Tobbus na mangaratto i da

Kalau di Bahasa Indonesia-kan secara harafiah, “tombus na mangaranto i” (dalam logat Batak yang kental dibaca : “Tobbus na mangaratto i”) berarti “tembus dalam merantau“. Tapi secara umum, tobbus na mangarattoi artinya berhasil atau sukses di perantauan.

Masyarakat Batak banyak yang merantau karena ingin memperbaiki keadaan sosial-ekonomi keluarga. Maklum sejak lama banyak kawasan di Bona Pasogit (kampung halaman) di Tapanuli yang masih “tertinggal“. Merantau adalah salah satu pilihan untuk lebih sukses. Karena itulah masyarakat Batak yang merantau untuk mengadu nasib. Para perantau itu pada umumnya “nekat” (modal dengkul), dan merantau dengan keinginan yang sangat kuat.

Kerasnya persaingan diperantauan, dan mungkin juga karena kemampuan yang sangat minim, banyak diantara perantau dari Batak yang terpuruk. Alih-alih memperbaiki nasib, kondisi di perantauan, tak jauh berbeda dengan kondisi di Bona Pasogit. Sebagian menanggung keterpurukan yang berkepanjangan.

Tidak sedikit diantara perantau yang merantau hanya sekedar “pindah lokasi”, artinya tidak ada perubahan perilaku, tidak menyiasati untuk “survive“. Sebagian tidak mampu beradaptasi dengan kondisi di perantauan, tidak mampu mengatasi tantangan dan “menyerah” pada kondisi yang memang tidak baik. Akhirnya perantau tak mampu keluar dari keterpurukan, tetap miskin, terbelakang dan hidup alakadarnya.

Sebagian perantau Batak berjuang habis-habisan untuk sukses di perantauan. Ada yang menempuh pendidikan, ada yang berusaha, dan sebagainya. Banyak yang mampu meningkatkan kondisi sosial-ekonomi keluarga.

Kisah-kisah di perantauan menjadi bagian dari kesuksesan sekaligus bagian dari keterpurukan. Kisah memilukan juga menyertai perantau Batak. Banyak kisah-kisah perantauan itu yang kemudian dituangkan dalam musik dan lagu. Lagu-lagu Batak banyak yang berupa balada dan epik yang menggambarkan perjuangan perantauan orang Batak. Kisah kegagalan dan kepiluan di perantauan sering menjadi topik-topik lagu Batak.

Sedemikian banyaknya lagu Batak yang bertemakan kepiluan dan ketidak berhasilan, sehingga dalam lagu-lagu Batak seolah-olah nyaris tidak ada keberhasilan dan kesuksesan. Hampir tak ada lagu Batak yang bertemakan keberhasilan perantau. Padahal tidak sedikit masyarakat Batak yang sukses dalam perantauan.

Karena itulah, ketika Edwin Pamimpin Situmorang, datang ke Surabaya beberapa waktu lalu bertemu dengan Panitia Wilayah IV Jubileum 150 Tahun HKBP, Jaksa Agung Muda Intelijen itu menyampaikan pemikirannya tentang keberhasilan orang Batak di perantauan yang perlu dituangkan dalam lagu.

Sebagai Ketua Umum Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP, Edwin P. Situmorang, malam itu menyanyikan sebuah lagu yang diberi topik Tobbus Na Mangaratto i. Saya yang hadir pada acara itu, juga baru tau kalau belum ada lagu Batak yang mengisahkan keberhasilan orang Batak di perantauan. Lagu itu digubah oleh E. Pamimpin Situmorang bersama beberapa pengarang lagu-lagu Batak di Jakarta.

Malam itu ketika Panitia Wilayah IV di Surabaya mengadakan ramah tamah dengan Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP, Edwin Pamimpin Situmorang menyanyikan lagu keberhasilan orang Batak perantau. Lagu itu sangat bagus, menggambarkan kegigihan orang Batak merantau, dan dengan diberkati oleh Tuhan dan doa para orang tua, perantau Batak berhasil menjadi orang terpandang. Salah satunya, ya, Edwin Pamimpin Situmorang sendiri.

Lagu Tobbus Na Mangaratto i, menjadi salah satu “merchandise” dari panitia Jubileum 150 Tahun HKBP. Lagu itu dijual untuk mengumpulkan dana bagi kegiatan Jubileum 150 Tahun HKBP.

5 thoughts on “Tobbus na mangaratto i da

  1. Betul juga yang dibilang opung itu, banyak orang batak yang sekedar “pindah lokasi” dengan merantau. Tapi minim minim, kalau sudah tidak Tombus, ada pekerjaan yang selalu menanti dan identik dengan orang batak. “TAMBAL BAN”. Yang penting halal…..!
    Tapi banyak pula partambal ban yang berhasil melalui tahapan :
    – Tambal Ban
    – Bengkel Motor
    – Nampung minyak/Oli oplosan
    – Trus Jadi pengusaha deh….

    Horas…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s