Drama reality show “Cicak lawan Buaya”

Sebuah panggung besar sandiwara drama reality show Cicak versus Buaya telah dibuka. Para penonton akan menyaksikan lakon-lakon yang akan dimainkan oleh para aktor dan aktris. Drama reality show bidang politik-hukum yang satu ini memang tidak jelas siapa produsernya, tidak jelas siapa sutradaranya, karena itu, alur ceritanya sangat sulit ditebak akan berakhir kemana. Drama reality show ini, lebih seru dibandingkan dengan “Termehek-mehek” versi Mandala, dan “Masihkah kau mencintaiku” ala Helmy Yahya. Layaknya drama, akan ada yang jadi korban, ada yang menangis menahan kesedihan, tapi juga akan ada yang bersiul-siul dan senyum-senyum, karena keinginannya terpenuhi.

Setelah lebih kurang 3 bulan “dilaunching” oleh Susno Duadji (mantan Ka-Bareskrim Polri), “fenomena Buaya versus Cicak“, dinyatakan “terminated” oleh atasan Susno Duadji sendiri, Kapolri, Bambang Hendarso Danuri. Launching oleh Komjenpol Susno Duadji, memang cukup efektif, perseteruan antara buaya dan cicak menjadi hot issue yang menempati rating tertinggi selama bulan-bulan terakhir.

Tapi launching Cicak versus Buaya, itu cuma sekedar stempel nama. Karena sandiwaranya sendiri sudah dimulai beberapa lama sebelumnya. Seperti lagunya Achmad Albar, Panggung Sandiwara. Lakon dan ceritanya memang mudah berubah. Sebentar melenceng ke kiri, tak lama kemudian ngawur ke kanan, atau bahkan putar balik ke posisi awal. Orang Surabaya menyebutnya “Mbulet”, berputar-putar tidak karuan.

cicak-buayaSewaktu pertama kali mempopulerkan istilah “Cicak vs Buaya“, Susno Duadji terlihat sangat jumawa, gagah, seolah ingin memamerkan “kekuatannya“. Karuan saja masyarakat kaget, betapa arogannya Sang Jenderal. Padahal motto institusinya dengan jelas mengatakan “Melindungi dan Melayani“. Kalau semestinya tugas dan tanggung jawabnya adalah untuk melindungi, tapi dalam kenyataannya, Buaya justru seperti mau melumat dan menghancurkan (cicak), maka dunia jadi gonjang-ganjing. Keos. Dan ini terjadi selama hampir 3 bulan, Polri seolah tidak merasa ada yang aneh pada fenomena itu

Ketika Mahkamah Konstitusi menggelar sidang untuk mendengarkan rekaman percakapan Anggodo dengan sejumlah orang, semua jadi geger. Tiba-tiba besoknya Bambang Hendarso Danuri secara resmi minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia tentang polemik Cicak-Buaya, sekaligus meminta agar istilah Cicak-Buaya tidak digunakan lagi. Mestinya malu, tapi mau apalagi. Tuntutan dan tekanan dari publik begitu besar. Terpaksalah Kapolri minta maaf, meski Polri tidak mau mengakui, kalau itu karena tekanan publik.

Tokoh-tokoh drama reality show ini heboh sekali. Bagaimana tidak heboh, Anggodo misalnya bisa enteng-enteng saja “mengatur” apa yang dia inginkan. Dan nampaknya oknum-oknum yang terlibat bisa “mengakomodir” (bahasa lain dari mau diatur oleh) Anggodo. Tidak tanggung-tanggung, orang yang dilibatkan oleh Anggodo bukan orang sembarangan. Mereka adalah pejabat tinggi di instansinya. Karena itu, dalam beberapa demo, beberapa orang mendandani Anggodo seolah-olah seperti seorang “jenderal bintang empat.” Logikanya, hanya yang “berbintang empat” yang bisa mengatur yang “berbintang tiga”.

Dalam potongan plot drama lain, kapolri Jenderal BHD di depan Komisi III DPR, mendapat applaus dan memanfaatkan forum Komisi III DPR dengan sangat piawai. Di awal, BHD seolah keberatan menjelaskan persoalan dalam rapat yang bersifat terbuka. Tapi karena Kapolri tau, bahwa acara itu akan disiarkan “live” oleh televisi, Kapolri benar-benar memanfaatkannya dengan canggih. Bahkan disiapkan “cheer leaders” di balkon ruang Komisi III. Sehingga ketika Susno Duadji bicara, para cheer leaders mengomandoi tepuk tangan yang meriah di rapat kerja itu. Rapat kerja Komisi III dijadikan kampanye gratis oleh Kapolri, disiarkan langsung lagi oleh televisi. Yang untung Kapolri, sebab kalau memblok televisi selama itu, butuh biaya ratusan juta.

Ada lagi plot dimana para lakon pada angkat sumpah. Awalnya karena Susno Duadji bersumpah didepan Komisi II DPR RI. Lalu lakon lainnya juga ikut melaksanakan sumpah. MSK juga bersumpah begitu juga BSR, CH dan MJ. Padahal angkat sumpah bukanlah hal istimewa. Setiap pejabat dilantik, selalu melakukan sumpah. jadi ya tidak usah heran dengan sumpah sumpah yang diucapkan.

Jangan heran dengan cerita drama reality show ini, ceritanya akan berputar-putar. Belum tau siapa saja yang akan jadi korban. Tapi yang pasti, jangan terlalu berharap banyak. Masyarakat tidak akan melihat hasil akhir yang memenuhi keinginan masyarakat. Keadilan masyarakat tidak akan terwujud. Paling-paling akan ada yang dikorbankan. Selebihnya para pemain, aktor, sutradara, produser dan penggembira, tetap dengan bisnis lamanya.

Saya pun jadi kacau menulis posting ini, sebab beberapa paragraf ditulis di hari yang berbeda-beda. Padahal lakon sandiwara drama rality show berubah sangat cepat. Kalau tidak cepat-cepat publish, maka tulisan ini tidak akan pernah selesai. Biar saja tulisan ini tidak lengkap, soalnya alur ceritanya juga cepat berubah. Semua nanti jadi betul termehek-mehek.... tidak bisa ngomong, ya termehek-mehek.. terus.

*******
UP-DATE

Ini foto yang di up-load (tanpa ijin) dari Mega Sinetron Cicak-Buaya

Di ambil dari: http://www.facebook.com/photo.php?pid=51963&op=1&view=all&subj=1383069753&id=100000457315457#/photo.php?pid=179758&id=1846501841

3 thoughts on “Drama reality show “Cicak lawan Buaya”

  1. Inilah panggung politik yang sebenarnya……

    ga tau siapa yang benar siapa yang salah.
    semua pihak saling bongkar2 an dan buka rahasia……

    Kita masyarakat awam hanya bisa sebagai penonton setia,tanpa bisa berbuat apa-apa.

    Mungkin waktu lah yang bisa menyelesaikan kasus ini…

    Salam Amanguda Tuisannya Keren….

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s