Kapan F1 sadar lingkungan

Sejak beberapa tahun lalu, saya getol menyaksikan balapan jet darat Formula-1 di layar televisi. Lomba ketangkasan mengemudi mobil itu memang bisa menaikkan adrenalin penonton, apalagi kalau ada adegan salip-menyalip di lintasan. Balapan paling seru ditonton tentulah kalau dilengkapi dengan hujan, sehingga pertarungan antar pembalap benar-benar mengasyikkan.

Menonton para pembalap itu kadang membuat saya harus begadang hingga pagi, terutama bila menyaksikan laga di sirkuit Canada atau di Interlagos Brazil. Salah satu pebalap favorit saya adalah Lewis Hamilton, yang di tahun 2010 ini sedang berjuang untuk merebut kembali gelar juara dunia. Lewis masih punya harapan, kalau ia bisa habis-habisan di Korea, Abu Dhabi dan Brazil.

Hanya saja sejauh ini Formula One, belum memperlihatkan tanda-tanda sadar lingkungan. Untuk diketahui, lomba balapan Formula-1 sangat boros menghabiskan bahan bakar fossil. Raungan mesin formula-1 yang mengasyikkan itu menghasilkan gas rumah kaca yang sangat besar. Emisi dari balapan mobil menjadi salah satu penyumbang terhadap pemanasan global.

Satu lagi pertarungan adu balap mobil yang tak kalah seru adalah NASCAR, yang dilangsungkan di Amerika. Berbeda dengan Formula-1, NASCAR sejauh ini hanya dilakukan di sirkuit-sirkuit speedway Amerika. Perlombaan NASCAR tidak kalah serunya dengan F-1. Hanya saja balapan NASCAR belum ditayangkan di televisi lokal Indonesia.

Belakangan ini  NASCAR (National Association for Auto Stock Car Racing) mulai sadar lingkungan. Sejak kepemimpinan (CEO) NASCAR ditangan  Brian France, NASCAR mulai menggunakan etanol sebagai bahan bakar mobil balap NASCAR. Bahan bakar campuran ethanol sebesar 15 persen sudah digunakan di arena sirkuit NASCAR. Kandungan etanol sebesar itu termasuk tinggi. BBM ramah lingkungan yang dipasarkan di Indonesia, kandungan ethanolnya kebanyakan dibawah 5%.

NASCAR menggunakan Sunoco Green E15 sebagai BBM di arena balap. Ethanol untuk E15 ini berasal dari jagung America. Jadi bila bila Sunoco Green E15 digunakan secara global dan diambil dari jagung, ada kemungkinan pasokan bahan makanan menjadi berubah.

Tapi setidaknya, NASCAR sudah melakukan upaya untuk lebih sadar lingkungan. Suatu saat, campuran ethanol bisa lebih besar lagi, sehingga emisi BBM fossil bisa berkurang. Dan pemanasan global bisa dihambat dengan signifikan.

Pertanyaannya, kalau NASCAR sudah sadar lingkungan, lha Formula-One kapan sadar lingkungan. Para aktivis lingkungan sudah saatnya melakukan sesuatu agar F-1 juga mulai ramah lingkungan. Kalau NASCAR bisa, mestinya F-1 juga bisa.

***

Lihat juga penjelasan Myke Lynch, managing director NASCAR di link berikut.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s