Memperbaiki kinerja pemerintahan melalui Restorasi Birokrasi

Sepuluh tahun lebih usia reformasi di Indonesia, tapi peningkatan kesejaheraan rakyat masih jauh dari cita-cita reformasi itu sendiri. Ada banyak alasan yang sering dikemukakan sebagai penyebab ketidakberhasilan reformasi itu. Salah satunya adalah reformasi birokrasi yang tidak berjalan dengan baik dan benar. 

Indonesia telah mencapai kemajuan yang pesat dalam pelaksanaan reformasi sejak satu dekade terakhir. Akan tetapi pelaksanaan reformasi masih terfokus pada bidang politik dan ekonomi. Komponen penting reformasi di bidang politik birokrasi belum diimbangi dengan reformasi birokrasi. Padahal birokrasi adalah salah satu penggerak reformasi yang sangat penting.

Dalam satu dekade terakhir, birokrasi memang sudah banyak melakukan perubahan. Akan tetapi perubahan yang dilakukan pada umumnya baru pada tingkat “kulit”nya saja. Yang banyak berubah baru nomenklatur (nama) lembaga-lembaga birokrasi. Reformasi birokrasi yang sesungguhnya belum dilakukan secara sistematis dan terukur. Berbagai indikator menunjukkan bahwa reformasi birokrasi belum terlaksana secara baik.

Kasus-kasus korupsi yang terjadi akhir-akhir ini merupakan salah satu indikasi bahwa reformasi birokrasi belum dilaksanakan secara konsisten. Disisi lain, restrukturisasi di berbagai lembaga pemerintahan tidak memberikan gambaran bahwa reformasi birokrasi sebagai alat untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pembangunan dan pemerintahan. Restrukturisasi organisasi di lembaga pemerintahan, malahan menambah jabatan eselon-I yang justru berseberangan dengan tujuan reformasi birokrasi yang sebenarnya. Dengan kata lain, restrukturisasi birokrasi yang  berlangsung tidak sepenuhnya mendukung tujuan reformasi birokrasi.

Karena itu reformasi birokrasi harus ditransformasikan  menjadi RESTORASI BIROKRASI. Dalam Restorasi Birokrasi, langkah-langkah strategis dilakukan lebih efektif dan terukur. Pelaksanaan restorasi birokrasi dapat mengambil langkah-langkah strategis yang efektif dalam pelaksanaan pembinaan restorasi birokrasi. Dalam restorasi birokrasi, dilakukan perubahan sistemik manajemen kepemerintahan dan harus meningkatkan efisiensi  manajemen pemerintahan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta pada akhirnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Negara harus menjadi motor dan pengendali pelaksanaan restorasi birokrasi. Ukuran keberhasilan restorasi birokrasi adalah peningkatan efisiensi yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Bila tidak terjadi peningkatan efisiensi manajemen kepemerintahan dan pertumbu ekonomi, berarti restorasi birokrasi dianggap tidak berhasil. Untuk itu seluruh stakeholder harus terlibat dalam mendukung upaya restorasi birokrasi.

Kapan restorasi birokrasi harus dilakukan ??. Bagaimana melibatkan seluruh stakeholder untuk melakukannya. Dari mana harus memulai. Siapa yang harus menyusun blue-print restorasi birokrasi ??. Semua pertanyaan itu memerlukan jawaban segera.

One thought on “Memperbaiki kinerja pemerintahan melalui Restorasi Birokrasi

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s