KLH jadi jurubicara perusahaan AMDK ?

Di acara “Regional Summit” yang diadakan oleh Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Yogya minggu lalu, beberapa stakeholder di minta jadi pembicara. Saya ikut diminta paparan di sesi terakhir yang membahas sinergi kelembagaan pengelolaan LH.

Di sesi sebelumnya, ada 5 pembicara, salah satunya dari perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Saya tidak tau apa maksud penyelenggara untuk mengundang perusahaan AMDK menjadi pembicara di acara ini. Karena itu pada kesempatan Tanya/Jawab, saya menyampaikan uneg-uneg tentang keikutsertaan perusahaan AMDK itu.

Pada sesi pagi itu perusahaan AMDK (salah satu yang terbesar di Indonesia), diminta menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan perusahaan untuk melestarikan hutan, dimana mata airnya menjadi menjadi sumber air baku bagi perusahaan AMDK tersebut. Perusahaan itu mengklaim telah ikut melestarikan lingkungan. Padahal menurut saya, upaya itu mereka lakukan semata-mata untuk mengamankan kepentingan bisnis perusahaan itu semata.

Saya menyampaikan keprihatinan karena KLH membantu perusahaan yang mendorong pola hidup (lifestyle) yang tidak ramah lingkungan. Sebagaimana diketahui untuk menyediakan segelas AMDK siap diminum menghabiskan enerji yang cukup besar. Carbon foot-print AMDK lebih dari 1000 kali air minum dari PDAM.

Menurut saya tidak sepantasnya perusahaan yang mendorong dan mempromosikan lifestyle tidak ramah lingkungan untuk tampil di acara KLH. Setiap hari perusahaan AMDK menghabiskan biaya iklan yang luar biasa besar, supaya orang semakin sering minum air kemasan. Bahkan perusahaan air minum seperti PDAM pun ikut-ikutan menggunakan AMDK yang justru menjadi kompetitornya.

Bayangkan harga jual rata-rata air PDAM sekitar Rp. 1.500 per meter kubik, sementara AMDK sekitar Rp. 1.500 per liter (paling murah). Jadi orang dicekoki iklan supaya membeli AMDK yang harganya 1000 kali lebih mahal dari PDAM. Memang kualitas air PDAM belum bisa langsung diminum. Tapi ongkos memasak air PDAM jauh lebih murah ketimbang membeli sebotol AMDK.

AMDK selain menghabiskan enerji yang sangat besar, kemasan plastik dari AMDK juga menjadi masalah besar. Plastik PET yang digunakan, tidak akan hancur secara alami selama lebih dari 100 tahun. Akumulasi kemasan AMDK itulah salah satu jadi penyebab malapetaka lingkungan.

Lalu kenapa perusahaan AMDK diminta atau diberi kesempatan bicara seolah ikut melestarikan lingkungan ???. Saya tanya hal itu kepada salah seorang panitia regional summit di Yogya tgl 3 Nopember lalu. Si teman berkelit, bahwa ia tidak ikut menentukan siapa saja yang diundang bicara di regional summit itu. Mudah-mudahan KLH lebih teliti menentukan pembicara pada acara-acara KLH pada kesempatan yang akan datang.

3 thoughts on “KLH jadi jurubicara perusahaan AMDK ?

  1. Pak Togar,

    “Carbon foot-print AMDK lebih dari 1000 kali air minum dari PDAM.”

    Membaca kalimat diatas saya agak miris, tapi, kalau misalkan perusahaan AMDK dikelola seratus % oleh masyarakat, dimana model bisnisnya mengutamakan benefit bagi masyarakat sekitar mata air, apakah ide seperti ini dapat diterima … ?

    Like

    • @Wildan Maulana: Jelasnya bahwa perusahaan AMDK adalah perusahaan yang “merusak” lingkungan. Karena sesungguhnya produk utamanya adalah AIR, sementara sampingannya adalah kemasan plastik PET yang merusak lingkungan. Untuk memulihkan lingkungan akibat plastik itu membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya yang sangat besar. Dan beban kerusakan lingkungan itu diberikan kepada masyarakat.

      Kalaupun perusahaan AMDK dikelola 100% oleh masyarakat, hal itu tidak menghilangkan “pengrusakan” lingkungan oleh plastik kemasannya. “Benefit jangka pendek” mungkin didapat, tapi malapetaka jangka panjang ditinggalkan begitu saja menjadi beban masyarakat banyak.

      Ide ini jelas bisa diterima, terutama kalau dilihat dari konteks pelestarian lingkungan.

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s