Pembocoran menghantui Ujian Nasional 2010.

Add to FacebookAdd to TwitterAdd to Technorati

Senin nanti 22 Maret 2010, Siswa SMA kelas XII (kelas -3), akan serempak mengikuti Ujian Nasional (UNAS), sampai hari Jumat. Menurut berita di sejumlah media, persiapan-persiapan sudah dilakukan sedemikian rupa untuk kelancaran pelaksanaan UNAS kali ini. Konon persiapan termasuk menghindari terjadinya kebocoran dan pembocoran soal. Sayangnya, rumor yang beredar di sekolah anak saya, sudah ada pihak-pihak yang menawarkan bocoran kunci jawaban UNAS. Minggu-minggu sebelumnya harga bocoran kunci jawaban masih berkisar di Rp. 1,5 juta. Tadi pagi anak saya cerita, ada yang sudah menawarkan dengan harga 15 ribu rupiah saja.

Anak saya sudah jauh-jauh hari saya beritahu, untuk tidak percaya dengan kunci jawaban soal UNAS yang ditawarkan siapapun. Saya berkali-kali menekankan itu, supaya dia belajar dengan baik mempersiapkan diri menghadapi UNAS. Untungnya, anak saya percaya dengan apa yang saya sampaikan, dan dia tak tergoda untuk membeli kunci jawaban UNAS 2010. Tapi rupanya ada saja orang-orang yang menawarkan bocoran soal UNAS.

Saya tidak habis pikir, begitu gencarnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk merusak moral siswa dengan menawarkan kunci jawaban soal. Seandainya benar kalau soal UNAS bocor atau dibocorkan, itu memang suatu kesalahan fatal. Ada dua kemungkinan, soal UNAS bocor atau dibocorkan. Kemungkinan pertama, soal bocor. Kalau soal sampai bocor, itu berarti ada orang berusaha mencuri soal yang dijaga dengan ketat oleh panitia dan pihak kepolisian. Kalau sampai bocor, berarti panitia lalai, lengah, teledor, tidak siap untuk mengamankan pelaksanaan UNAS.

Secara statistik, kemungkinan terjadinya soal “bocor”, memang ada. Hal itu karena panitia dan pihak keamanan adalah manusia, yang bisa saja mempunyai error. Tapi mengingat UNAS adalah pelaksanaan Nasional, dan program yang sudah direncanakan secara sistematis, kemungkinan terjadinya “bocor”, seharusnya nyaris tidak ada.

Kemungkinan kedua, soal UNAS dibocorkan. Kalau kemungkinan kedua ini terjadi, itu artinya malapetaka bagi dunia pendidikan Indonesia. Malapetaka, karena pembocoran, berarti ada unsur kesengajaan. Secara lembaga, rasanya tidak mungkin panitia membocorkan. Yang mungkin terjadi adalah pembocoran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Meskipun pembocoran itu dilakukan oleh oknum, tapi kalau sampai terjadi, itu merupakan hal yang sangat memalukan.

Pembocoran oleh oknum, tetap merupakan tanggungjawab panitia UNAS. Karena seharusnya, orang-orang yang bersinggungan dengan soal UNAS, dipilih dari orang yang benar-benar yang mempunyai kredibilitas tinggi. Pembocoran oleh oknum tetap tidak bisa ditolerir. Pelaksanaan UNAS adalah proses mendidik anak bangsa, jadi bukan hanya proses lulus atau tidaknya siswa.

Anak bangsa perlu dididik secara bermartabat, bukan dengan pembocoran soal UNAS.

One thought on “Pembocoran menghantui Ujian Nasional 2010.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s