Surabaya tuan rumah konperensi sanitasi internasional

Setelah menjadi tuan rumah konperensi transportasi internasional pada bulan Nopember 2009, Surabaya kembali menjadi tempat pelaksanaan konperensi internasional di awal 2010. International Water Association (IWA) bekerjasama dengan BORDA akan menjadi pelaksanan Konperensi Internasional Sanitasi di Surabaya pada tgl 23-25 Maret 2010. Sebagai tuan rumah, menjadi sangat penting menggalakkan pengelolaan sanitasi di Surabaya.

IWA, sebuah organisasi profesi internasional dibidang pengelolaan air dan sanitasi akan melaksanakan Konperensi Internasional yang bertajuk “Decentralized Waste Water Treatments Solution in Developing Countries“. IWA Surabaya Conference,  yang akan membahas beberapa topik antara lain:

1. Technical decentralized sanitation options;

  • Treatment, sludge disposal, reuse, city-wide approaches

2. Community-based sanitation aspects;

  • Community selection, health & hygiene education, gender, community action planning, community management, operation & maintenance services, multi-stakeholder approaches

3. Management options;

  • Financing models, regulatory frameworks, marketing, contractual arrangements, controls, efficiency indicators, capacity development for mainstreaming,

4. Upscale and integration of decentralized systems;

Saya tidak tau mengapa IWA memilih Surabaya sebagai tempat pelaksanaan konperensi internasional seperti ini. Ada kemungkinan yangmengusulkan adalah BORDA (Bremen Overseas Research and Development Association).   Momentum pelaksanaan konperensi internasional seperti ini tentu harus dimanfaatkan oleh kota Surabaya untuk meningkatkan sistem pengelolaan air limbah dan sanitasi di kota ini. Terlepas dari pertimbangan yang dilakukan oleh IWA dan BORDA, menjadi tuan rumah konperensi internasional tentu merupakan peluang yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Selain konperensi, acara di bulan Maret 2010 itu juga akan dilengkapi dengan pameran.  Beberapa lembaga dan perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan air limbah akan ikut serta memeriahkan acara konperensi. Teknologi tepat guna dibidang sanitasi dan air limbah akan dipajang. Program sanitasi diberbagai tempat akan dipamerkan sebagai kesempatan untuk mengukur seberapa jauh perkembangan pengelolaan sanitasi dan air limbah.

Surabaya sebagai tuan rumah harus mengupayakan semaksimal mungkin kesempatan menjadi tuan rumah dari segala aspek.  Manfaat paling minimal adalah sebagai venue pelaksanaan acara. Sejumlah orang akan datang dan tinggal beberapa hari di Surabaya. Tentu selama mereka tinggal akan menambah volume perputaran ekonomi terutama di hotel dan restoran. Manfaat minimal lain adalah, masyarakat akan tau perkembangan sanitasi dan air limbah. Event ini bisa dijadikan oleh mahasiswa untuk referensi penelitian dibidang sanitasi.

Tentu manfaat yang diharapkan adalah peningkatan pemahaman pengelolaan sanitiasi dan air limbah bagi banyak pihak. Sehingga perhatian dan prioritas pengelolaan air limbah dan sanitasi akan semakin meningkat. Harapan akhirnya adalah terjadinya peningkatan kualitas hidup masyarakat,  sehingga ongkos dan biaya dibidang kesehatan (terutama pengobatan) bisa berkurang.

Surabaya harus memanfaatkan peluang ini. Jangan sampai hanya sekedar venue, tapi juga harus mampu mengambil manfaat dan melaksanakan pengelolaan air limbah dan sanitasi yang lebih baik bagi kota ini.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s