Sayang anak-sayang anak….Anakkon hi do hamora on di au.

Semua orang pasti menyayangi anaknya. Jangankan orang, hewan saja menyayangi anak-anaknya. Apapun akan dilakukan oleh orang tua untuk membahagiakan anaknya, memberikan yang terbaik bagi si anak. Tuhan memberikan insting kepada orang tua, supaya mencintai dan menyayangi anak.

Kalau saja Tuhan tidak memberikan insting yang baik, mungkin akan sering kita jumpai seorang ayah, yang menyiksa bayinya sendiri. Bayangkan seorang bayi merah, nyaris tidak punya kemampuan apapun untuk survive. Si bayi sangat tergantung pada orang tuanya. Kalau tidak ada insting, dan rasa mencintai yang diberikan Tuhan kepada orangtua. Banyak bayi yang akan tersiksa dan mungkin mati sia-sia karena perlakuan orang tua yang tidak benar.

dan1-scan_0020Tapi saya tidak ingin membahas tentang Tuhan dan karunianya kepada manusia. Saya cuma mau mencuil sedikit hubungan orang tua dan anak. Orang Batak mengenal motto “Anakkon hi do hamora on di au”. Artinya kurang lebih “Anakku adalah harta yang paling indah dalam hidupku”. Komponis Nahum Situmorang menggubah sebuah lagu dengan judul itu. Dalam lagu itu diceritakan perjuangan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

Lagu ini sangat menginspirasi masyarakat Batak untuk menyekolahkan anaknya semaksimal mungkin. Jangan heran, kalau seorang inang (ibu), yang sehari-hari pekerjaannya sebagai parengge-rengge (penjual sayur di pasar, dan tak punya kios) hidup sehari-harinya susah, tapi anaknya bisa menyelesaikan sekolah perguruan tinggi, menjadi sarjana. Hal itu banyak dijumpai dalam masyarakat Batak. Cobalah cermati penggalan syair lagu karya Nahum Situmorang seperti dibawah ini.

    Nang so tarihut hon au pe angka dongan; ndada pola marsak ahu disi
    Alai anakkon hi da, ndang jadi hatinggalan sian dongan magodang na i.
    Hugogo pe mancari arian nang bodari; laho pasingkolahon anak hi.
    Na ingkon marsikkola do satimbo-timbo na, olat ni sungkot gogongki
    Anakkon hi do hamoraon di au…..

Secara bebas artinya:

    Meski aku tidak dapat mengikuti gaya orang lain, aku tidak akan menjadi sedih
    Tetapi anak ku tidak boleh ketinggalan dari teman sebayanya.
    Aku akan bekerja keras siang dan malam, untuk menyekolahkan anak ku
    Anak ku harus sekolah se tinggi-tingginya, sampai tenaga ku habis (tak mampu lagi).
    Anakku adalah harta yang paling indah dalam hidupku.

Itulah sebabnya orang tua akan berjuang sampai nafas terakhir, untuk memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya. Tidak ada kata menyerah untuk membela anak.

**
Dalam dimensi yang lain, cinta kasih orang tua diwujudkan juga dalam bidang politik. Megawati Soekarnoputri, mantan Presiden RI, tentulah sangat menyayangi putrinya Puan Maharani. Tidak heran kalau Bu Mega mengupayakan yang terbaik bagi anaknya. Perjalanan karir politik Puan Maharani, sangat banyak didukung oleh peran ibu dan bapaknya. Hari-hari ini nama Puan Maharani santer diberitakan sebagai salah satu calon Menteri Pemberdayaan Perempuan. Kalau Puan, benar-benar jadi Menteri, dipilih oleh Presiden SBY, tentu yang paling bangga adalah ibu dan bapaknya, Megawati dan Taufik Kiemas.

Di negara tetangga Philippina, Benigno Aquino Jr, putra mantan Presiden Corry Aquino, adalah salah satu calon Presiden Philippina pada Pemilu Presiden tahun 2010 nanti. Peluang Aquino Jr, maju sebagai Capres, tentu tak lepas dari kesempatan yang diawali oleh Corry Aquino, bahkan oleh ayahnya, Benigno Aquino Sr, yang pernah menjadi calon Presiden menantang Ferdinand Marcos.

Rasa cinta kepada anak adalah karunia Illahi. Kalau saya mampu dan punya kesempatan, saya juga ingin menjadikan anak saya sebagai Menteri atau bahkan sebagai Presiden. Bagaimana dengan anda ??. Bagaimana dengan Presiden SBY ??.

5 thoughts on “Sayang anak-sayang anak….Anakkon hi do hamora on di au.

  1. Amangboru koq saya terharu ya teringat lag itu.
    Benar sekali banyak banget orang tua halak hita yang banting tulang mati2an biar anaknya bisa sekolah setinggi mungkin. Ah jadi ingat bapakku nih. Minta in itu sulitnya ampun2 deh, tapi apapun yg berkaitan dgn sekolah mau buku sampe les yg mahal bakalan dikasih.

    Tapi berkaitan dengan politik, hmmm perlu dicermati lebih dalam lagi. Dapatkah dikategorikan kolusi atau tidak? Kapabilitasnya mencukupi atau tidak….

    Ah, jangan sampai sayang yang berlebih menutup mata hati akan jalan yang bersih.

    Salam, EKA

    Like

  2. orang tua mana pun pasti menginginkan yang terbaik buat anak2nya. karena semakin sukses seorang anak, semakin oran tua tersebut bangga. proses tumbuh kembangnya pun tergantung dari cara didik orang tua sedari kecil…. saya kapn nih punya anak, pendamping aja tak kunjung ada hi hi hi….

    Like

  3. kayaknya malah kebalik, kalau mega sayang sama puan, bakalan ngga diijinkan jadi menteri di dalam pemerintahan yang seperti ini. terima kasih kunjungannya ya

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s