Nonton Kenny G live di Surabaya

Anaundefinedk saya Dennis sudah beberapa tahun kursus piano. Beberapa kali dia sudah ikut ujian dan menyaksikan peserta kursus tampil di depan umum. Bersama kelompoknya dia juga pernah tampil didepan umum. Tapi sejauh ini dia belum pernah menyaksikan konser musik secara langsung apalagi pemusik kelas dunia. Maka ketika Kenny G tampil di Surabaya, saya mengajaknya ikut nonton pertunjukan live.

Mengajak Dennis nonton konser musik, maksudnya agar dia lebih termotivasi latihan piano dengan lebih baik. Biasanya kalau pernah lihat pertunjukan konser secara langsung, akan memberi semangat. Apalagi Kenny G adalah seorang akuntan, tamatan University of Washington di Seattle dengan lulus Magna cum laude. Tapi Kenny G, yang nama aslinya Kenneth Bruce Gorelick, kemudian lebih kondang sebagai pemusik.

Jadi saya berharap Dennis bisa melihat seorang musisi kelas dunia yang juga akuntan magna cum laude, dengan begitu semangat sekolahnya bisa tambah kuat, dan semangat bermusiknya juga tambah kuat. Jadi kesempatan nonton Kenny G live di Surabaya jangan sampai dilewatkan, karena belum tentu Kenny G datang lagi ke Surabaya.

Saya pun belum pernah lihat penampilan Kenny G secara langsung. Tapi ternyata harga tiketnya paling rendah Rp. 250 ribu, dan paling mahal kelas platinum, 2,5 juta rupiah. Saya coba browsing di internet, malahan harga tiket termurah (bronze) ditawarkan 600 ribu rupiah. Saya belilah tiket bronze seharga 250 ribu untuk berdua, Dennis dan saya.

Tiket bronze yang ada di tangan saya tidak mempunyai nomor tempat duduk, karena itu siapa yang cepat datang, dia bisa duduk dibarisan depan kelas bronze. Dennis dan saya datang secepat mungkin ke Grand City, dimana Kenny G manggung.

Ternyata yang punya pikiran cepat datang bukan hanya saya, hampir semua pemegang kelas bronze, berpikiran begitu, maka begitu pintu dibuka, saya langsung berebut cari kursi terdepan kelas bronze.

Gebrakan awal, Kenny muncul dari belakang penonton disaat lampu masih gelap. Begitu pembawa acara menyebutkan nama Kenny G, ia langsung meniup saxophonenya sambil berjalan ditengah penonton. Tepat dibagian tengah dia menaiki kursi penonton yang sudah pada berdiri. Tepuk tangan yang riuh membahana ketika Kenny meniup saxophone dalam waktu yang sangat lama tanpa menarik nafas. Ia membawakan lagu The Moments yang sudah sangat terkenal di Indonesia.

Sesampainya dia dipanggung Kenny kembali menyapa penonton yang malam itu memnuhi semua kursi di Grand City. Kenny G memang luar biasa, tiupan saxophonenya maut, kemampuannya meniup dalam waktu lama merupakan kelebihan lain yang dimilikinya. Malam itu ia memraktekkan teknik meniup saxophone yang sangat spektakuler. Kenny ternyata mampu menarik nafas sambil bersamaan dengan meniup saxophone selama beberapa menit. Sepertinya ia juga mampu menghembuskan nafas melalui hidung sementara ia meniup saxophonenya. Ini benar-benar keahlian yang sangat luar biasa.

Ternyata perawakan Kenny G termasuk kecil untuk ukuran orang Bule. Wanita pembawa acara yang memperkenalkannya malam itu bahkan lebih tinggi dari dari Kenny. Ia juga terlihat kurus meski dibalut stelan jas warna gelap. Dan tentu saja ciri khas nya dengan rambut keriting ala curly dibiarkan lepas terurai.

Pemusik keturunan Jahudi itu seperti menyihir penonton di malam minggu 6 November di Surabaya. Lagu demi lagu mengalir dengan lancar. Kenny juga memperkenalkan pemain piano yang mengiringinya yaitu Robert Dxxx, yang katanya adalah teman Kenny sejak SMA.

Ditengah pertunjukan, Kenneth Bruce Gorelick menghadiahkan sebuah saxophone yang dilabel merk Kenny G kepada penonton yang beruntung. Ketika pria beruntung itu diminta keatas panggung, Kenny memintanya memanggil pasangannya, maka datanglah seorang pria teman dari pemenang hadiah Saxophone. Kenny mempersilahkan kedua pria itu duduk dikursi diatas panggung. Kenny minta jurufoto untuk memotret kedua pria itu dengan Kenny berada ditengah. Kenny sempat berkata kepada pasangan pria-pria itu: “It is  very romantic”.

Kenny juga memainkan lagu dengan dubbing terhadap lagu Louis Amstrong. Video pemain trompet Louis Amstrong di putar di layar, lalu Kenny mendubbing dengan saxophonenya. 

Ini foto jepretan dari layar.

Konser yang dibery judul: “Kenny G, A romantic evening of heart and soul”. Malam itu Kenny memperkenalkan sebuah lagu dari album terbarunya. Album yang diberi judul “Heart and Soul“,  sesuai dengan judul konser. Konser yang berlangsung  selama hampir 90 menit terasa sangat cepat. Ketika akan mengakhiri konser Kenny memainkan “My heart will go on” yang menjadi sound track film Titanic. Setelah lagu itu selesai, Kenny G memanggil pemain pianonya kedepan panggung untuk pamitan dari penonton. Tentu saja para penonton meminta lagi, kata-kata”We want more”, diteriakkan berulang ulang.  Dan kemudian Kenny dan Robert kembali ke panggung dan memainkan lagu terakhir malam itu “Over the rainbow“.

Sayang kamera saya cuma kamera abal-abal yang tidak bisa mengambil gambar close-up dari jauh. Apalagi saya duduk di kelas bronze yang kursinya cukup jauh. Jadi foto-foto yang saya tampilkan disini ya hasil kamera saku itu.

***

About Kenny G (according to Wikipedia)

Kenny G received success quite early on, with both G Force and Gravity, his second and third studio albums respectively, achieving platinum status in the United States. These sales were topped by his fourth studio album, Duotones, which sold over 5 million copies in the U.S. alone. His sixth studio album, Breathless, became the number one best selling instrumental album ever, with over 15 million copies sold, of which 12 million were in the U.S. He broke another record when his first holiday album, Miracles, sold over 13 million copies, making it the most successful Christmas album to date.

In 1997, Kenny G earned a place in the Guinness Book of World Records for playing the longest note ever recorded on a saxophone. Usingcircular breathing, Kenny G held an E-flat for 45 minutes and 47 seconds at J&R Music World in New York City. That same year, Kenny G’s song “Havana“, from his album The Moment, was remixed by noted DJs Todd Terry and Tony Moran and released promotionally to dance clubs in the U.S. These mixes went to #1 on the Billboard Dance/Club Play Songs chart in April 1997.

Kenny G’s 1999 single, “What A Wonderful World” was criticized regarding the overdubbing of Louis Armstrong‘s classic recording. A criticism was that a revered recording by an artist such as Armstrong known especially for improvisation should not be altered and especially not by a musician such as Kenny G whose contributions to jazz were already in question. Some columnists countered the criticisms suggesting such a recording would bring classic jazz to a wider audience. Kenny G fans considered the live performance of this duet with Armstrong on a video taped backdrop a “show stopper.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s