Cara belajar anak sekarang

Waktu ketemu anak saya beberapa hari lalu,  saya sempat lihat beberapa perlengkapan kuliah mereka di kampus. Banyak sekali yang sudah berbeda dengan cara saya kuliah dulu. Paling tidak perbedaan mencolok dalam penggunaan teknologi yang tersedia. Sepertinya metoda belajar mahasiswa sekarang ini, juga sudah sangat berbeda dengan apa yang pernah saya jalani dulu. Dengan fasilitas teknologi yang sekarang, semestinya pemahaman dan penguasaan materi kuliah akan menjadi lebih bagus.

Ketika runtang-runtung kuliah dulu, yang paling sering digunakan adalah mesin fotocopy. Karena tulisan saya terbilang cakar ayam, maka saya sering pinjam catatan kuliah teman untuk difotocopy. Atau kalau saya ketinggalan dan tidak masuk kuliah, maka fotocopy menjadi andalan untuk mendapatkan materi kuliah. Bahkan saya memfotocopy textbook milik teman atau milik perpustakaan. Maklum kalau beli textbook yang asli, uang bulanan saya bisa terkuras semua, dan terancam tidak bisa makan dipertengahan bulan.

Nampaknya peran fotocopy sekarang sudah jauh berkurang. Komputer anak saya sudah banyak berisi bahan kuliah dalam bentuk ringkasan berupa power-point presentation dari dosennya. Beberapa buku referensinya juga sudah dibuatkan ringkasan dalam bentuk file power-point. Dosen sering memberikan soft-copy kepada mahasiswanya, sehingga tidak diperlukan lagi memfotocopy catatan kuliah seperti saya dulu. Jadi Daniel, anak saya, harus selalu bawa flash-disk ke kuliah untuk buat copy file dari bahan kuliah.

Sampai kemarin, Daniel belum menggunakan e-book dalam pengertian sebenarnya. Ringkasan buku yang berupa file power point presentation itu bolehlah sebagai bagian dari e-learning yang sudah semakin sering digunakan. Saya belum mampu membelikan i-Pad untuk Daniel. Jadi dia masih pake laptop nya saja dulu.

Dengan fasilitas gadget seperti itu, mungkin memudahkan dalam dokumentasi materi kuliah. Tapi apakah soft-copy materi kuliah, bisa memudahkan penguasaan materinya. Ini tantangan yang dihadapi mahasiswa. Apalagi konon di kampus Daniel, ketika ujian, kalkulator haram digunakan. Artinya, kemampuan manual mahasiswa masih mutlak diperlukan.

Soft copy buku dan soft copy materi kuliah, mungkin akan memudahkan menyelesaikan tugas dan makalah. Untuk menguasai materi itu, Daniel dkk masih harus mengoptimalkan segala kemampuan metoda belajar yang paling baik, sehingga mata kuliah bisa difahami dan dikuasai.

Dari waktu ke waktu, cara belajar terus berkembang. Selamat belajar orang muda !!!.

2 thoughts on “Cara belajar anak sekarang

  1. Horas Amang Uda…..
    itu lah jaman, tapi ku rasa fotocopy masih tetap eksis…
    aku sendiri paling tidak bisa belajar melalui softcopy (padahal memang tidak pernah belajar)…
    teknologi sekarang di satu sisi memberi kemudahan, contohnya, kebetulan aku kuliah hukum, untuk peraturan perundang-undangan tidak perlu lagi membeli undang-undang yang sudah dikodifikasi, cukup download softcopy nya aja. Walaupun terkadang dosen ada yang minta untuk diprint, tinggal diprint aja, dan harganya lebih murah.
    Dan kalau untuk presentasi, kalau jaman dulu harus buat transparansi untuk digunakan pake OHP, sekarang pake slide di powerpoint, dan bentuknya juga lebih menarik, sehingga orang yang melihat juga antusias.
    Tapi di satu sisi ada buruknya, mahasiswa banyak yang jadi malas dan berimbas juga pada tulisan yang luar biasa berantakan.
    Jadi menurutku sih amang uda, semuanya harus pada porsinya masing-masing. Ada baiknya sesekali mencatat dengan tulis tangan manual, dan ada saat nya mengetik dengan komputer. Agar semuanya balance.

    Horas….

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s