Angkutan umum kota hibernating, mati pelan-pelan.

Beberapa waktu lalu saya sempatkan naik bis Metromini Nomor 74 (rute Rempoa – Blok M), dari Tanah Kusir menuju Blok M, Jakarta. Saya naik dari Jl. Bendi Raya sekitar jam 8 pagi. Tujuan akhir saya pagi itu adalah Jl. Cikini Raya. Ketika saya naik, ternyata ada beberapa kursi yang masih kosong, dan Metro Mini berjalan pelan-pelan. Seperti biasa, kondektur berdiri di pintu sambil memanggil-manggil calon penumpang: “Blok M, Blok M …..”. Kondisi penumpang yang “sepi“, tidak seperti ketika dulu saya sering menggunakan Metromini Nomor 74 menuju kantor saya di Kebayoran, Jakarta.

Metromini, meluncur pelan-pelan melewati Jl. Raya Ciputat, di sepanjang jalan ini ada 2 orang penumpang yang naik. Sampai di Pasar Kebayoran Lama (dibawah jalan layang), kondektur terus memanggil calon penumpang, tapi tidak ada yang naik. Metromini bergerak lagi ke arah Utara menuju persimpangan jalan dari arah Ciledug. Di persimpangan ini ada beberapa Metromini dan Kopaja yang berhenti menunggu penumpang.

Metromini yang saya tumpangi juga berhenti menunggu penumpang, tapi karena tidak ada yang naik, bis bergerak lagi ke arah Jl. Paku Buwono. Di persimpangan Jl. Paku Buwono, ada penumpang yang turun, tapi tidak ada yang naik. Bis meluncur menuju arah Pasar Mayestik, di sini ada satu penumpang yang naik. Sampai bis melewati RS Pertamina dan akhirnya saya turun di perempatan Jl. Sisingamangaraja, kursi bis Metromini masih ada yang kosong sekitar 4 kursi. (tidak ada yang berdiri). Kondisi ini sangat kontras dengan sekitar akhir tahun 89 an ketika saya tinggal di Bintaro dan berkantor di kawasan Kebayoran.

Waktu saya bekerja di Jakarta, (tahun 1989-1993), Metromini Nomor 74 adalah alat transportasi langganan saya. Ketika itu, setiap pagi saya harus menunggu lama di Jl. Veteran Bintaro, supaya dapat sedikit tempat untuk berdiri di Metromini 74. Kalau saya berangkat jam 7 pagi ke kantor, alamat tidak akan kebagian tempat duduk di Metromini 74. Kalau mau duduk, berarti saya harus siap di tepi jalan Veteran sekitar jam 6 pagi. Kalau sudah berdiri di Metromini 74, itu biasanya sampai Blok M. Sampai saya pindah dari Jakarta sekitar tahun 1993, kondisi Metromini, tetap berjejalan penumpang.

Kini di tahun 2010, penumpang Metromini semakin sepi. Sebagian besar penumpang telah beralih ke sepeda motor. Kondisi itu bisa dilihat dari jumlah sepeda motor sekarang ini di jalanan kota Jakarta yang sangat berbeda dengan awal tahun 90 an. Sekarang sepeda motor “merajai” jalan-jalan kota, tidak hanya di Jakarta, bahkan sampai ke kota-kota kecil.

Penumpang angkutan umum perkotaan saat ini semakin menurun. Kalau kondisi ini dibiarkan terus jumlah angkutan umum akan terus berkurang dan lama-lama bisa mati suri (hibernating). Kalau angkutan umum hibernating, akan sangat sulit untuk menghidupkannya kembali. Butuh “ahli spesialis” yang cakap dan biaya yang sangat besar me-“rejuvenate” angkutan umum perkotaan. Kemacetan luar biasa akan terjadi di kota-kota, dan angka kecelakaan akan semakin tinggi.

Bila transportasi kota “mengandalkan” sepeda motor, bisa dipastikan bahwa korban kecelakaan akan semakin tinggi. Kecelakaan lalulintas akan menjadi “Pembunuh Nomor Satu di kota-kota Indonesia.

Pemerintah tidak boleh membiarkan hal ini terjadi. Tindakan radikal harus dilakukan untuk menghindarkan kemacetan massal perkotaan dan kematian sia-sia warga kota karena kecelakaan lalulintas. Tidak ada salahnya “berguru ke Cina“. Umumnya di kota-kota Cina, sepeda motor tidak diperbolehkan beroperasi, kecuali yang kapasitas mesinnya dibawah 50 cc dan digerakkan dengan listrik. Sepeda motor kecil ini, diperbolehkan, karena tingkat kecelakaannya dianggap sangat rendah, dan ramah lingkungan.

Pertanyaanya, apakah pemerintah punya keberanian untuk mengambil langkah radikal untuk memperbaiki angkutan umum perkotaan. Mari kita tunggu.

One thought on “Angkutan umum kota hibernating, mati pelan-pelan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s