Blogging sekitar 4 tahun, so what gitu loh…

Awalnya saya tidak ngerti apa-apa soal blogging. Suatu saat di sekitar tahun 2006, sedang browsing, ketemu blog pribadi beberapa orang. Saya pikir kalau orang lain bisa blogging, saya juga mestinya bisa. Waktu itu belum ngerti apa bedanya blog yang domain berbayar atau blog gratis. Perbedaan antara Blogspotcom dan WordPress pun belum tau. Kemudian coba saja registrasi di blogspot, itupun dengan kemampuan sekedar bisa registrasi dan bikin posting sederhana.

Selang beberapa lama, (setelah semakin sering blogwalking), akhirnya saya merasa lebih pas dengan WordPress, karena sepertinya lebih mudah pengelolaannya. Tapi kemampuan untuk mengelola blog masih pada tahap sangat pemula. Lalu terpikir untuk punya domain dengan nama sendri. Sepertinya domain dengan nama sendiri lebih mantap, lebih keren dan lebih memiliki karakter. Tentu saja kalau dengan domain nama sendiri konsekuensinya blog harus berbayar.

Tanpa ba-bi-bu (tanpa pikir panjang), saya putuskan untuk punya blog dengan domain nama sendiri. Mulanya mau pakai http://www.togarsilaban.info, atau http://www.togarsilaban.net, atau http://www.togarsilaban.com. Akhirnya pilihan jatuh pada http://www.togarsilaban.com. Waktu itu pertimbangannya, siapa tau bisa dikembangkan lebih jauh.

Blog ini saya maksudkan untuk wadah menulis dan membahas tentang Lingkungan Hidup dan Perkotaan. Bidang ini memang adalah bidang yang sangat dekat dengan saya, karena background dan bidang pekerjaan saya di Lingkungan Hidup (LH) dan perkotaan.

Maka saya minta bantuan Charly Silaban untuk mendesain format dan struktur blognya. Charly juga sekalian yang pesan domain dan hostingnya. Charly menyanggupi membantu sampai saya hanya tinggal pakai saja. Saya sendiri tidak ngerti urusan hosting dan bikin domain.

Sebelum mulai mengerjakan programnya, Charly mengajukan pertanyaan filosofis.
“Apa tujuan Oppung mempunyai blog ini?”.
Bah, saya rasanya sudah jelaskan kepadanya maksud saya, dan minta bantuannya mendisain blog. Komunikasi kamipun sudah lancar dan saya sudah menjelaskan banyak hal, tapi kenapa dia masih bertanya juga akan hal yang kedengarannya sangat mendasar ini.
“Kenapa harus ada pertanyaan seperti itu?”. Saya balik bertanya.
“Sebagai web-designer, aku perlu tau objective dan goal oppung memiliki dan mengelola blog ini”, Charly mempertegas pertanyaannya.

Okelah kalau memang harus ada landasan filosofisnya, pikir saya dalam hati. Lalu saya jelaskan kepada Charly secara ringkas. “Aku merasa sudah banyak belajar tentang Lingkungan Hidup dan Perkotaan”, saya mulai memberi jawaban. Selama ini saya banyak mendapat input, masukan, pelajaran yang saya dapat secara formal dan informal. Saya merasa banyak menerima, dan diberi oleh banyak pihak. Ada ilmu dan kemampuan yang saya peroleh karena usaha saya, dan ada banyak yang saya dapat karena bantuan pihak lain atau bantuan lembaga tertentu. Walaupun sampai sekarang saya masih terus belajar, saya pikir ada baiknya kalau saya membagi pengalaman dan kemampuan saya itu kepada orang lain, melalui forum blogging. Mungkin saja melalui blogging, saya bisa sharing, dan ada pihak-pihak yang bisa memanfaatkan dan bisa mengembangkannya lebih lanjut.

Kurang lebih itulah yang saya jelaskan kepada Charly. Nampaknya Charly bisa menerima penjelasan saya, dan mulailah ia mendisain blog ini. Tidak berapa lama struktur blog yang dibuat Charly selesai (Thanks to Charly Silaban). Hanya sedikit revisi, blog http://www.togarsilaban.com sudah jadi. Charly mendesain blog ini dengan menggunakan WordPress sebagai pengolah program (betul gak ya istilahnya).

***
Belum ada setengah tahun saya blogging tentang bidang Lingkungan Hidup (LH) dan Perkotaan, sudah timbul keinginan untuk tulis dan posting bidang diluar LH dan perkotaan. Saya pikir perlu juga variasi kemampuan menulis selain dibidang LH dan Perkotaan. Akhirnya saya registrasi juga blog gratisan dengan domain http://www.togarsilaban.wordpress.com
Pada waktu itu blog umum saya dilabeli “Kakilima“. Maksudnya tiada lain adalah untuk menampung keinginan saya untuk menulis topik apa saja, seperti aneka dagangan orang di Kakilima. Di Kakilima saya menulis berbagai bidang isu yang muncul dalam pikiran saya pada suatu saat.

Kemudian, sebagai orang Batak, timbul keinginan saya menulis berbagai hal khusus tentang Batak. Saya pikir banyak hal tentang masyarakat Batak dan budayanya yang menarik untuk ditulis. Lalu saya register satu lagi blog gratisan yaotu http://www.taolobutala.wordpress.com Tao Lobutala adalah nama danau kecil di kampung kelahiran saya di Silaban.

Lewat blog Tao Lobutala ini saya menulis beberapa posting yang terkait dengan masyarakat Batak. Jadi pada suatu saat saya mengelola 3 blog sekaligus, satu khusus membahas Lingkungan Hidup dan Perkotaan, satu khusus membahas Batak, dan satu lagi masalah dan topik lainnya.

Terus terang agak repot juga mengelola 3 blog. Apalagi saya menulis posting adalah pada saat-saat “idle time” di sela-sela istirahat di kantor. Sangat jarang saya menulis di rumah, karena saya ingin istirahat dirumah. Kalau benar-benar “bengong“, tidak ada kegiatan di rumah, barulah saya menghidupkan laptop saya untuk blogging.

Blog Tao Lobutala umurnya sekitar setahun lebih, saya lalu menggabungkannya dengan Kakilima, sekaligus mengganti judulnya. Penggabungan ini karena untuk mengelola 3 blog sekaligus ternyata tidak mudah. Suatu saat judul blognya pernah “Catatan Togar Silaban”. Kemudian judul berganti menjadi “Gorga ni Togar Silaban”. Sekarang judul blog umum itu menjadi “Togar Silaban Notes”.

***
Sekarang, sudah sekitar 4 tahun saya blogging. Kalau mau jujur, ternyata semangat dan kapasitas saya mengelola blog ini tidak selalu prima. Banyak turun-naik blogging yang saya alami. Suatu saat saya produktif menulis, tapi diwaktu lain, sangat sedikit posting yang berhasil saya publish. Saat ini saya sampai pada pemikiran, bahwa format blog tidak lagi terlalu mempunyai makna lebih bagi saya. Blog dengan format berbayar dan blog dengan format gratis tidak terlalu berbeda sepanjang isi dan pesan yang dimuat bisa mencapai sasaran.

Secara statistik sampai sekarang, blog ini sudah menghasilkan 427 published posting (termasuk posting ini). Sebagian besar posting itu adalah tulisan saya sendiri dan pemikiran saya pribadi. Ada juga beberapa posting yang saya kutip secara utuh dari berbagai media. Dari sekian banyak posting, sudah ada sebanyak 280.002 kunjungan (views) yang datang ke blog ini. Tulisan yang paling banyak dibaca adalah “Air Limbah Rumah Tangga, Forget it?”.

Komentar pada blog ini tidak banyak, selama 4 tahun hanya ada 725 komentar yang dituliskan. Dari sejumlah itu, komentar balik (jawaban) saya justru yang paling banyak. Tulisan yang paling banyak dikomentari adalah “Takakura”, yaitu tulisan tentang alat komposting sampah rumah tangga skala rumah tangga.

Sekitar 4 tahun sudah blogging, so what gitu loh?. Ada saatnya saya harus evaluasi keberadaan blog ini, persis seperti pertanyaan filosofis Charly Silaban sekitar 4 tahun lalu. Ada sejumlah pertanyaan yang menggantung di benak saya.
1. Akan kemana blog ini bergerak selanjutnya.
2. Apakah tujuan blog ini sudah tercapai (sebagian atau seluruhnya?)
3. Apa manfaat yang sudah diberikan oleh blog ini.
4. Bagaimana saya bisa mencapai tujuan blog yang saya inginkan semula
5. Bisakah saya konsisten mengelola blog ini
6. Perlukah blog ini dipertahankan dengan format seperti sekarang
7. Haruskan saya merubah blog ini

Sejumlah pertanyaan ada terpikir oleh saya. Dari sejumlah pertanyaan itu, kebanyakan saya tidak bisa menjawabnya.
So, what gitu loh ???.

One thought on “Blogging sekitar 4 tahun, so what gitu loh…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s