi Menteri Lingkungan Hidup, yang disebut-sebut sebagai “kotak penampungan kader parpol“.

Saya menjadi sangat kecewa karena, asumsi dasar yang digunakan bahwa jabatan MenLH dinilai hanyalah sebatas “Kaplingan untuk kader Parpol doang”.  Dan yang lebih mengecewakan lagi, lembaga survey itu “mengamini” bahwa jabatan Menteri Lingkungan Hidup akan diisi oleh “orang yang tak ngerti lingkungan hidup”, alias tidak punya latar belakang apapun tentang LH.

Kalaulah asumsi yang digunakan oleh lembaga Survey itu, juga merupakan asumsi yang digunakan oleh Presiden SBY, maka bisa dipastikan, pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia akan semakin memprihatinkan. Padahal persoalan lingkungan hidup di Indonesia sudah pada tahap yang sangat membahayakan. Penggundulan hutan dan kebakaran hutan semakin meluas dan masif. Bisa dipastikan bencana lingkungan akan semakin menjadi-jadi.

Isu dan persoalan lingkungan hisup adalah isu strategis, sama strategisnya dengan isu pembangunan ekonomi. Apa artinya pembangunan ekonomi dipacu, tapi pada sisi lain, bencana lingkungan dan persoalan yang disebabkan lingkungan yang buruk semakin besar menimpa masyarakat. Seluruh dunia saat ini sudah mengakui bahwa krisis dan masalah lingkungan adalah masalah yang sangat strategis.

Karena itu posisi Menteri Lingkungan Hidup, haruslah diisi oleh personil yang benar-benar mampu untuk mengelola lingkungan hidup secara makro. Menteri Lingkungan Hidup bukan sekedar “pelengkap“. Jabatan itu harusnya diisi oleh orang profesional dan diberi kewenangan yang cukup untuk membuat keputusan strategis.

Di masa lalu, sampai kabinet Presiden SBY yang akan segera berakhir, posisi Menteri LH dijabat oleh “perwakilan” dari kader partai. Nyaris tidak ada MenLH yang mempunyai latar belakang LH yang cukup, kecuali Nabiel Makarim yang sempat menjadi menteri dan berasal dari internal KMNLH. Selebihnya semua MenLH di masa lalu adalah orang yang tidak punya background apa-apa tentang LH.

Masih beruntung, Indonesia pernah punya Emil Salim, yang meski tidak punya latar belakang LH, dia mampu menjadi MenLH yang cukup berprestasi. Yang lainnya, MenLH hanya sekedar pejabat negara pelengkap.  Akibat dari kondisi itu pengembangan kelembagaan (institutional development) di Kementerian LH tidak berjalan maksimal. Kader Parpol yang kemudian menjadi MenLH biasanya membawa orang-orangnya sendiri untuk menjadi pendamping dan staf menteri. Karena itu banyak sekali posisi “Staff Ahli Khusus Menteri LH“, yang berasal dari orang dekat sang Menteri.

Struktur KMNLH yang definitif seperti Deputy dan Sekretaris, “kalah” dengan Staf Khusus Menteri. Dalam banyak hal, Staf Ahli Khusus Menteri LH (SAKMLH) lebih powerful, katimbang Deputy. Dalam manajemen organisasi kementerian hal ini menjadi gesekan yang tidak proporsional. Implikasinya banyak, sampai-sampai pada penetapan kebijakan, penentuan pejabat dan alokasi anggaran.

Karena itu, kalau Presiden SBY tetap menganggap bahwa MenLH hanya sekedar “kapling kader Parpol doang”, siap-siaplah menerima kenyataan bahwa bencana lingkungan akan segera datang. Kita tunggu pengumuman kabinet dalam waktu segera.

One thought on “Menteri Lingkungan Hidup cuma kaplingan parpol doang

  1. Ya ampun, sampai segitunyakah? Apakah SBY tidak menganggap serius masalah lingkungan di Indonesia ini? Apakah tidak cukup misalnya lumpur yang meluap di daerah eksplorasi Lapindo itu sebagai pelajaran untuk hati-hati menggunakan alam? Memang bukan hanya itu saja isu lingkungan. Masih banyak yang lain. Indonesia masih dikenal sebagai Jamrud Khatilistiwa bukan karena ia punya banyak pohon. Itu menandakan juga bahwa alam di Indonesia sangat baik. Jangan sampailah julukan itu hilang karena kita tidak memperhatikan lingkungan kita.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s