Mobilitas di kota masa depan

Kota-kota besar di Indonesia saat ini sedang menuju kondisi yang mengkhawatirkan dalam hal mobilitas. Untuk bergerak dari rumah ke kantor, atau dari suatu tempat ke tempat lainnya dalam kota, orang harus membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya yang besar. Transportasi yang semula berfungsi untuk memudahkan pergerakan dan mobilitas orang, saat ini transportasi menjadi kendala dan hambatan yang besar. Kesesakan di kota seperti Jakarta dan Surabaya, semakin terasa, ketika untuk mencapai suatu tujuan di dalam kota harus membutuhkan waktu satu jam dan biaya yang besar.

Kalau kondisi transportasi Jakarta dan Surabaya tidak dilakukan hal-hal yang radikal, maka dalam kurun waktu 5 -10 tahun kedepan, kota dan transportasinya akan menjadi tempat yang mengerikan. Bagaimana tidak mengerikan, kalau untuk jarak 5 kilometer harus ditempuh lebih dari 30 menit, dengan kemacetan, bahkan rawan kecelakaan. Setiap titik di jalan kota menjadi tempat yang bisa menjadi tempat kecelakaan lalulintas. Perilaku pengguna jalan masih jauh dari harapan akan keselamatan dan kemacetan, hampir disetiap tempat dapat dilihat orang menyerobot, bahkan kecelakaan yang membahayakan pengguna jalan. Di tengah keprihatinan seperti itu, masih ada secercah harapan kalau suatu saat kelak, akan tercipta mobilitas yang aman, nyaman di kota-kota besar.

Para ahli, tidak pernah berhenti untuk mencari solusi terhadap persoalan mobilitas dan transportasi perkotaan. Di berbagai belahan dunia, sejumlah ahli melakukan penelitian dan percobaan yang berkaitan dengan persoalan mobilitas dan transportasi perkotaan. Sebagian dari percobaan dan penelitian itu malah sudah dilaksanakan di berbagai kota. Karena itu kota-kota besar lainnya, dapat mengadopsi hasil penelitian dan percobaan itu, tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar untuk penelitian dan percobaanya.

Sebuah rancangan sistem perparkiran moderen dan di kembangkan di Inggeris. Sebuah gedung parkir bertingkat disisain khusus dengan dilengkapi sistem komputer yang mengatur penempatan mobil di gedung parkir. Penempatan mobil diatur sedemikian rupa, pengemudi hanya menggunakan “smart card” untuk mendapatkan fasilitas parkir. Gedung bertingkat dapat menampung 500 – 1000 mobil dan hanya dioperasikan oleh satu orang tenaga kerja. Dalam waktu kurang dari 1 menit, mobil yang diparkir akan bisa dikeluarkan dari gedung parkir untuk digunakan pemiliknya.

Gedung parkir diintegrasikan dengan moda transportasi kereta bawah tanah MRTyang membawa penumpang ke pusat kota. Gedung parkir modern ditempatkan di kawasan stasiun MRT di pinggir kota. Sehingga pemilik mobil langsung berganti moda dari mobil ke kereta listrik bawah tanah. Saat ini kota Torino di Italia sedang mengembangkan dan mengoperasikan angkutan massal (Mass Rapid Transit, MRT) yang sangat modern. Menurut informasi, sistim MRT Torino, yang berpenduduk sekitar 2 juta jiwa, hanya dioperasikan oleh 4 (empat) orang petugas. MRT kota Torino, tidak memerlukan supir atau masinis, semua pengoperasian, dikontrol oleh komputer. Pengoperasian komputer itu selain untuk pengurangan petugas, juga untuk mengurangi “human error” yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Sistem MRT modern tersebut diintegrasikan dengan moda transportasi sepeda di pusat kota. Di beberapa kawasan di Paris, sudah dibangun stasiun sepeda angin yang modern. Dari stasiun MRT, orang menggunakan sepeda angin ke pusat kegiatan seperti perkantoran, perbelanjaan dan sebagainya. Sepeda-sepeda itu dapat digunakan oleh siapa saja dengan menggunakan smart card. Sepeda tidak perlu dikembalikan ke tempat asal dimana diparkir, tapi ditempatkan di “stasiun sepeda“. Sepeda dilengkapi peralatan untuk data smart card, bahkan dengan GPS, sehingga sepeda dapat diketahui posisinya.

Kombinasi gedung parkir modern di pinggir kota, MRT dan sepeda modern, akan menjadikan pusat kota lebih bersih kualitas udaranya, dan hemat penggunaan bahan bakar. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan manajemen transportasi seperti pemberlakuan “restricted zones” atau “road pricing system“. Bila sistem mobilitas dan transportasi kota seperti itu dapat diimplementasikan, diharapkan kualitas kehidupan perkotaan akan lebih baik. Masyarakat akan lebih bisa menikmati “nilai kemanusiaan” yang lebih tinggi di kota. Kota bukan lagi sesuatu yang membahayakan, melainkan menjadi tempat yang nyaman untuk hidup dan melakukan aktifitas.

Kapan kota Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota lainnya di Indonesia bisa mengembangkan sistem mobilitas yang nyaman seperti diatas? Pertanyaan yang menarik untuk dicermati.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s