Kodok yang semakin mengecil

 

Mirip kodok ya !

 

Kodok yang saya maksud bukanlah spesies binatang yang sekeluarga dengan katak. Kodok yang satu ini adalah batu yang bentuknya menyerupai kodok. Karena itu daerahnya kemudian  dinamai Tanjung Kodok, lokasinya berada di Paciran, Lamongan Jawa Timur. Daerah ini sekarang lebih terkenal dengan sebutan Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Batu yang berbentuk kodok ini terbentuk karena hantaman ombak pada batu karang yang terletak di tepi pantai. Proses abrasi menghantam pantai yang berlangsung cukup lama, akhirnya secara alamiah membentuk seonggok batu yang mirip dengan kodok. Sehingga daerah ini dinamai Tanjung Kodok, karena terletak dibagian daratan yang menjorok ke laut.

Saya tidak tau persis kapan daerah ini dinamai Tanjung Kodok. Saya juga tidak tau apakah ada legenda yang berhubungan dengan batu karang berbentuk kodok ini. Biasanya, di masyarakat tradisional lama, bila ada suatu fenomena alam, masyarakat mengkaitkannya dengan legenda setempat. Sebutlah contoh hikayat Malinkundang di Padang, atau cerita Batu Gantung di Parapat, Sumatera Utara. Hikayat tanjung kodok, boleh jadi ada, tapi saya tidak tau dan belum sempat mencari tau.

 

Senja di Tanjung Kodok

 

Kunjungan saya yang terakhir ke Tanjung Kodok adalah akhir Agustus lalu. Bersama istri dan kedua anak saya, menyempatkan jalan-jalan ke Tanjung Kodok sekaligus ke WBL.

Kami menyempatkan naik perahu tradisional mengitari pantai Tanjung Kodok. Dengan perahu tradisional berkapasitas 6-8 orang, pelayaran selama kurang lebih 15 menit cukup lumayan di ombang-ambingkan ombak.

Ombak di Pantai Tanjung Kodok termasuk besar, karena ombak yang cukup besar itulah maka terbentuk batu karang yang mirip kodok. Setiap hari batu kodok diterjang ombak, tentu suatu saat bentuk fisik batu itu akan bisa berubah. Batu kodok bisa mengecil, atau bahkan tidak menyerupai kodok lagi. Kapan itu terjadi ?. Akan sangat tergantung besarnya ombak di Pantai Utara Jawa.

Saat ini batu kodok berada di areal yang dikuasai oleh pengelola wisata lamongan. Saat saya disana tidak terlihat tanda-tanda upaya pengamanan batu kodok dari gerusan ombak. Tidak ada perlindungan untuk melestarikan batu kodok. Setiap saat, siang malam, batu karang itu diterjang ombak yang cukup keras. Secara alamiah, lama-kelamaan batu karang itu akan terkikis, sehingga batu kodok akan mengecil, atau bahkan tidak berbentuk lagi.

Pengelola tidak melestarikan, pemerintah setempat (Kabupaten Lamongan), juga tidak kelihatan melakukan upaya pelestarian batu kodok. Bisakah batu kodok bertahan tanpa perlindungan ?. Jawabannya pasti tidak. Batu kodok tidak mungkin mampu melawan terjangan ombak selamanya. Harus ada yang melakukan perlindungan.

***

Tentu tidak seru, kalau hanya melihat batu kodok. Di areal Wisata Bahari Lamongan, sejumlah permainan wisata bagi anak-anak sampai dewasa tersedia untuk digunakan. Mulai dari permainan ketangkasan sampai uji nyali dengan peralatan seperti crazy car atau bahkan flying fox. Tentu saja untuk isi perut ada outlet aneka makanan.

 

Dennis, Daniel dan mamanya di tanjung Kodok

 

Di kawasan ini sudah ada hotel yang cukup baik dengan harga yang relatif terjangkau. Untuk mencapai Tanjung Kodok bisa dengan mengendarai mobil selama kurang lebih 2 jam dari Surabaya. Kalau anda punya waktu ke Surabaya, sayang kalau tidak disempatkan ke Tanjung Kodok.

Pertanyaan:
1.Berapa lama lagi batu kodok bisa bertahan, bila setiap detik diterjang ombak laut??
2.Siapa yang paling bertanggung jawab untuk melindungi batu kodok dari gerusan  ombak??
3. Apa yang harus dilakukan masyarakat untuk membantu pelestarian batu kodok ??

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s