Awas, Penipuan membajak nama LKPP

Penipuan saat ini sudah keterlaluan. Orang pintar tidak bermoral semakin merajalela, mereka tidak lagi segan membajak lembaga resmi pemerintah. Dua hari lalu, kantor saya menerima sebuah fax. Surat dengan kop Lembaga Kebijakan Pembinaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan lambang Garuda, ditandatangani oleh Ir. H. Suryadi Winarso selaku ketua Panita, atas nama Kepala LKPP. Surat itu menawarkan untuk ikut Bimbingan Teknis dan Ujian Sertifikasi PBJP berbasis komputer. Ternyata fax itu adalah penipuan dengan membajak nama LKPP.

Pada waktu menerima fax itu, saya sebenarnya tidak terlalu berminat untuk menugaskan staff saya mengikuti sertifikasi pengadaan barang/jasa pemerintah. Kantor saya sering mendapat surat penawaran ikut pelatihan dan sejenisnya, dengan membayar biaya yang cukup mahal. Surat dari LKPP itu mengatakan bahwa BimTek tersebut gratis. Biaya akomodasi dan transportasi peserta akan ditanggung oleh LKPP melalui anggaran DIPA LKPP. Dengan informasi yang seperti itu, maka saya anjurkan staf saya ikut. Tapi saya juga bilang supaya cek dulu ke panitia tentang penawaran itu.

Format surat/fax dari LKPP itu sepintas terlihat asli, lengkap dengan alamat dan nomor telepon , serta lambang Garuda sebagaimana layaknya lembaga Pemerintah. Ketika staf saya menghubungi nomor telepon 021-25991340 ext dan fax 021- 021 31934825 sebagaimana tertera di kop surat itu, sipenerima bilang:

“Maaf pak nomor itu sibuk, saya alihkan melalui operator ya”.

Staf saya yang saya tugasi untuk ikut, Pak Erik, (M. Riefki), tidak curiga, lalu menunggu untuk disambungkan. Berselang beberapa saat, telepon tersambung dengan seseorang yang menjelaskan tentang acara Bimbingan Teknis dimaksud. Pak Erik yang sudah terbiasa sebagai panitia pengadaan menanyakan masalah sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa. Penerima telepon menjawab dengan lancar dan baik, tentang tata cara dan prosedur sertifikasi sesuai aturan-aturan yang ada.

Dengan penjelasan yang agak runtut itu, Pak Erik, jadi yakin akan penyelenggaraan BIMTEK LKPP tersebut. Pembicaraan berikutnya beralih ke masalah akomodasi dan transportasi. Menurut penuturan Pak Erik kepada saya, si penerima telepon sangat piawai menjelaskan. Mula-mula penerima telepon menjelaskan tentang biaya akomodasi yang dijanjikan akan ditransfer ke rekening peserta. Tetapi lama-kelamaan oknum itu bisa menggiring pembicaraan sampai pada rekening panitia, dan prosedur transaksi.

Entah dihipnotis atau bagaimana, Pak Erik sampai diminta untuk menuju ke ATM untuk penjelasan proses transaksi. Anehnya pak Erik menyetujui dan berangkat menuju ATM. Sesampainya di ATM, Pak Erik dan oknum penerima telepon berkomunikasi melalui HP, oknum penerima telepon akhirnya berhasil meminta Pak Erik untuk menyetorkan uang ke sebuah rekening di Bank BNI atas nama DIAN PURNAMA nomor rekning 0200703890. Pak Erik seperti terhipnotis mentransfer uang ke rekening Dian Purnama.

Setelah proses transfer melalui ATM itu selesai, tiba-tiba Pak Erik tersadar bahwa ia telah tertipu. Pak Erik lalu mencoba menghubungi lagi nomor telepon yang diberikan oknum penerima telepon, tapi nomor-nomor itu sudah tidak bisa dihubungi. Barulah Pak Erik tersadar ia telah tertipu oleh sekawanan penjahat. Transaksi terjadi kemarin sore tgl 27 oktober 2010 jam 16.57.

Sekembali dari ATM, ATM, Pak Erik browsing ke website LKPP. Ia membandingkan alamat dan nomor telepon yang ada di kop surat yang kami terima. Alamat resmi LKPP memang sama, tapi nomor telepon dan fax, ternyata tidak sama. Sehingga jelas, bahwa surat itu adalah surat palsu untuk menipu. Pak Erik langsung lemas mengetahui ia telah tertipu.

Tadi pagi saya dilapori kejadian itu oleh Pak Erik, saya terhenyak kaget, betapa sekelompok orang dengan modus operandi yang rapi bisa menipu dengan membajak lembaga resmi pemerintah. Saya yakin mereka adalah orang pintar, mengerti tentang tatacara Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, mereka juga tau administrasi pemerintah. Dan tentu saja mereka tau mengenai transaksi elektronik melalui ATM.

Para penipu itu bisa menghipnotis seseorang melalui telepon. Agak janggal bagi saya, bagaimana Pak Erik bisa sampai diminta menuju ATM sebuah bank, dan kemudian mau juga diminta mentransfer uang.

Yang agak melegakan adalah bahwa uang dari rekening Pak Erik yang berhasil dikuras, hanya sebesar 1,3 juta rupiah. Saldo di rekening itu memang cuma 1,4 juta rupiah.

Penipuan dengan modus seperti ini, termasuk baru. Penjahat selalu saja meningkatkan ketrampilannya. Saya tidak habis pikir, mengapa orang pintar, semakin rusak moralnya.

***
Alamat resmi LKPP (menurut websitenya) adalah seperti dibawah ini.
LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
Gedung SMESCO UKM Lt. 8 Jln. Gatot Subroto Kav 94 Jakarta – 12780
Telepon : 021-7991025
Fax : 021-7996033 / 021-7991125

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s