Agropolis dan urban farming

Pada bulan Juli lalu, Gubernur Jawa Timur didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa,  dan sejumlah Menteri meresmikan Pasar Grosir Terpadu produk-produk pertanian yang diberi nama “Puspa Agro” yang berlokasi di Sidoarjo, kurang lebih 30 kilometer dari Surabaya. Pasar induk itu diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Peresmian itu sekaligus penegasan bahwa Jawa Timur sebagai propinsi pusat pertanian.

Dibelahan bumi yang lain, sebuah konsep pertanian dan penjualan terpadu sedang digagas. Pada awal September 2010, sebuah konsep Agropolis dipamerkan di Denmark sebagai suatu kegiatan yang mengintegrasikan pertanian dan penjualan produk pertanian dalam satu bangunan yang sama. Bila anda menginginkan tomat atau kentang, tinggal petik dari pohon yang ada di dinding. Karena dinding toko digunakan untuk pertanian hydrophonic yang modern. Aneka sayuran dan buah-buahan disediakan dengan dukungan teknologi modern pada pertanian hydroponic.

Toko serba ada (super store) Agropolis menyediakan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kalau mau beli ikan, tinggal mengambil dari kolam di bangunan yang sama. Ia juga merupakan grocery store yang melayani warga dengan satu konsep super store.

Ditinjau dari aspek lingkungan, Agropolis meningkatkan efisiensi enerji, karena transportasi dari pertanian ke pusat penjualan tidak dibutuhkan. Beban transportasi yang dieliminir sekaligus memperkecil carbon print yang berdampak pada pengurangan emisi karbon.

Kalau jumlah produk pertanian yang bisa disediakan Agropolis bisa diperbanyak, enerji yang dihemat akan sangat besar. Bayangkan kalau display produk daging dan susu hanya bersebelahan ruangan dengan ruangan pternakan sapi yang modern, maka penghematan enerji akan lebih tinggi lagi. Bila konsep ini dilaksanakan secara masif, akan sangat berarti pada pengurangan laju pemanasan global. Perubahan iklim bisa dikurangi juga.

Saya membayangkan suatu saat Surabaya dilayani oleh 4 – 5 Agropolis yang modern, hygienis, sehat dan bersih. Selain berbelanja nyaman, sekaligus menghemat enerji dan menghambat pemanasan global.

Related Articles

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s