Surat pembaca pemicu penyelesaian transportasi perkotaan

Seorang warga Jakarta menyampaikan keluhannya melalui sebuah surat pembaca di koran. hal seperti ini sebenarnya sudah biasa dan sering terjadi. Tapi ketika yang dikeluhkan adalah “ulah” Presiden SBY, maka ceritanya menjadi lain. Begitulah, si pembaca mengutarakan keluhannya terhadap iring-iringan Presiden yang sering membuat kemacetan total di kawasan Cibubur, ketika SBY akan pergi kerja dari Puri Cikeas, atau ketika SBy pulang kerumahnya ke Cikeas.

Bisa dibayangkan kalau rombongan presiden sering membuat kemacetan parah, tentulah banyak gangguan dan kerugian yang dialami masyarakat. Sebagaimana banyak diberitakan media, akibat surat pembaca itu, penghuni istana dan Puri Cikeas menjadi pusing. Presiden SBY sendiri meminta agar tata cara iring-iringan mobil yang menyertainya dievaluasi supaya kemacetan lalulintas tidak terlalu parah.

Karena instruksi Presiden itu, banyak opini yang berkembang di masmedia dan di masyarakat. Berbagai argumentasi dikemukakan, supaya gangguan kemacetan lalu lintas bisa berkurang.

Akibat pemberitaan itu pula, wacana pembahasan angkutan umum massal kembali bergulir. Secara berturut-turut harian Kompas mengangkat masalah transportasi Jakarta sebagai headline. Beberapa stasiun TV juga membahas kemacetan lalulintas di Jakarta. Berbagai ahli dan praktisi ikut memberi pendapat masing-masing, bagaimana mengatasi kemacetn Jakarta.

Masalah transportasi di kota-kota besar adalah masalah yang sangat rumit. Tidak ada solusi tunggal untuk mengatasi persoalan yang semakin rumit itu. Karena itu urun rembug dari berbagai pihak sangat diperlukan. Penyelesaian persoalan ini tidak boleh ditunda-tunda, kalau tidak mau menerima kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

Pembahasan transportasi perkotaan Jakarta kali ini hendaknya menjadi penyelesaian strategis yang didukung oleh semua pihak. Momentum surat pembaca di koran, hendaknya dijadikan pemicu untuk menyelesaikan persoalan transportasi perkotaan secara menyeluruh. Presiden Ri hendaknya juga memberi dukungan penuh, agar masalah transportasi perkotaan tidak berlarut-larut dan semakin tidak karuan.

Apakah Presiden SBY akan menyelesaikan persoalan ini dalam masa jabatan kedua ini, atau lebih memilih memprioritaskan persiapan “putra mahkota” pengganti beliau. Hanya waktu yang akan membuktikan. Kita tunggu saja.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s