Memahami statistik dalam MDG's

Sudah disepakati secara internasional, bahwa pada tahun 2015, diharapkan setengah dari penduduk bumi dapat dientaskan dari kemiskinan. Itu salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs). MDG dicanangkan di tahun 2000, dengan tujuan agar negara dan bangsa-bangsa melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Tahun 2010, adalah peroide yang digunakan untuk menilai, seberapa jauh target MDG sudah dicapai. Pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab adalah “Bagaimana sebenarnya memahami MDG sebagai tujuan pembangunan”.

Pertanyaan tentang pemahaman MDD sangat penting, agar tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dapat dicapai sesuai harapan. Sudah sering dijumpai, banyak pihak yang terjebak dalam jargon dan perspektif yang sempit dalam memahami tujuan peningkatan kualitas manusia seutuhnya. Kesalahan pemahaman itu bisa diakibatkan banyak faktor, tapi yang sering tersirat adalah bahwa pemahaman menjadi keliru karena ketidak mampuan menjabarkan tujuan sesungguhnya dari MDG’s.

MDG’s dicanangkan untuk mengatasi keprihatinan global, bahwa masih banyak warga dunia yang hidup dalam kondisi yang kurang layak. Mereka miskin, rendah pendidikan, tidak sehat bahkan tak mampu melihat keterbelakangannya sendiri. Kaum miskin terjebak dalam kondisi, bahwa seolah-oleh mereka hidup  ditakdirkan untuk menjadi miskin.

MDG’s dimaksudkan melakukan upaya serius terhadap peningkatan kualitas kehidupan. Tidak mudah untuk menjabarkan rancangan global tersebut menjadi kegiatan nyata diberbagai belahan dunia. MDG menetapkan 7 (tujuh) target global. Masing-masing target diuraikan menjadi beberapa sub-target yang menggambarkan keinginan pencapaian tujuan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Ukuran keberhasilan mencapai target disederhanakan dalam bentuk kuantitas, yang kemudian dijabarkan menjadi target-target statistik.

Tahun 2010 ini adalah saat yang tepat untuk melihat apakah masing-masing daerah, negara dan bangsa dapat memenuhi target-target dimaksud.  Lebih penting lagi bagaimana target MDG itu dijadikan  sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga dunia.

Saya coba melihat kota Surabaya sebagai contoh, apakah target MDG sudah relevan sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas kehidupan. Ambillah target nomor 1 MDG, yaitu “Pengurangan Kemiskinan dan Kelaparan”. Target ini diuraikan dalambeberapa indikator capaian. Salah satu indikatornya adalah proporsi penduduk dengan daya beli kurang dari 1 US Dollar perhari.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada tahun 2001, proporsi penduduk kota Surabaya yang mempunyai penghasilan dibawah 1 US Dollar perhari adalah 79,33 persen, sementara pada tahun 2007 turun menjadi 11,94 persen. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa dengan data itu, target MDG untuk pengurangan kemiskinan, sudah tercapai. Meski demikian data-data itu perdulu dicermati lagi secara mendalam.

Indikator lainnya adalah Target No. 7 MDG’s, yaitu “Memastikan Kelangsungan Lingkungan Hidup (Ensure Environmental Sustainability)”. Salah satu indikatornya adalah : “Proporsi penduduk yang dapat mengakses air bersih”.   Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, pada tahun 2001, proporsi penduduk kota Surabaya yang dapat mengakses air bersih 98,34 persen, sementara pada tahun 2007 menjadi 99,40 persen.

Dengan dua indikator MDG’s yang disebutkan diatas, kota Surabaya sudah berhasil melewati target MDG’s.  Apakah tingkat kualitas hidup warga Surabaya, secara nyata sudah meningkat dari tahun 2001 ke tahun 2007?. Pertanyaan itu tidak terlalu mudah untuk dijawab hanya dengan menyajikan dua data statistik diatas. Banyak parameter yang harus dijelaskan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Data statistik sangat berguna untuk mendukung kebutuhan warga kota dalam menentukan arah ke depan. Tapi harus diingat bahwa data statistik saja tidak cukup untuk menjawab persoalan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s