Tol tengah: mudarat dan manfaatnya bagi Surabaya

Kawan saya Shanty Syahril, aktivis lingkungan dan pemerhati transportasi dari Jakarta, mengirim message di akun FB dan bertanya kepada saya: “Saya mengikuti berita bu Wali menolak jalan tol dalam kota lewat media. Bang Togar masuk yang mana nih?. Pro bu Wali atau pro Pusat & Propinsi?. Boleh dapat informasi kronologis dan perkembangan sebenarnya?”.

Saya langsung merespon pertanyaan Shanty dengan memberi beberapa penjelasan dan pendapat saya. Sebagian pendapat saya sebenarnya sudah ada di Tol tengah masuk domain politik.  Untuk lebih menegaskan, saya sampaikan beberapa info kepada Shanty. Bagi saya, tol tengah kota bukan soal pro atau kontra. Ini soal ada manfaat atau tidak. Apakah rencana itu akan membawa kesejahteraan bagi warga kota atau sebaliknya.

Rencana pembangunan tol tengah di Surabaya menjadi isu yang sangat hot bagi media lokal Surabaya dalam beberapa pekan terakhir.  Hal itu terutama setelah DPRD kota Surabaya “memberi persetujuan” terhadap tol tengah. Sebelumnya investor tol tengah PT Margaraya Jawa Tol (MJT) memberikan presentasi dalam suatu rapat tertutup dengan DPRD.  Disisi lain Walikota Surabaya menolak rencana itu. Dari sinilah polemik jalan tol tengah menjadi semakin ramai dibahas media.

Rencana pembangunan tol tengah Surabaya sebenarnya sudah dimulai sejak jaman Orde Baru. Di kala itu, group Putra Mahkota Cendana, Bimantara, mendapatkan konsesi sebagai investor jalan tol tengah. Tidak banyak informasi yang bisa dikumpulkan apakah penunjukan PT MJT (group Bimantara kala itu, sekarang ??) itu sudah didukung oleh kelayakan teknis, manajemen dan kelayakan lingkungan. Bisa dibayangkan pada saat itu, jangankan menolak usulan group Bimantara, bertanya tentang kelengkapan  administrasi PT MJT pun barangkali tidak ada yang berani.

Berdasarkan pengalaman empiris di berbagai kota di seluruh dunia, jalan tol tidak pernah menyelesaikan persoalan kemacetan kota. Contoh yang paling dekat adalah Jakarta, sebelum jalan tol dalam kota Jakarta dibangun, banyak pihak beranggapan bahwa dengan membangun tol lingkar dalam dan lingkar luar, Jakarta akan bebas dari kemacetan. Kenyataannya, setelah tol dalam kota dan jalan tol lingkar luar Jakarta dibangun, kemacetan di Jakarta malah tambah parah. Di jalan tol sendiri, yang mestinya tidak macet, malah juga mengalami kemacetan.

Orang Jakarta tidak punya pilihan, mereka membayar tol, tapi tetap macet di jalan tol. Akibat pembangunan tol, jalan-jalan di luar tol menjadi macet luar biasa. Arus lalu lintas yang akan masuk dan keluar tol semakin besar. Kawasan persimpangan di sekitar in/out jalan tol, menjadi kawasan terparah kemacetannya.

Bila tol tengah kota dibangun di Surabaya, kemacetan di kawasan persimpangan akan lebih parah dari kondisi Jakarta. Karena jarak persimpangan di rencana tol tengah Surabaya sangat dekat. Menurut pre-design  (yang dibuat kemudian), tol akan melintas di tengah kota di sebelah/diatas rel kereta api dari Waru ke Perak dengan jumlah ramp in/out yang sangat banyak dengan jarak antara ramp yang sangat dekat.

Ramp in/out akan dimulai dari Sawo Tratap (bundaran Aloha). Kawasan ini, sekarang saja sudah sering macet. Bila ditambah jalan tol dengan bangunan perlengkapannya, maka kemacetan disini akan sempurna. Ramp in/out berikutnya kurang dari 2 km, yaitu di bundaran Waru. Disini juga akan semakin kompleks permasalahannya.

Tidak sampai 1,5 kilometer, ramp in/out ketiga berada disekitar bundaran Dolog, pertigaan ke kawasan SIER. Saya tidak bisa membayangkan seperti apa kemacetan di kawasan ini nantinya selama konstruksi dan setelah konstruksi.

Ramp ke empat akan berada disekitar stasiun Wonokromo. Di kawasan ini rencananya akan dibuat interchange yang bertingkat. Ini menjadi pusat kemacetan yang luar biasa. Ramp ke lima akan berada di sekitar Jl. Kertajaya.

Sekitar 1 kilometer dari Jl. Kertajaya, akan ada ramp ke enam di sekitar stasiun Gubeng. Ramp ketujuh ada disekitar jalan Kenjeran. Ramp kedelapan ada di sekitar Jalan Sisingamangaraja dan Perak Barat-Timur.

Bagi anda yang familiar dengan kota Surabaya, membayangkan persimpangan tol yang demikian banyak, tentulah memberi gambaran tingkat kemacetan yang akan terjadi. Bagi anda yang kurang familiar dengan Surabaya, dengan  jarak antara ramp yang sangat dekat, sudah bisa menduga tingkat kemacetan yang akan terjadi. Anda tidak perlu menjadi ahli transportasi untuk bisa menghitung tingkat kemacetan yang timbul. Dengan common sense saja , anda akan bisa memperkirakan tingkat kemacetan luar biasa yang akan berdampak pada lalu lintas  di seluruh kota Surabaya , akibat ramp di sepanjang tol tengah itu.

Jadi dari satu aspek kemacetan saja, mudarat tol tengah jauuuuhhh lebih besaaar dari manfaatnya. Masih ada beberapa aspek lain yang harus ditinjau dan dikaji secara cermat. Tapi kalau saya bahas disini, nanti posting ini terlalu panjang. Jadi saya sudahi dulu sampai disini.

2 thoughts on “Tol tengah: mudarat dan manfaatnya bagi Surabaya

  1. Pak Togar, salam kenal sebelumnya,,, saya sangat menikmati tulisan2 yg bapak buat, terutama masalah toll tengah kota,,, saya sendiri setuju bila kita tidak perlu punya toll tengah kota, dan setuju dengan pendapat bapak,,, jarak ramp terlalu dekat, belum lagi adanya interchange dengan lalin non toll, tidak bisa saya bayangkan kemacetan yang terjadi nantinya,,, apalagi jalur yang dibuat adalah menghubungkan waru-perak, dmana saat ini surabaya sudah punya toll yang menghubungkan dua titik ini,,,
    Saya pribadi baru tinggal di surabaya selama 3 taon, sebelumnya kuliah d jkt,,, benar saya mengalami sendiri toll di jkt bukanlah jalan bebas hambatan,,, mungkin di indonesia, tol itu lebih cocok sebagai singkatan “tetep ora lancar” hehehe,,,
    saya menunggu tulisan2 bapak selanjutnya,,, smoga ada kesempatan untuk diskusi langsung dengan bapak,,,

    Like

  2. bagus tulisannya pak…
    apakah struktur dan rencana pembangunan ramp di tiap simpang itu sudah pasti? karena jaraknya yang pendek2, bisa dibayangkan btp padatnya nanti.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s