Pisang goreng bersambal pedas ala Bunaken

Pisang goreng hangat dengan secangkir teh di sore hari sangatlah nikmat. Tapi kalau pisang goreng ditotoli sambal dan kecap, menjadi sesuatu yang lain. Semula saya ragu, apa iya, pisang goreng dimakan dengan sambal. Tapi itu betul, dan saya sudah mencobanya di Bunaken.

Pisang goreng sambal pedas adalah oleh-oleh yang saya dapat di Bunaken Tomohon Nopember kemarin. Ceritanya, setelah selesai menikmati keindahan karang di laut, perahu yang kami sewa ke Bunaken, mampir di pulau Bunaken. Di pulau Bunaken, selain ada museum laut Bunaken, terdapat juga pejnual minuman dan makanan ringan. Bagi yang sudah haus setelah memandang lautan, bisa menikmati es kelapa muda, atau minum kopi.

Saya dan kawan-kawan pun melemparkan pantat ke bangku panjang yang ada dipinggir pantai dibawah rindangnya pohon, kami mulai memesan kopi. Pak Justamaji memesan kopi, saya juga ikut pesan kopi hitam. Tukang perahu dan temannya, kami minta untuk memesan makanan yang diinginkannya. Sambil bercanda, Pak Achmad Ru’yat, wakil walikota Bogor, mempersilahkan Yogi dan Alan (LO dari Kota Tomohon) untuk memesan makanan juga. Kami tau Alan dan Yogi tentu saja menolak, karena kami baru saja makan siang bersama sebelum naik perahu.

Ditengah obrolan ringan, si ibu pemilik warung menyuguhkan pisang goreng panas.
“Silahkan bapak, ibu, ini pisang goreng khas Bunaken”, si ibu promosi.
“Ini sambal dan kecap untuk pendamping pisang, silakan pisangnya, diolesi sambal”, katanya lagi.
“Pisang goreng ditotolin sambal?”, tanya saya keheranan.
“Iya pak, di Manado, pisang goreng dimakan dengan sambal dan kecap manis.”

Saya kira itu cuma lelucon, ternyata memang benar, karena hal itu diiyakan oleh awak kapal yang kami sewa. Saya belum pernah makan pisang goreng dengan ditotol sambal. Jadi ya saya coba. Saya nikmati dulu pisangnya secuil. Pisangnya enak, kematangan pisang Kepok nya cukup, jadi pas dinikmati sebagai pisang goreng. Lalu saya mulai menotolkan pisang goreng panas ke sambal yang tersedia. Di lidah memang pisang goreng menjadi terasa beda dengan olesan sambal dan kecap. Lain dari yang biasanya, jadi khas Manado.

Kami tidak memesan pisang goreng, tapi di warung di tepi pantai, Bunaken itu, pisang goreng panas-panas, ditawarkan meski taidak dipesan. Karena penasaran rasa pisang goreng pedas, ya, dua piring pisang goreng yang dihidangkan kami coba nikmati. Tapi karena masih cukup kenyang, masing-masing hanya mencoba 1 buah pisang goreng. Sisa yang tidak termakan dibungkus dan dibawa oleh awak perahu.

Menikmati pisang goreng bersambal, bukanlah hal yang saya lakukan setiap hari. Di Bunaken, hal itu kami lakukan dengan rombongan. Agak terasa asing, tapi itulah kuliner Nusantara. Sama asingnya ketika pertama kali mendengar rujak dengan bahan cingur, yaitu bagian hidung sapi. Bagi orang yang pertama kali ke Surabaya, rujak cingur adalah makanan yang terasa asing.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s