Lombok mahal karena perubahan iklim??

Salah satu dampak perubahan iklim adalah kerentanan pangan. Akibat berubahnya pola hujan pada musim kemarau atau musim hujan, maka produksi pertanian dan perkebunan bisa merosot tajam. Harian Kompas pada minggu ketiga secara berturut-turut menurunkan headlines tentang ancaman kerentanan pangan di Indonesia. Salah satu indikasinya adalah kenaikan harga sembako akhir-akhir ini.

Iklim di Indonesia sudah berubah, secara umum pada bulan Juli seperti sekarang, biasanya adalah musim kemarau, tapi di tahun ini, di beberapa daerah hujan masih turun dengan intensitas yang lumayan tinggi. Kalau biasanya, pada sekitar bulan Juli, petani mengolah tanaman cabe, bawang merah, tembakau, semangka, palawija, akan bisa memberikan hasil yang maksimal. Tapi hujan yang berkepanjangan telah mengakibatkan turunnya hasil produksi beberapa komoditas pertanian diatas.

Dalam sebuah tayangan televisi, beberapa pakar bahkan menyimpulkan bahwa kenaikan harga lombok sampai lebih dari Rp. 50.000 per kilo, sangata erat kaitannya dengan perubahan iklim. Gagalnya hasil panen cabe di beberapa sentra produksi cabe disebabkan karena curah hujan yang terlalu tinggi. Produksi cabe yang rendah ditengarai sebagai penyebab utama melonjaknya harga cabe di pasar.

Para ahli iklim sudah sejak awal mengingatkan bahwa perubahan iklim membawa dampak yang sangat serius bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah pada kerentanan pangan. Hujan yang terlalu banyak pada musim tertentu merubah kondisi berbagai tanaman sehingga produksinya menurun.

Bencana pangan masih akan berlanjut dengan kenaikan muka air laut. Sebagian besar wilayah Pantai Utara (Pantura) pulau Jawa akan terendam, termasuk kawasan yang selama ini menjadi lumbung beras nasional. Kalau permukaan air laut naik sampai 50 senti meter saja di Pantura, bisa jadi ribuan hektar sawah produktif akan hilang. Kondisi ini akan mengakibatkan hilangnya sebagian stok pangan.

Dampak lain, adalah banyaknya petani yang akan menderita karena sawah yang hilang. Sawah di daerah pantai bisa hilang karena kenaikan muka air laut. Proses pemiskinan akana area persawahan di pantai di beberapa kawasan Pantura karena hilangnya sawah.

Selain perubahan pola hujan, dan kenaikan muka air laut, kerawanan pangan juga bisa dipicu oleh kenaikan temperatur rata-rata bumi. Pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim, mengakibatkan kekeringan yang panjang. Bila temperatur rata-rata meningkat sebesar 1 (satu) derajat Celcius saja, maka banyak tanaman pertanian dan perkebunan yang akan rusak. Kerusakan akibat kenaikan temperatur rata-rata bumi itulah yang mengancam ketersediaan pangan.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s