Ngurus paspor (kedatangan-2); jadinya kok lama ??

Setelah pengalaman hari Kamis minggu lalu waktu memasukkan permohonan perpanjangan paspor ke kantor mimigrasi. ang pagi-pagi hari Senin ini, saya datang pagi-pagi sekali, maksudnya supaya dapat nomor antrian lebih awal.

Jam 06.40 saya sudah sampai di kantor imigrasi Sidoarjo. Ternyata saya sudah keduluan orang lain, dan sudah ada empat orang orang yang berada di ruang pelayanan paspor. Kantor imigrasi baru saja dibuka oleh petugas, tapi petugas pelayanan masyarakat belum ada yang terlihat. Salah seorang pemohon sudah berdiri di mesin pengambil nomor antrian.

Selang beberapa menit di belakang saya, masyarakat yang mau urus paspor mulai berdatangan satu dua orang. Sekitar jam 07.00 dua orang yang semula duduk, sudah berdiri didepan mesin nomor antrian, lalu diikuti dua orang yang baru datang. Mau-tidak mau saya jadi ikut antri untuk mengambil nomor antrian, karena kalau tidak, nanti malah jadi jadi didahului orang lain. Betul saja, dua orang lain kemudian juga berdiri di belakang saya.

Beberapa orang memasukkan tanda terima sementara (tulisan tangan) ke loket lima. Rupanya sebelum mendapat nomor antrian, tanda terima sementara yang diberi hari Kamis lalu harus ditukar dengan tanda terima yang sebenarnya (hasil print-out dari komputer).

Tanda terima sementara milik saya, kemudian saya masukkan ke loket-5, sambil berpesan kepada orang yang antri dibelakang saya, supaya jangan ada yang menyelip tempat antrian saya. Sekitar jam 07.15, petugas di loket-5 mulai memanggil nama orang yang sudah ditukar tanda terima sementaranya. Tidak lama kemudian nama saya dipanggil oleh petugas loket-5 untuk mengambil tanda terima berkas.

Sekitar jam 07.20, seorang petugas di depan mesin nomor antrian, menghidupkan mesin, tersebut. Petugas kemudian memberikan nomor antrian kepada orang yang berdiri di depan saya. Ternyata, yang berdiri antri ada yang mengambil untuk beberapa orang. Meski orang yang berdiri di depan saya cuma 5 orang, saya mendapatkan nomor antrian B-9 (urutan 9).

Mereka yang sudah mendapatkan nomor antrian kemudian duduk di kursi di ruang tunggu, sambil menunggu untuk dipanggil. Jam 07.30, petugas di loket-4 (Kasir) mulai memanggil nomor antri B-1 untuk membayar biaya pembuatan paspor. Akhirnya nomor antri-B-9 dipanggil, dan saya menuju loket-4 untuk membayar.

Biaya yang dikenakan untuk paspor keseluruhan sebanyak 48 halaman adalah Rp. 270.000 yang terdiri dari Rp. 200.000 biaya paspor, Rp. 55.000 untuk biaya teknologi, dan Rp. 15.000 untuk biaya pengambilan sidik jari. Dalam kuitansi tertera ketiga komponen biaya tersebut.

Rincian biaya ini membuat saya jadi bingung. Mengapa dirinci demikian, apakah pemakaian teknologi komputer untuk database paspor dan pengambilan sidik jari diluar dari sistim imigrasi. Saya pernah mempelajari sistim administrasi dan keuangan negara, hal seperti ini rasanya rancu. Saya tidak tau dasar hukum pemungutan biaya-biaya itu. Harus dilihat Peraturan Pemerintah yang mengatur hal ini.

Setelah membayar, saya menunggu antrian untuk pengambilan foto dan sidik jari di loket “biometrik”. Menunggu sekitar 15 menit, saya masuk ke ruang biometrik, dan menuju salah seorang petugas untuk pengambilan foto dengan kamera digital dan pengambilan sidik jari dengan peralatan digital (scanner sidik jari). Sebelum difoto, saya ditanya nama, alamat dan tanggal lahir untuk konfirmasi data yang ada di komputer. Selesai diambil sidik jari, saya disuruh menunggu untuk “wawancara” oleh petugas lainnya, sekaligus untuk penandatanganan buku paspor.

Menunggu hampir 10 menit, tiba giliran saya. Kali ini petugas menanyakan lagi nama, alamat dan tanggal lahir. Setelah itu wawancara dilakukan dengan menanyakan penggunaan paspor.
“Bapak mau kemana pakai paspor ini?”.
“Ke Thailand pak”, jawab saya.
Kemudian saya disuruh menandatangani buku paspor.
“Sudah selesai pak, nanti jadinya hari Kamis sore”.

Saya lagi-lagi tak habis pikir sistim kerja di ruang biometrik ini. Pengambilan foto, sidik jari dan tandatangan serta “wawancara” mestinya cukup dilakukan oleh satu orang petugas. Mengapa harus dilakukan dua orang petugas, bukankah komputernya sudah terhubung secara jaringan. Cara kerja demikian tentu sangat tidak efisien.

Selain itu, proses selesainya paspor mengapa harus menunggu 3 hari lagi. Bukankah pengambilan data dan validasi data sudah selesai. Apa perlunya harus sampai hari Kamis, kalau Senin saya sudah selesai memberi data. Apakah kantor imigrasi akan melakukan re-cek data-data. Tapi bagaimana caranya mereka mencek keabsahan atau ketidak absahan data itu. Ini lagi-lagi membingungkan. Mestinya begitu selesai tandatangan, paspor sudah langsung bisa dicetak.

Bandingkan dengan proses pembuatan KTP atau SIM. Ketika meproses KTP, setelah pengambilan foto, tandatangan dan sisikjari, dalam beberapa menit, KTP sudah jadi dan diserahkan kepada pemohon. Begitu pula ketika pembuatan SIM, setelah foto, tandatangan, dan sidik jari, tidak sampai setengah jam, SIM sudah jadi. Tandatangan pejabat di KTP dan SIM sudah di scan, dan itu dapat digunakan.

Mengapa pembuatan paspor masih menunggu 3 hari setelah selesai foto, sidik jari dan tandatangan. Saya tidak habis mengerti cara kerja imigrasi yang terkesan masih GAPTEK. Tidak efisien dan tidak jelas rincian biayanya.

Itulah pengalaman saya di kedatangan kedua untuk memperpanjang paspor. Kantor imigrasi masih jauuuuuhhhh ketinggalan jaman.

4 thoughts on “Ngurus paspor (kedatangan-2); jadinya kok lama ??

  1. Dengan peraturan: harus menuggu 3 hari lagi, orang orang yang harus menggunakan paspor itu besok harinya, tentu, akan membayar pelicin agar selesai hari itu juga. Begitu juga orang yang tidak mempunyai waktu lagi untuk kembali mengambil paspor tersebut. Dengan kondisi seperti ini, maka peraturan supaya mengurus paspor tidak melalui calo tidak berlaku, tetapi masih tetap terpampang disitu.

    Like

  2. meskipun sudah ‘ada’ perbaikan, kantor imigrasi kita masih menyediakan ‘jalur toll khusus’.
    Kenapa jalur khusus ini masih laku? Antara lain karena jalur ‘biasa’ tidak effisient, memakan waktu lama, menjengkelkan hari orang yg sibuk.

    Tidak perlu lagi bertanya kenapa kok gitu, kenapa kok gini….renungkan saja siapa yg paling diuntungkan oleh ‘jalur toll khusus’ yg saya sebut di atas.

    Like

  3. Setelah baca semua cerita diatas,….baraulah aku sadar, ternyata amangboru pemilik Paspor Republik Indonesia Raya Merdeka-merdeka..

    iya kan?..bener kan?, paspor RI?….kalo ngurus surat2 di indonesia sudah dipermudah, maka departemen yang bersangkutan akan dapat penghargaan dari MURI…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s